Dari PGA TOUR University hingga pekan ini berada di lapangan ikonik Pebble Beach, Kevin Yu kian benar-benar menjalani impiannya!

Oleh Chuah Choo Chiang, Senior Director, Marketing & Communications APAC untuk PGA TOUR dan berdomisili di Malaysia.

Tiap tahun, C.T. Pan kerap mengadakan kamp pelatihan junior di Taipei pada periode jeda kompetisi. Kegiatan ini ia gunakan untuk membagikan pengalamannya dan masukan-masukannya bermain golf pada PGA TOUR bagi para pegolf junior. Ia juga memberikan poin kunci agar semua mereka bisa berkuliah di Amerika dan mengikuti program golf universitas di sana.

Pan kerap menganjurkan sistem golf di kampus Amerika, di mana ia menikmati karier yang cemerlang bersama University of Washington dan kemudian mewujudkan mimpinya meraih gelar PGA TOUR pada tahun 2019.Pada tahun yang sama pula ia menjadi pegolf China Taipei pertama yang mengikuti Presidents Cup.

Setelah lulus tahun 2015, ia berjuang menempuh jalur PGA Tour Canada dan Korn Ferry Tour, sebelum akhirnya bisa mencapai kompetisi impian dan bersaing menghadapi Jordan Spieth, Justin Thomas, Xander Schauffele, Collin Morikawa, dan Viktor Hovland, yang juga merupakan bintang-bintang PGA TOUR papan atas saat ini yang juga menempuh jalur kuliahan yang sama.

Salah satu bocah yang mendengarkan panggilan Pan ialah rekan senegaranya, Kevin Yu, yang merupakan alumnus Arizona State University (ASU) tahun 2021 dan kini kian berkembang dalam musim keduanya pada PGA TOUR. Yu juga mesti berterima kasih pada program PGA TOUR University yang inovatif, yang memberikan kesempatan bermain bagi para pegolf kuliahan papan atas begitu mereka beralih profesional.

”C.T. teman yang baik. Ia menjadi teladan yang baik buat saya dan semua anak. Ia mulai kuliah di Washington. Ia memenangkan sejumlah turnamen dan memberi contoh yang baik untuk saya kejar.”

Yu, yang kini berusia 25 tahun, saat ini menikmati penampilan yang memukau pada awal musim 2024 ini. Setelah finis T3 dan T6 pada ajang The American Express dan Farmers Insurance Open, ia pun meraih spot untuk mengikuti ajang AT&T Pebble Beach Pro-Am yang menyediakan total hadiah US$20 juta pada pekan ini. Turnamen itu merupakan Signature Event kedua pada musim ini. Yu sendiri berhak mengikuti ajang prestisius ini berkat insentif Aon Swing 5 (lima besar peraih poin FedExCup terbanyak pada turnamen-turnamen non-Signature Event.—Ed.).

Program PGA TOUR U diluncurkan pada tahun 2020 dan menawarkan hak istimewa bagi para pegolf kuliahan papan atas untuk bermain pada Korn Ferry Tour. Adapun pegolf berperingkat teratas akan mendapatkan kartu PGA TOUR. Ludvig Aberg asal Swedia, pemain terbaik pada tahun 2023 lalu, telah memaksimalkan peluang yang ia raih dari PGA TOUR U itu dengan menjuarai RSM Classic pada musim gugur tahun lalu.

Kini fokus Yu ialah memenuhi potensinya. Lokasi turnamen pekan ini di Pebble Beach yang tersohor dan sejarah turnamen yang begitu panjang jelas menawarkan latar yang ideal baginya untuk sekali lagi bisa bersinar menghadapi para pemain bintang.

”C.T. teman yang baik. Ia menjadi teladan yang baik buat saya dan semua anak. Ia mulai kuliah di Washington. Ia memenangkan sejumlah turnamen dan memberi contoh yang baik untuk saya upayakan kejar. Ia telah memberi banyak saran dan sekarang saya ada di sini, berusaha melakukan hal yang sama dan mungkin berusaha melakukan hal yang lebih baik daripada dia. Saran terbaik sebelum ke sini ialah tidak ada jalan pintas untuk mencapai mimpi-mimpi Anda dan kita hanya akan bisa mencapainya kalau kita bekerja keras,” tutur Yu, yang finis T7 pada ajang AT&T Pebble Beach Pro-Am tahun lalu.

 

Kevin Yu, Opinion Januari 2024.
Kevin Yu kembali ke AT&T Pebble Beach Pro-Am 2024 dengan bekal dua kali berturut-turut finis di sepuluh besar dalam dua ajang PGA TOUR sebelumnya. Foto: Getty Images.

 

Ia juga akan selamanya berutang pada periode lima tahun yang ia jalani bersama ASU. Pelatih kepalanya di sana, Matt Thurmond, yang juga melatih Pan di Washington, memainkan peran kunci dalam perkembangan Yu sebagai seorang pegolf. ”Saya sangat senang dengan pilihan saya bermain untuk Arizona State, pengalamannya sungguh luar biasa. Program itu (PGA TOUR U) sangat berarti bagi para pegolf kuliahan karena bisa langsung ke Korn Ferry Tour dari kampus tidaklah mudah,” ujarnya.

Musim perdana Yu tahun lalu memang terusik oleh cedera lutut kiri akibat meniskusnya robek. Akibatnya, ia harus absen berkompetisi selama empat bulan. Ia pun butuh waktu untuk membangun ulang kekuatan dan performanya, dan kini ia berniat untuk mempertahankan tren positif menyusul dua kali berturut-turut finis di sepuluh besar untuk pertama kali dalam kariernya.

”Saya bisa melihat kalau permainan saya sedang bagus sekarang, jadi semoga saya bisa mempertahankannya,” ujarnya.

Sejak ia mulai bermain golf pada usia tujuh tahun dengan sang ayah, yang memiliki driving range dan sebagai pengajar profesional, Yu tahu kalau jalan menuju puncak tidak akan mudah. Namun, ia juga menunjukkan semangat berjuang sejak belia. ”Saya sangat ingin mengalahkan ayah saya di lapangan, dan itulah yang membuat saya terpikat pada olahraga ini!” Dan hal seperti ini jelas bisa membuka pintu menuju kemenangan PGA TOUR pertamanya. Sejauh ini hanya Pan (RBC Heritage 2019) dan T.C. Chen (L.A. Open 1987) yang pernah mengibarkan bendera China Taipei sebagai juara PGA TOUR.

CATATAN: Para penggemar golf di Indonesia bisa menyaksikan siaran langsung AT&T Pebble Beach Pro-Am pekan ini melalui Mola.