Anggota termuda tim Indonesia pada Women’s Amateur Asia-Pacific, Abigail Rhea Soeryo Wiharko, siap melakoni debutnya di Royal Wellington Golf Club, Kamis (12/2) besok.

Usianya mungkin baru 15 tahun. Namun, Abigail Rhea Soeryo Wiharko telah mencatatkan dua kemenangan beruntung pada Kejuaraan Nasional Junior Indonesia ketika ia sukses mempertahankan gelarnya pada bulan Januari lalu. Berbekal tiga kemenangan lainnya pada kalender World Amateur Golf Ranking (WAGR), pegolf asal Bali ini berharap bisa menimba pengalaman berarti ketika Women’s Amateur Asia-Pacific (WAAP) dimulai Kamis (12/2) besok.

Sadar bahwa peringkat WAGR-nya masih kalah dibanding kakak-kakaknya, pegolf yang akrab disapa Abby ini tidak pernah bermimpi bisa mengikuti turnamen sekaliber WAAP. Bahkan ia tidak pernah mengira ada ajang seprestisius ini, yang bakal memberikan tiket emas untuk mengikuti tiga kejuaraan Major wanita—AIG Women’s Open, The Amundi Evian Championship, dan Chevron Championship.

”Sejujurnya, saya baru mulai menyadari bobot dan gengsi WAAP belakangan ini. Saya juga mulai mengikuti informasi terkait ajang ini saat mengikuti turnamen di Pondok Indah (bulan Desember 2025 lalu), jadi saya mengetahui betapa pentingnya turnamen tersebut,” aku Abigail.

”Awalnya, saya tidak menyangka bisa mendapat undangan dari pihak WAAP dan sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam turnamen sebesar ini karena ini kesempatan yang sangat besar dan bisa menjadi pengalaman yang luar biasa buat saya.”

Pengalamannya mengikuti Indonesia Women’s Open akhir Januari lalu juga memberinya bekal yang berarti. Meskipun kala itu ia hanya bisa membukukan dua skor 76 dan gagal melangkah ke putaran final, kesempatan bertanding dengan para pegolf profesional turut membuka matanya.

 

Abigail Rhea Soeryo Wiharko dan Jeff Ogden, Women’s Amateur Asia-Pacific 2026.
Abigail Rhea Soeryo Wiharko akan mendapatkan wawasan dari sang pelatih Jeff Ogden (kiri) yang juga berstatus sebagai kedi profesional pada Ladies European Tour. Foto: Daniel Pockett/R&A.

 

”Saya masih harus meningkatkan pukulan-pukulan approach. (Waktu itu) pukulan saya masih banyak yang meleset karena belum cukup konsisten untuk memenuhi green in regulation, jadi ini yang akan menjadi fokus utama saya untuk bisa tampil maksimal di Selandia Baru pekan ini,” sambung pegolf yang pekan ini ditemani oleh pelatihnya, Jeff Ogden, sebagai kedi. Ogden sendiri juga berstatus kedi profesional dan berkali-kali menemani pegolf di kancah Ladies European Tour.

Pekan ini, Abigail akan bersaing dengan sederet pegolf top dunia, seperti Oh Soomin asal Korea yang kini berstatus No.11 Dunia, Rianne Malixi asal Filipina yang duduk di peringkat 21, serta sang juara bertahan Jeneath Wong dari Malaysia. Toh pegolf remaja ini tidak gentar menghadapi tantangan tersebut.

Abigail mengaku termotivasi prestasi Ida Ayu Indira Melati Putri, yang selama ini memegang rekor penampilan terbaik Indonesia ketika ia finis T11 saat WAAP digelar di Dubai pada tahun 2021 lalu.

”Saya bangga sekali dengan prestasi Kak Mela. Melihat pegolf asal Bali bisa mencapai hasil terbaik di ajang sebesar ini membuat saya termotivasi dan percaya diri,” tuturnya lagi.

”Saya cukup yakin dengan diri saya. Menurut saya, bisa menerima undangan untuk ajang seprestisius ini menunjukkan kalau permainan saya sebenarnya cukup bagus. Tapi saya juga sadar kalau saya mesti beradaptasi dengan cuaca, kondisi lapangan, dan rumputnya.”

 

Bianca Naomi Amina Laksono, Women’s Amateur Asia-Pacific 2026.
Bianca Naomi Amina Laksono mendapat pelajaran penting dari penampilannya pada Indonesia Women’s Open akhir Januari lalu. Foto: Daniel Pockett/R&A.

 

Bukan hanya Abigail yang mendapat pelajaran berharga dari Indonesia Women’s Open. Pegolf berusia 21 tahun Bianca Naomi Amina Laksono juga turut mendapatkan pengalaman menghadapi para pegolf profesional bulan Januari itu.

Seperti halnya Abigail, Bianca juga segera menjalani penampilan perdananya pada ajang yang juga memberi tiket untuk mengikuti The Women’s Amateur Championship dan Augusta National Women’s Amateur bagi sang pemenang ini. Dan pengalamannya bulan lalu membuatnya memilih target realistis pada pekan ini.

”Target saya realistis … saya ingin memainkan permainan saya sendiri, tetap fokus, dan meminimalkan kesalahan. Saya ingin menikmati kesempatan ini karena dalam beberapa pekan terakhir rasanya saya belum benar-benar menikmati permainan saya,” ujar pegolf yang kini berkuliah pada Universitas Padjadjaran ini.

”Melihat penampilan saya waktu itu, saya kira putting, terutama membaca green, menjadi aspek yang paling krusial untuk saya perbaiki. Waktu itu banyak peluang birdie yang akhirnya terbuang sia-sia.

”Mempertimbangkan kondisi lapangan yang tidak biasa buat saya, saya yakin bisa belajar banyak dari kesempatan ini.”

Gemilau Joanne Kurnia dan Thea Jessica Tan melengkapi kuartet Indonesia di Royal Wellington Golf Club pekan ini.