Abigail Rhea Soeryo Wiharko melengkapi trio Merah Putih yang akan bersaing pada ajang Women’s Amateur Asia-Pacific pada 12-15 Februari 2026 mendatang.

Abigail Rhea Soeryo Wiharko segera menjadi pegolf asal Bali ketiga yang mengikuti ajang Women’s Amateur Asia-Pacific (WAAP). Pegolf berusia 15 tahun ini bakal tampil dengan mengambil inspirasi dari prestasi Ida Ayu Indira Melati Putri, yang juga merupakan pegolf asal Bali.

Ida Ayu Indira Melati Putri menjadi pegolf Indonesia pertama asal Bali yang mengikuti ajang ini, sekaligus menciptakan prestasi terbaik bagi Indonesia sejak WAAP diselenggarakan pada tahun 2018.

Meski hanya tampil sekali, pegolf yang akrab disapa Mela itu berhasil finis di peringkat T11 pada edisi 2021 yang digelar di Abu Dhabi Golf Club, Uni Emirat Arab. Mela menorehkan skor 75-69-67-70 atau 7-under 281, sembilan stroke di belakang Mizuki Hashimoto sang juara.

”Saya bangga sekali dengan prestasi Kak Mela. Melihat pegolf asal Bali bisa mencapai hasil terbaik di ajang sebesar ini membuat saya termotivasi dan percaya diri,” tutur Abigail. ”Prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi saya untuk terus berusaha, berlatih lebih keras, dan bermimpi bisa mengikuti jejaknya suatu hari nanti.”

 

Abigail Rhea Soeryo Wiharko 2, Women’s Amateur Asia-Pacific 2026.
Abigail akan bertolak ke Royal Wellington Golf Club dengan bermodalkan, salah satunya, inspirasi dari Ida Ayu Indira Melati Putri, yang mencatatkan finis terbaik bagi Indonesia dengan T11 pada 2021. Foto: Yongki Hermawan.

 

Prestasi Abigail mulai terlihat setelah ia menjuarai Indonesia Junior Premier League 3 dan Kejuaraan Nasional Junior. Lalu ia mulai mewakili Indonesia ke jenjang internasional lewat ajang APGC Junior Championship dan Singapore Junior Golf Championship. Pekan lalu ia berhasil masuk sepuluh besar dengan finis di posisi ke-6 pada 12th Pondok Indah International Junior Golf Championship.

Undangan resmi untuk mengikuti WAAP jelas menjadi kejutan yang berarti baginya.

”Sejujurnya, saya baru mulai menyadari bobot dan gengsi WAAP belakangan ini. Saya juga mulai mengikuti informasi terkait ajang ini saat mengikuti turnamen di Pondok Indah pekan lalu, jadi saya mengetahui betapa pentingnya turnamen tersebut,” tutur pegolf yang kini duduk di peringkat 725 pada World Amateur Golf Ranking ini (WAGR).

”Awalnya, saya tidak menyangka bisa mendapat undangan dari pihak WAAP dan sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam turnamen sebesar ini karena ini kesempatan yang sangat besar dan bisa menjadi pengalaman yang luar biasa buat saya.”

WAAP memang sengaja dihadirkan oleh Asia-Pacific Golf Confederation dan The R&A sebagai langkah strategis pengembangan dan peningkatan level kompetisi bagi para pegolf wanita di wilayah Asia Pasifik. Ajang ini juga kerap memberikan pengalaman yang mengubah kehidupan lantaran sang pemenang juga mendapat kesempatan untuk mengikuti tiga ajang Major dan serangkaian turnamen papan atas lainnya.

 

Ida Ayu Indira Melati Putri, Women’s Amateur Asia-Pacific 2021.
Ida Ayu Indira Melati Putri menerima hadiah setelah mencatatkan salah satu skor terbaik putaran ketiga (67) pada edisi 2021. Foto: The R&A.

 

Selain mengikuti AIG Women’s Open di Royal Lytham & St Annes, sang pemenang juga berhak bertanding pada ajang The Chevron Championship di Amerika Serikat dan The Amundi Evian Championship di Perancis. Ia juga berhak mengikuti ajang Hana Financial Group Championship pada kalender KLPGA Tour, ISPS HANDA Women’s Australian Open pada kalender Ladies European Tour, The 123rd Women’s Amateur Open, serta Augusta National Women’s Amateur.

Kepastian bergabungnya Abigail dengan Bianca Naomi Amina Laksono dan Gemilau Joanne Kurnia juga memiliki makna yang lain. Pegolf muda ini menjadi pegolf Bali ketiga yang bisa mengikuti WAAP. Selain Mela, Meva Schmit, juga sempat mencatatkan prestasi membanggakan ketika ia finis T21 dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang bermain penuh pada edisi 2022 di Siam Country Club, Thailand.

Edisi ke-8 akan dilangsungkan di Royal Wellington Golf Club, di Selandia Baru pada 12-15 Februari 2026. Meskipun bukan lapangan berkarakter links course, lapangan ini dikenal sebagai lapangan kejuaraan yang sulit, dengan angin kencang, serta fairway dan green yang keras dan licin.

”Saya mempersiapkan diri dengan fokus meningkatkan kualitas permainan secara keseluruhan agar bisa beradaptasi dengan kondisi lapangan yang menantang. Saya juga berusaha menjaga konsistensi, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperkuat mental saat bermain di kondisi yang sulit. Selain itu, saya tetap menjaga kesehatan dan fokus dalam latihan agar bisa tampil maksimal di bulan Februari nanti,” tegas Abigail.

Edisi ke-8 ini dipastikan diikuti sejumlah pegolf papan atas. Setidaknya, 13 pegolf yang ada di jajaran 50 besar dunia dan 26 dari jajaran 100 besar dunia berdasarkan WAGR akan meramaikan persaingan. Pegolf No.12 Dunia Oh Soomin asal Korea dan No.15 Dunia Rianne Malixi asal Filipina akan menjadi pegolf dengan peringkat tertinggi yang akan tampil. Selain itu, juara bertahan Jeneath Wong asal Malaysia juga dipastikan tampil.