Yuto Katsuragawa mewujudkan gelar JGTO perdananya dengan menjuarai ISPS HANDA Championship, sementara Anthony Quayle menampilkan permainan menjanjikan untuk melanjutkan musim 2022.

Harapan Justin De Los Santos untuk meraih gelar JGTO pertama dalam turnamen pertamanya musim ini harus gagal total. Pemuda asal Filipina ini justru mengalami kesulitan untuk melancarkan rencananya bermain agresif pada putaran final tadi. Setelah harus main 2-over berkat satu birdie dan tiga bogey di sembilan hole pertamanya, pegolf berusia 26 tahun ini berusaha bangkit, namun hanya bisa menorehkan tiga birdie di sembilan hole terakhirnya untuk catatan skor 1-under 70.

Meredupnya permainan De Los Santos justru memberi peluang bagi Yuto Katsuragawa, yang juga mengincar gelar pertamanya. Tidak tanggung-tanggung, Katsuragawa mencatatkan enam birdie di sembilan hole pertamanya untuk mengukuhkan posisinya.

Toh skenarionya tidak berjalan sesuai harapan idealnya. Menuju sembilan hole terakhirnya, permainan Katsuragawa malah seakan melempem. Bak mesin yang mulai kehabisan daya, ia hanya bisa menyelamatkan kartu skornya dari bogey, sampai akhirnya ia harus mencatatkan satu-satunya bogey pada putaran final itu di hole 16.

Satu-satunya pesain terdekat baginya ialah Rikuya Hoshino, yang memangkas selisih skornya menjadi hanya satu stroke di hole 16 itu. Tatkala Katsuragawa membukukan bogey, Hoshino berhasil menorehkan birdie ketujuhnya di hole tersebut. Keduanya sama-sama mencatatkan birdie di hole 17, namun ketika Hoshino gagal meraih birdie di hole terakhir, kemenangan pun menjadi milik Katsuragawa.

”Rasanya luar biasa akhirnya bisa menjuarai turnamen pertama saya setelah beberapa kali finis di tempat kedua. Sebagai pemain yang disponsori ISPS, bisa memenangkan ajang ini merupakan bonus tambahan!” ujar Katsuragawa dengan bersemangat. ”Dengan kemenangan perdana ini, saya berniat untuk terus menantang lebih banyak gelar lagi, entah itu di Jepang maupun di luar negeri!”

 

Anthony Quayle, Round 4 ISPS HANDA Championship 2022.
Performa solid hari terakhir bawa Anthony Quayle torehkan sepuluh besar ke-6 dalam kariernya bermain pada JGTO. Foto: JGTO Images.

 

Sementara itu, sorotan dari wakil internasional justru menjadi milik Anthony Quayle. Pegolf Australia ini menampilkan perjuangan mengagumkan dengan skor 6-under 65. Catatan skor tersebut ia peroleh berkat sebuah eagle, tujuh birdie, dan tiga bogey di PGM Ishioka Golf Club. Meskipun permainannya itu hanya cukup membuatnya menorehkan skor total 19-under 265, atau lima stroke di belakang sang juara, akumulasi skornya itu sudah cukup membawanya menjadi salah satu wakil internasional yang mencatatkan finis tertinggi, yaitu di peringkat T6.

”Menurut saya, saya sudah berbuat sesuai yang saya butuhkan. Saya pikir saya masih berpeluang untuk bersaing. Kalau saja beberapa hal bisa berjalan sesuai rencana,” tutur Quayle. ”Tanpa tiga bogey itu, saya bisa bermain 9-under dan memberi peluang untuk bersaing dengan skor total 22-under. Namun, supaya hal itu terjadi, saya jelas membutuhkan bantuan dari para pemain teratas, sayangnya mereka bermain sangat baik hari ini.”

Permainannya siang tadi memang turun-naik. Setelah bogey di hole 4, ia langsung bangkit dengan menorehkan lima birdie berikutnya untuk kembali ke jalur perburuan gelar. Sayangnya, dia harus menambah dua bogey lagi di sembilan hole terakhir. Dan meski ia berjuang untuk bangkit, dua birdie di hole 14 dan 15, yang disusul eagle di hole 16, hanya cukup membawanya ke posisi T6.

”Saya bermain sangat buruk di tiga-empat hole pertama. Saya merasa gugup, dan tidak memukul bola dengan baik, tapi putting saya masih menyelamatkan skor,” tutur pegolf berusia 27 tahun ini. ”Namun, saya mulai bisa memperbaiki permainan. Saya mulai memukul bola dengan lebih baik dan sedikit merasa nyaman. Putting saya masih sempurna, dan saya mendapat beberapa birdie berturut-turut. Permainan saya sedikit terhambat di sembilan hole terakhir, tapi begitu melihat putt birdie itu masuk (di hole 14), permainan saya kembali panas dan bisa finis dengan meyakinkan.”

Selain Quayle dan De Los Santos, Juara Indonesia Open 2010 Michael Hendry dan pegolf Afrika Selatan Shaun Norris menjadi perwakilan internasional lain yang mencatatkan finis yang bisa dibanggakan pada pekan ini. Keduanya sama-sama menorehkan skor 65 pada putaran final itu untuk skor total 18-under 266 dan finis T10.