Im Sungjae dan Takumi Kanaya membangkitkan harapan lolos dari fase grup ajang WGC-Dell Technologies Match Play setelah memenangkan duel masing-masing.

Bintang golf Korea Im Sungjae dan pemain debutan asal Jepang Takumi Kanaya sukses mengemas kemenangan mengesankan dalam partai kedua mereka pada ajang World Golf Championships-Dell Technologies Match Play kemarin (24/3). Im berhasil menaklukkan Keith Mitchell, sementara Kanaya mengalahkan Tony Finau.

Bagi Im kemenangan ini berhasil menuntaskan kekecewaannya setelah sempat takluk dari Seamus Power pada partai pertamanya di Grup 4. Pegolf yang dalam tiga musim terakhir menjadi peraih birdie terbanyak pada PGA TOUR ini menjungkalkan Mitchell dengan keunggulan 5 dan 3, sekaligus membuka peluang lolos dari fase grup pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$12 juta ini.

”Ketika bermain melawan Seamus kemarin (23/3), ia melakukan banyak pukulan hebat dan tidak melakukan kesalahan, sementara saya membuat sejumlah kesalahan. Jadi, setelah partai itu, saya langsung ke driving range dan mengecek pukulan-pukulan dan rutinitas saya. Saya senang bisa main bagus melawan Keith dan melakukan banyak pukulan tee yang bagus dengan sedikit kesalahan,” jelas Im.

Birdie yang ia raih di hole 1 dan 3 dari jarak kurang dari 4 meter memberi keunggulan awal bagi pegolf Korea itu. Ia bahkan kian mengendalikan pertandingan setelah unggul 3-up menuju sembilan hole terakhir. Dan dengan birdie di hole 12 dan 15, praktis ia memupus harapan Mitchell untuk meraih poin pada duel ini.

”Kunci permainan bagus saya ada di sembilan hole pertama. Saya pikir untuk match play ini, hole-hole awal sangatlah penting untuk mendapatkan momentum. Dapat birdie di hole 1 itu juga membantu,” jelasnya.

Kini ia kembali menjalani partai wajib menang untuk memastikan lolos, kali ini menghadapi Juara FedExCup 2021 Patrick Cantlay dan berharap Mitchell bisa menaklukkan Power, yang kemarin sukses menaklukkan Cantlay. Jika Im berhasil menang pada partai ketiganya, ia bakal menjalani play-off dengan Power untuk memastikan juara grup.

 

Takumi Kanaya, D2 WGC-Dell Technologies Match Play 2022.
Takumi Kanaya memastikan menang 1-up atas Tony Finau. Foto: Getty Images.

 

”Saya akan melakukan yang terbaik menghadapi Patrick dan berusaha mendapatkan hasil yang bagus. Dia (Cantlay) pemain hebat,” tegas Im.

Sementara itu, mantan pegolf amatir No.1 Dunia Kanaya harus bertarung sengit dengan Finau hingga hole terakhir. Ia sempat kalah 2-down sampai tersisa empat hole, lalu berhasil melakukan pukulan spektakuler, di mana chipping-nya dari rough samping green berhasil masuk di hole 15. Ia kemudian memasukkan birdie dari jarak 1,8 meter untuk menyamakan kedudukan di hole 16, memasukkan putt dari jarak hampir 12 meter di hole 7, dan memastikan kemenangan 1-up di hole 18 dengan par.

”Tony dan saya bermain dengan baik, tapi pada akhirnya saya mendapatkan sedikit keberuntungan dan itulah yang menjadi perbedaan,” ujar pemegang tiga gelar Japan Golf Tour ini. ”Partai itu sangat ketat sampai hole terakhir, tapi saya tidak berhenti berjuang. Bisa keluar sebagai pemenang jelas memberi percaya diri ekstra buat saya dan semoga saya bisa terus main bagus dan membawa momentum ini untuk partai berikutnya besok.”

Lawan Kanaya berikutnya adalah Lucas Herbert, yang meraih kemenangan keduanya pekan ini lewat keunggulan 1-up atas Xander Schauffele. Jika bisa menang, Kanaya masih harus memainkan play-off dengan pegolf Australia tersebut untuk menentukan juara grup. Namun, Schauffele bisa meramaikan persaingan jika ia berhasil menaklukkan Finau di partai terakhir Grup 7 ini.

Keberhasilan Im dan Kanaya ini, sayangnya, tidak diikuti oleh Kim Siwoo. Setelah menaklukkan Daniel Berger pada partai pertamanya, Kim harus mengakui keunggulan bintang Ryder Cup asal Inggris Tyrrell Hatton. Keduanya juga melakoni pertarungan yang sengit sepanjang 18 hole di Austin Country Club itu. Bogey di hole 18 setelah pukulan driver-nya meleset jauh dari fairway terbukti menjadi penentu kekalahan pemegang tiga gelar PGA TOUR asal Korea ini.

Meski demikian, Kim masih berpeluang keluar dari fase grup ini. Pertama, ia mesti menaklukkan Christiaan Bezuidenhout, dengan catatan Berger mengalahkan Hatton. Jika skenario ini terjadi, Kim masih harus memenangkan partai play-off dengan Hatton dan Bezuidenhout.