Tujuh belas pegolf berhasil lolos kualifikasi akhir menuju AIG Women’s Open 2025, yang digelar di Royal Porthcawl, Wales, pada 31 Juli-3 Agustus pekan ini.

Sebanyak tujuh belas pegolf memastikan haknya untuk tampil mengikuti AIG Women’s Open, yang digelar di Royal Porthcawl, Wales pada pekan ini. Mereka menjadi gelombang peserta terakhir yang memastikan haknya untuk mengikuti ajang Major terakhir golf wanita pada musim 2025 ini.

Total 107 peserta bersaing dalam 18 hole di Pyle & Kenfig, yang berada tak jauh dari lokasi penyelenggaraan AIG Women’s Open. Dari jumlah tersebut, hanya 17 pemain yang berhasil bermain under untuk memastikan haknya tampil pada ajang Major ini.

Pegolf berusia 16 tahun Anna Huang menjadi salah satunya. Pegolf yang baru melakoni debut profesionalnya ini meraih menjuarai kualifikasi terakhir ini dengan torehan 4-under 67. Pegolf Kanada ini bahkan sempat mencatatkan skor 6-under dalam sembilan hole pertamanya, sampai akhirnya mendapat dua bogey dan harus puas dengan skor 67.

”Saya puas dengan skor ini. Di sembilan hole pertama saya bermain dengan sabar, tidak meleset memukul ke satu fairway pun dan putting saya selalu masuk. Sebenarnya, saya tidak pernah bermain di lapangan links, jadi butuh waktu beberapa kali melakukan putaran untuk membiasakan diri, tapi sepertinya saya bisa mengatasinya dengan baik,” tutur Huang.

”Saya telah mengikuti U.S. (Women’s) Open tahun ini, jadi ajang pekan ini bakal menjadi kejuaraan Major kedua bagi saya.” — Anna Huang, Kanada.

”Saya telah mengikuti U.S. (Women’s) Open tahun ini, jadi ajang pekan ini bakal menjadi kejuaraan Major kedua bagi saya.”

Sementara itu, pegolf Irlandia Ana Foster berbagi tempat kedua dengan pegolf Thailand Arpichaya Yubol, yang sama-sama menorehkan skor 3-under 68. Foster, yang bermain dalam grup pertama dan memulai kualifikasi pada pukul 06:45 waktu setempat memaksimalkan kondisi lapangan yang lebih ramah untuk menjadi salah satu dari 17 peserta yang menorehkan skor di bawah par.

”Alarm yang berbunyi pukul 4 pagi jelas sesuatu yang berbeda. Namun, begitu melihat pembagian grupnya, saya merasa senang bisa bermain duluan, dengan green yang segar dan kondisi yang lebih tenang. Saya puas bisa memanfaatkan kondisi tersebut dan main lebih awal dan melakukan hal-hal yang sederhana secara efektif, seperti memainkan hole-hole par 5 dengan baik,” jelas Foster.

”Saya pemain cadangan pertama untuk ISPS HANDA Women’s Scottish Open pekan lalu, tapi akhirnya tak bisa bermain di sana. Makanya dari sana saya langsung ke sini pada hari Jumat dan bisa bermain di Pyle & Kenfig pada Sabtu dan Minggu, yang terbukti sangat membantu.

”Kemenangan Maja (Stark) pada U.S. Women’s Open tahun ini adalah hal yang sangat berarti bagi golf di Swedia.” — Meja Ortengren, Swedia.

”Saya pernah mengikuti AIG Women’s Open tahun 2023 di Walton Heath dan pengalaman tersebut sungguh mengagumkan sebagai amatir, tapi sekarang rasanya saya lebih punya rasa percaya diri.”

Hira Naveed asal Australia, Seo Binjoo dari Korea, Morgane Metraux asal Swiss, dan Alessandro Fanali dari Italia juga memastikan mengikuti AIG Women’s Open pekan ini setelah menorehkan skor 2-under.

Adapun pegolf AS Brianna Do, Olivia Cowan, Laura Fuenfstueck, dan Aline Krauter dari Jerman, Lydia Hall asal Wales, Chien Peiyun dari China Taipei, Momoka Kobori dari Selandia Baru, pegolf amatir Swedia Meja Ortengren, Marta Martin asal Spanyol, serta Linnea Strom dari Swedia sama-sama membukukan skor 1-under.

”Bisa mendapat kesempatan bermain dalam ajang Major tentu sangat berarti, dan sekarang saya bersemangat untuk pekan ini. Ini pertama kalinya saya berada di Wales dan selalu ingin bermain dalam ajang Major,” ujar pegolf amatir Ortengren. ”Kemenangan Maja (Stark) pada U.S. Women’s Open tahun ini adalah hal yang sangat berarti bagi golf di Swedia. Dia bahkan menjadi pelatih pada beberapa ajang amatir kami dan kami sangat menikmati bimbingannya.”