{"id":27821,"date":"2020-06-24T13:56:47","date_gmt":"2020-06-24T06:56:47","guid":{"rendered":"https:\/\/golfinstyle.id\/?p=27821"},"modified":"2020-06-24T13:56:47","modified_gmt":"2020-06-24T06:56:47","slug":"perjalanan-dari-thailand-menuju-panggung-profesional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/golfinstyle.id\/perjalanan-dari-thailand-menuju-panggung-profesional\/","title":{"rendered":"Perjalanan dari Thailand Menuju Panggung Profesional"},"content":{"rendered":"<div id=\"bsf_rt_marker\"><\/div><div class=\"angwp_39351 _ning_cont _ning_hidden _ning_outer _align_center responsive\" data-size=\"custom\" data-bid=\"39351\" data-aid=\"0\" style=\"max-width:768px; width:100%;height:inherit;\"><div class=\"_ning_label _left\" style=\"\"><\/div><div class=\"_ning_inner\" style=\"\"><a href=\"https:\/\/golfinstyle.id?_dnlink=39351&t=1785978617\" class=\"strack_cli _ning_link\" target=\"_blank\">&nbsp;<\/a><div class=\"_ning_elmt\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/golfinstyle.id\/wpc\/uploads\/2025\/01\/FECSeason_Golf-In-Style-Indonesia_728x136-V1.gif\" \/><\/div><\/div><\/div><div class=\"clear\"><\/div><h3 id=\"mcetoc_1ebihaksq0\">KK Limbhasut menempuh perjalanan dari Thailand untuk bisa mewujudkan mimpi bertanding di level PGA TOUR.<\/h3>\n<h4>\nOleh Adam Stanley, <a href=\"https:\/\/www.pgatour.com\/korn-ferry-tour\/tour-insider\/2020\/06\/23\/kk-limbhasut-journey-from-thailand-to-professional-golf-california-berkeley-collin-morikawa.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\"><strong>PGATOUR.com<\/strong><\/a><\/h4>\n<p>Sepuluh tahun silam, Khem Khon Limbhasut tiba di Amerika bersama sang ayah. Mereka hanya membawa empat koper dan tak memiliki rencana lain, selain keinginan untuk bermain golf secara profesional.<\/p>\n<p>Limbhasut baru berusia 14 tahun kala menginjakkan kaki di Los Angeles. Ia sendiri tak tahu bakal seperti apa kelanjutan petualangannya. Bersama sang ayah, mereka berniat menuju San Diego, tapi akhirnya malah menetap di Loma Linda, sekitar 90 menit dari sebelah timur bandara internasional Los Angeles. Teman keluarga mereka di sana membantu kepindahan keduanya.<\/p>\n<p>Dalam usia yang masih begitu belia, tinggal jauh dari ibu dan kakaknya jelas sangat berat baginya. Tapi ia datang ke Amerika untuk mewujudkan mimpinya. Dan kini impian itu hampir terpenuhi.<\/p>\n<p>Awalnya, Limbhasut akan memulai Korn Ferry Tour musim 2020-2021 dengan hanya memegang status kondisional. Tapi finis T12 pada El Bosque Mexico Championship by INNOVA, lalu tiga bulan kemudian T10 pada Korn Ferry Challenge di TPC Sawgrass, posisinya pun menjadi lebih bagus lagi untuk mengikuti jadwal padat sepanjang musim panas ini.<\/p>\n<p>\u201dSaya sangat senang bisa kembali dan bermain penuh,\u201d ujar Limbhasut, menyusul jeda tiga bulan lantaran pandemi COVID-19.<\/p>\n<p>Pria kelahiran Bangkok ini mulai bermain golf ketika berusia 8 tahun dan kerap bermain bersama keluarganya. Ia mengenang, sang ayah sering bermain golf, tapi olahraga ini segera menjadi kegiatan keluarga.<\/p>\n<p>\u201dKalau ayah bermain golf sendirian, dia pasti pergi setengah hari. Daripada begitu, ia mendorong ibu dan saya untuk belajar golf sehingga kami bisa main bersama,&#8221; kenang Limbhasut. \u201dBegitulah asal mulanya.\u201d<\/p>\n<p>Suatu ketika ia bermain di lapangan dengan sang ayah dan berada satu grup dengan seorang pegolf junior yang kompetitif. Itulah pertama kalinya Limbhasut melihat bahwa ada orang lain yang bisa bermain sangat bagus dan terlihat keren bisa bermain golf.<\/p>\n<blockquote><p>\u201dKalau ayah bermain golf sendirian, dia pasti pergi setengah hari. Daripada begitu, ia mendorong ibu dan saya untuk belajar golf sehingga kami bisa main bersama.\u201d \u2014 KK Limbhasut.<\/p><\/blockquote>\n<p>\u201dItu sebabnya saya ingin bermain dalam sebuah turnamen,\u201d ujar Limbhasut, yang saat itu baru berusia 9 tahun. Lima tahun kemudian, ia dan sang ayah ingin bertanding golf sambil mengejar pendidikan. Sistem ini belum ada di Thailand sehingga mereka menuju Amerika.<\/p>\n<p>Meskipun tumbuh di sekitar banyak pegolf profesional Thailand masa kini\u2014Kiradech Aphibarnrat menjadi anggota PGA TOUR sedang kakak-beradik Jutanugarn bermain di level LPGA (Limbhasut Ariya, mantan No.1 Dunia)\u2014ia tidak memiliki peluang untuk mendapatkan pendidikan yang bagus sambil berkompetisi di level yang tinggi. Pilihannya hanya salah satu dari kedua hal tersebut.<\/p>\n<p>Kemudian ia menghabiskan dua musim panas mengikuti turnamen did AS sebelum akhirnya pindah ke California. Tapi di sana ia mengalami tantangan budaya. Ia memang telah belajar bahasa Inggris lantaran mengikuti sekolah internasional di Thailand. Tapi yang ia dapatkan tidaklah sama seperti ketika belajar bahasa Spanyol di AS, yang jarang dilakukan di luar kelas. Ketika di Thailand, ia menjadi salah satu dari 30 siswa. Tapi di California, ia hanyalah satu dari sekitar 700 pelajar.<\/p>\n<p>Tapi ia segera menyesuaikan diri. Ia mendapat banyak teman di lapangan dan menandai sejumlah restoran Thai yang enak. \u201dButuh waktu sih,\u201d guraunya.<\/p>\n<p>Kini ia merasa nyaman tinggal di California. Ketika tiba saatnya memilih universitas, ia ingin menetap di daerahnya dan mengikuti sekolah yang masuk Pac-12. Artinya, UCLA, USC, dan Cal-Berkeley menjadi prioritas utamanya. Limbhasut memutuskan untuk masuk ke Cal-Berkeley dan lekas bersahabat dengan Collin Morikawa, yang kini juara PGA TOUR.<\/p>\n<p>Morikawa sendiri mengaku persahabatan dengan Limbhasut mulai terjalin ketika pegolf Thailand itu finis di peringkat kedua pada ajang Sunnehanna Amateur 2016.<\/p>\n<p>\u201dKami menjadi sangat dekat dan mengobrol hampir tiap hari. Kami mengobrol seakan-akan dia saudara saya sendiri,\u201d tutur Morikawa, yang membukukan 22 kali lolos cut, dengan satu gelar.<\/p>\n<blockquote><p>\u201dKetika bertanding di lapangan yang lebih pendek dan ia bisa memainkan short iron, ketika itulah ia akan mendapat skor yang lebih rendah.\u201d \u2014 Collin Morikawa<\/p><\/blockquote>\n<p>\u201dMenyenangkan melihat pemain yang sebaya dengan saya, yang saya kenal dengan baik dan bermain dengan baik pada Korn Ferry Tour. Semoga mereka bisa segera bergabung (ke PGA TOUR).<\/p>\n<p>\u201dKalau melihat relasi para pemain (di lingkup PGA TOUR), mereka sangatlah dekat. Dan ya, saya memang punya banyak teman, tapi relasi saya tidak sedekat dengan KK.\u201d<\/p>\n<p>Limbhasut mengaku, bersama Morikawa yang juga mempelajari ilmu bisnis, belajar banyak satu dengan yang lain. Keduanya saling mendorong untuk menjadi pemain terbaik di kampusnya. Mereka bersaing dalam segalanya, tak hanya golf. Dan mereka juga berlatih bersama hampir tiap hari karena jadwal kuliah mereka sama.<\/p>\n<p>Morikawa menggambarkan Limbhasut sebagai pemain yang \u201dsangat konsisten\u201d dengan short game yang \u201dmematikan\u201d. Ia bahkan mengaku menghabiskan hampir tiap waktu selama masa kuliahnya untuk belajar short game dari Limbhasut.<\/p>\n<p>\u201dDi situlah dia akan mencatatkan skor. Ketika bertanding di lapangan yang lebih pendek dan ia bisa memainkan short iron, ketika itulah ia akan mendapat skor yang lebih rendah,\u201d tutur Morikawa. \u201dTapi dia orang yang sangat baik, sangat melankolis, tapi orang yang sangat menyenangkan.\u201d<\/p>\n<p>Tapi jangan terpesona oleh kepribadian tersebut. Limbhasut sangat ingin menang dan ia ingin segera sejajar dengan sahabatnya itu. \u201dKami terus saling mendorong untuk menjadi pegolf terbaik di kampus kami, dan kami melakukannya dengan sangat baik,\u201d ujar Limbhasut. \u201dIa berkarier pada PGA TOUR dan mengikuti sejumlah turnamen besar, sedang saya pada panggung Korn Ferry Tour, yang tidak terlalu jauh dari dia.\u201d<\/p>\n<p>Dan Limbhasut, meskipun pindah ke Amerika tanpa tahu apa-apa, kini tinggal selangkah lagi mencapai impian utamanya: bertanding di panggung PGA TOUR dan bergabung dengan Morikawa.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, perjalanannya dari Thailand ke PGA TOUR tampaknya memang tak terlalu jauh.<\/p>\n<div class=\"angwp_40847 _ning_cont _ning_hidden _ning_outer _align_center responsive\" data-size=\"custom\" data-bid=\"40847\" data-aid=\"0\" style=\"max-width:728px; width:100%;height:inherit;\"><div class=\"_ning_label _left\" style=\"\"><\/div><div class=\"_ning_inner\" style=\"\"><a href=\"https:\/\/golfinstyle.id?_dnlink=40847&t=1785978617\" class=\"strack_cli _ning_link\" target=\"_blank\">&nbsp;<\/a><div class=\"_ning_elmt\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/golfinstyle.id\/wpc\/uploads\/2025\/11\/GolfinStyle\u00ae-Issue-27-Horizontal-Banner.jpg\" \/><\/div><\/div><\/div><div class=\"clear\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp;KK Limbhasut menempuh perjalanan dari Thailand untuk bisa mewujudkan mimpi bertanding di level PGA TOUR. Oleh Adam Stanley, PGATOUR.com Sepuluh tahun silam, Khem Khon Limbhasut tiba di Amerika bersama sang ayah. Mereka hanya membawa empat koper dan tak memiliki rencana lain, selain keinginan untuk bermain golf secara profesional. Limbhasut baru berusia 14 tahun kala menginjakkan kaki di Los Angeles. Ia&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":27822,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[5,1957,2141],"tags":[560,3956,4150,2699,1289],"cc_featured_image_caption":{"caption_text":"","source_text":"","source_url":""},"_edit_lock":"1592981809:3","_edit_last":"3","_wp_desired_post_slug":"","post_views_count":"","_yst_prominent_words_version":"","slide_template":"default","_bunyad_featured_post":"","_bunyad_cat_label":"","_bunyad_featured_disable":"","_bunyad_bg_image_bg_type":"","_bunyad_reviews":"","_bunyad_review_pos":"","_bunyad_review_type":"","_bunyad_review_verdict":"","snp_p_welcome_popup":"","snp_p_exit_popup":"","_yoast_wpseo_focuskw_text_input":"","_yoast_wpseo_focuskw":"","_yoast_wpseo_metadesc":"","_yoast_wpseo_linkdex":"","_yoast_wpseo_content_score":"","_yoast_wpseo_primary_category":"","_thumbnail_id":"27822","_tsfem-extension-post-meta":"","_adinserter_block_exceptions":"","mvp_post_template":"","mvp_featured_image":"","mvp_photo_credit":"","_genesis_description":"","_primary_term_category":"1957","_seopress_titles_desc":"","_wp_subscribe_disable_popup":"","_wp_subscribe_disable_single":"","_amp_validated_url_post_id":"","classic-editor-remember":"classic-editor","_elementor_edit_mode":"","_elementor_template_type":"","_elementor_version":"","_elementor_pro_version":"","trx_addons_post_views_count":"801","_wp_page_template":"default","trx_addons_options":{"icon":""},"eg_sources_html5_mp4":"","eg_sources_html5_ogv":"","eg_sources_html5_webm":"","eg_sources_youtube":"","eg_sources_vimeo":"","eg_sources_wistia":"","eg_sources_image":"","eg_sources_iframe":"","eg_sources_soundcloud":"","eg_vimeo_ratio":"1","eg_youtube_ratio":"1","eg_wistia_ratio":"1","eg_html5_ratio":"1","eg_soundcloud_ratio":"1","eg_sources_revslider":"","eg_sources_essgrid":"","eg_featured_grid":"","eg_settings_custom_meta_skin":"","eg_settings_custom_meta_element":"","eg_settings_custom_meta_setting":"","eg_settings_custom_meta_style":"","eg_custom_meta_216":"true","eg_votes_count":"0","femme_options":[],"trx_addons_post_likes_count":"0","gusta_section_purpose":"card","swift-performance":"","_ning_settings":"","_userpro_edit_restrict":"","restrict_roles":"","_cc_featured_image_caption":{"caption_text":"","source_text":"","source_url":"","new_window":false},"_wpb_builder__js_status":"false","gf_format_link_text":"","gf_format_link_url":"","gf_format_quote_content":"","gf_format_quote_author_text":"","gf_format_quote_author_url":"","gf_format_video_embed":"","gf_format_audio_embed":"","gf_format_gallery_images":"","custom_link":"","_pingme":"","_encloseme":"","_wp_old_date":"","_mi_skip_tracking":"","_bunyad_review_percent":"","_wp_old_slug":"","_bunyad_layout_template":"","_bunyad_layout_style":"","bs_social_share_facebook":"0","bs_social_share_twitter":"0","bs_social_share_reddit":"0","bs_social_share_google_plus":"0","bs_social_share_interval":"1618826849","_dp_original":"","_smartmag_featured_post":"","_smartmag_layout_style":"","_smartmag_review_pos":"","_smartmag_review_type":"","omc_review_enable":"","omc_user_ratings_visibility":"","omc_review_type":"","omc_criteria_display":"","omc_featured_post":"","omc_comment_type":"","td_post_views_count":"","_bunyad_review_heading":"","_bunyad_review_overall":"","_bunyad_criteria_label_1":"","_bunyad_criteria_rating_1":"","_bunyad_criteria_label_2":"","_bunyad_criteria_rating_2":"","_bunyad_criteria_label_3":"","_bunyad_criteria_rating_3":"","_bunyad_criteria_label_4":"","_bunyad_criteria_rating_4":"","_bunyad_review_verdict_text":"","_bunyad_criteria_label_5":"","_bunyad_criteria_rating_5":"","_smartmag_reviews":"","_count-views_all":"","_count-views_week":"","_count-views_month":"","_count-views_year":"","_bunyad_user_rating":"","_bunyad_featured_video":"","_seopress_analysis_data":"","_seopress_titles_title":"","_seopress_robots_canonical":"","_seopress_robots_primary_cat":"","_seopress_robots_breadcrumbs":"","_seopress_social_fb_title":"","_seopress_social_fb_desc":"","_seopress_social_fb_img":"","_seopress_social_fb_img_attachment_id":"","_seopress_social_fb_img_width":"","_seopress_social_fb_img_height":"","_seopress_social_twitter_title":"","_seopress_social_twitter_desc":"","_seopress_social_twitter_img":"","_seopress_social_twitter_img_attachment_id":"","_seopress_social_twitter_img_width":"","_seopress_social_twitter_img_height":"","_seopress_redirections_type":"","_seopress_redirections_value":"","_seopress_redirections_logged_status":"","_seopress_analysis_target_kw":"","_oembed_a88d38343adc0db571ed7c2549cbc9fa":"","_yoast_wpseo_title":"","_oembed_d37bb46d0e6b8462fcf8025d041437b9":"","_oembed_dc2d129e5ecc6adc75b57b77acbc9791":"","_oembed_ec5c70a0c5576888dd92d0718a2c47f9":"","_oembed_time_ec5c70a0c5576888dd92d0718a2c47f9":"","_oembed_0af51f45c722a3c66881221e17ec9a49":"","_oembed_time_0af51f45c722a3c66881221e17ec9a49":"","penci_use_option_current_single":"","penci_dis_auto_load_prev":"","penci_hide_featured_img":"","ae_post_template":"","_builder__post_settings":"","_hotmagazine_single_type":"","_hotmagazine_featured":"","_hotmagazine_stories":"","_genesis_title":"","_tsf_title_no_blogname":"","_hotmagazine_gallery":"","mvp_featured_headline":"","_oembed_b6242fbb973dbc48b07d07e326d4fc67":"","_oembed_time_b6242fbb973dbc48b07d07e326d4fc67":"","_oembed_4356fc8adfdeb1b727a4ce7673014c62":"","_oembed_time_4356fc8adfdeb1b727a4ce7673014c62":"","_oembed_d71c09f18a1ab7f827b9bae20110d4f6":"","_oembed_b4e2028cb4eb81d927573cfe7e644606":"","_oembed_time_b4e2028cb4eb81d927573cfe7e644606":"","_oembed_5c335e5b9115498ce5500635f8df0239":"","rs_page_bg_color":"#ffffff","_social_image_url":"","_social_image_id":"","_open_graph_description":"","dzsap_footer_enable":"","dzsap_footer_feed_type":"","dzsap_footer_vpconfig":"","dzsap_footer_featured_media":"","dzsap_footer_type":"","_wbitly_shorturl":"","enclosure":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/golfinstyle.id\/apps-api\/wp\/v2\/posts\/27821"}],"collection":[{"href":"https:\/\/golfinstyle.id\/apps-api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/golfinstyle.id\/apps-api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/golfinstyle.id\/apps-api\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/golfinstyle.id\/apps-api\/wp\/v2\/comments?post=27821"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/golfinstyle.id\/apps-api\/wp\/v2\/posts\/27821\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27824,"href":"https:\/\/golfinstyle.id\/apps-api\/wp\/v2\/posts\/27821\/revisions\/27824"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/golfinstyle.id\/apps-api\/wp\/v2\/media\/27822"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/golfinstyle.id\/apps-api\/wp\/v2\/media?parent=27821"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/golfinstyle.id\/apps-api\/wp\/v2\/categories?post=27821"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/golfinstyle.id\/apps-api\/wp\/v2\/tags?post=27821"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}