Mari melihat momen-momen penting dari HSBC Women’s World Championship edisi 2021 lalu dan bagaimana Kim Hyojoo menjadi bagian dari para jawara ajang Major Asia ini.

 

Lima pemain bintang ikut mempraktikkan upaya menjaga keberlangsungan lingkungan di Sentosa Golf Club. Foto: Lionel Ng/Getty Images.

 

PRA-TURNAMEN, 28 April 2021
Sejumlah aktivitas mewarnai hari menjelang putaran pertama HSBC Women’s World Championship. Sentosa Golf Club, yang menjadi tuan rumah kejuaraan ini memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan inisiatif ramah lingkungan mereka. Klub golf ini menjadi lapangan golf pertama di dunia yang bergabung dengan UN Sports for Climate Action. Komitmen Sentosa Golf Club untuk lingkungang hidup menjadikan mereka sebagai pemimpin terdepan yang mendorong industri golf untuk turut menyikapi perubahan iklim.

Ko Jinyoung, Park Inbee, Minjee Lee, Lydia Ko, dan Georgia Hall menyaksikan langsung bagaimana  pendekatan ramah lingkungan yang digalakkan oleh lapangan tersebut. Mulai dari stasiun pengisian daya untuk mobil, perangkat irigasi canggih, kebun rempah-rempah, dan upaya-upaya pengurangan penggunaan plastik, kelima bintang golf tersebut ikut memetic rumput dengan tangan untuk mengurangi penggunaan pestisida. Mereka juga diajak mengunjungi kolonisasi lebah dengan menaiki golf cart yang menggunakan baterai lithium.

Upaya-upaya Sentosa Golf Club tak hanya berhasil mengurangi penggunaan pestisida hingga 95%, tapi juga ikut membantu peningkatan populasi lebah dengan menyediakan lingkungan bagi empat koloni lebah, termasuk lebah tanpa sengat (Meliponini).

 

Park Inbee, HSBC WWC 2021 Round 1.
Main tanpa bogey membawa Park Inbee memimpin pada putaran pertama. Foto: Lionel Ng/Getty Images.

 

PUTARAN I, 29 April 2021
Empat birdie di sembilan hole pertama dan empat birdie di sembilan hole terakhir membawa Park Inbee ke puncak klasemen pada akhir putaran pertama. Pemegang dua gelar HSBC Women’s World Championship  ini bermain nyaris sempurna, bahkan mengulangi permainan tanpa bogey, seperti ketika menjuarai ajang ini tahun 2015 dan 2017. Pukulannya tak meleset dari satu fairway pun, dan Park juga memukul 16 dari 18 green, dan hanya 26 putt untuk membantunya mematok skor terendah hari itu.

Rekan senegaranya, Park Heeyoung, menempel dengan torehan skor 65, satu stroke di belakang Inbee. Satu eagle, enam birdie, dan hanya satu bogey membawa pemegang tiga gelar LPGA ini menempel Inbee.

Namun, putaran pertama bukan hanya menjadi milik kedua Park tersebut. Pegolf Jerman Sophia Popov menjadi pemain debutan paling menonjol. Ia sempat mencuri perhatian dengan menikmati posisi teratas, sampai Heeyoung dan Inbee melampaui skor 5-under 67 miliknya. Juara Major ini mengatasi panasnya Singapura dengan berfokus pada kompetisi yang ada di hadapannya.

Popov tidak sendirian berada di tempat ketiga. Rekan senegaranya Caroline Mason, Ryu Soyeon, Lin Xiyu, dan Kim Hyojoo yang akhirnya menciptakan kejutan, juga memulai ajang ini dengan skor 67.

 

Park Heeyoung-Park Inbee, HSBC WWC 21 Round 2.
Park Heeyoung (kiri) dan Park Inbee memimpin pada akhir putaran kedua. Foto: Yong Teck Lim/Getty Images.

 

PUTARAN II, 30 April 2021
Pergerakan Kim Hyojoo pada putaran kedua mulai menempatkannya di posisi bersaing menuju akhir pekan. Kim menorehkan enam birdie dan terpaksa mencatatkan dua bogey di kartu skornya untuk skor 4-under 68 dan skor total 135.

Menariknya, skor yang sama juga dibukukan oleh pegolf asal China Lin Xiyu sehingga keduanya menjadi dua pemain terdekat dari Park Inbee dan Park Heeyoung.

Duo Park, yang bermain dalam satu grup, menampilkan permainan yang sangat memikat lantaran keduanya saling bertukar birdie dan membuat grup ini menarik untuk diikuti.

Keduanya memimpin klasemen sementara, meskipun tidak bermain sebagus hari pertama. Selain mendapat bogey di hole 3, Inbee harus menunggu hingga hole 7 untuk memperoleh birdie pertamanya, sedangkan Heeyoung meraih birdie pertamanya di hole 6.

Sayangnya, permainan putter Inbee pada hari kedua ini tidak setajam putaran pertama. Alhasil, dengan 28 putt, dan 13 GIR, ia hanya bisa mencatatkan skor 69. Adapun Heeyoung harus melakukan 31 putt untuk menorehkan skor 68.

Dengan skor total 133, kedua sahabat itu masih memegang posisi teratas, dua stroke lebih baik daripada Kim dan Lin.

 

Lin Xiyu, HSBC WWC 2021 Round 3.
Untuk pertama kali dalam kariernya Lin Xiyu memimpin ajang LPGA menuju putaran final. Foto: Yong Teck Lim/Getty Images.

 

PUTARAN III, 1 Mei 2021
Keputusan mengubah mentalitas permainan terbukti membuahkan hasil positif bagi Lin Xiyu. Pegolf China yang merupakan produk dari HSBC China Junior Golf Program ini menampilkan salah satu permainan terbaiknya. Dan untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya, pegolf yang kala itu berperingkat 86 pada Rolex Rankings ini meraih tujuh birdie dengan dua bogey untuk menggeser dominasi Park Inbee dan Park Heeyoung.

Usai tiga putt yang membuahkan bogey di hole 1 dan 7, Lin memutuskan untuk bermain agresif. Keputusan ini terbukti tepat. Usai bogey di hole 7 itu, ia berhasil mengemas lima birdie tambahan untuk berada di posisi teratas.

Sementara itu, lima bogey dengan satu quadruple bogey, dan hanya dua birdie praktis membuat Heeyoung tersingkir dari persaingan. Rekan senegaranya, Inbee, juga harus berjibaku untuk menyelamatkan kartu skornya. Meski harus menorehkan dua birdie dan satu double bogey, Inbee masih bisa memaksimalkan peluang di enam hole lainnya untuk meraih birdie dan menjaga persaingan.

Pegolf Australia dan Juara Major Hannah Green ikut tampil ke jajaran atas. Green, yang baru pertama kali ini tampil di Singapura menciptakan enam birdie dan sebuah eagle, plus dua bogey, untuk menempel Inbee, sekaligus siap memberi tekanan bagi Lin.

Adapun Kim Hyojoo, yang hanya bermain even par usai membukukan enam birdie dan enam bogey, seakan bakal menghadapi putaran final yang berat untuk membalikkan keadaan. Pasalnya, dengan skor total 207, ia harus memulai putaran final dengan tertinggal lima stroke dari Lin.

 

Kim Hyojoo (oranye) mesti menunggu grup terakhir menuntaskan permainan untuk memastikan kemenangannya. Foto: Yong Teck Lim/Getty Images.

 

PUTARAN IV, 2 Mei 2021
Jelas tidak ada yang sepenuhnya memprediksi Kim Hyojoo bakal menjuarai edisi ke-12 ini. Bahkan ia sendiri kemudian mengaku tidak merasa yakin bakal bisa menjuarai ajang ini. Apalagi melihat betapa ketatnya persaingan menuju putaran final. Namun, ia benar-benar belajar dari permainannya pada putaran ketiga.

”Enam bogey yang saya dapatkan itu karena putt jarak pendek yang meleset. Biasanya, saya sangat percaya diri dengan putter saya. Jadi, saya berusaha fokus ketika perlu melakukan putt jarak pendek, dan saya pikir konsentrasi di situlah yang memberi perbedaan,” ujarnya kemudian.

Putaran final kali ini benar-benar menarik, mengingat Park Inbee dan Hannah Green seakan tak ingin melewatkan peluang. Inbee sempat bermain 3-under sampai bogey di hole 13 dan 16 menghambatnya meraih kemenangan ketiga. Sementara itu, Lin, yang mengawali putaran final sebagai pimpinan klasemen mengalami kendala dalam berburu birdie dan akhirnya hanya bermain 71 dan akhirnya finis di tempat ketiga bersama Inbee dan pegolf muda Thailand Patty Tavatanakit.

Adapun Green, sebenarnya berpeluang menjadi pegolf Australia kedua setelah Karrie Webb, yang menjuarai ajang ini. Tiga birdie dan sebuah eagle memberinya keunggulan. Sampai dua bogey berturut-turut di dua hole terakhir membuatnya harus puas finis sendirian di tempat kedua.

Adapun Kim, yang sepanjang pekan menutupi seluruh wajah hingga lehernya, menampilkan permainan luar biasa dengan menorehkan delapan birdie tanpa bogey untuk meraih gelar LPGA pertamanya sejak terakhir menjuarai Pure Silk-Bahamas LPGA Classic 2016.

”Target saya tahun ini ialah meraih kemenangan, dan saya senang bisa mencapainya. Ketika bermain pada KLPGA Tour tahun lalu, saya mengasah kemampuan dan ingin mengadaptasikan kemampuan itu tahun ini pada LPGA, dan saya sangat senang dengan hasil yang saya raih,” tutur Kim, yang menyelesaikan permainannya lebih dulu dan harus menunggu sampai grup terakhir menyelesaikan permainan.

”Saya punya alergi matahari yang parah di leher. Jadi, dengan masker ini saya tak perlu mengoleskan tabir surya di leher saya, yang justru makin memudahkan saya untuk siap bermain.”