Jim McCabe menjelaskan mengapa THE PLAYERS Championship merupakan ajang yang diciptakan untuk sang juara dan menjadi standard emas pada kompetisi PGA TOUR.

Oleh Jim McCabe.

Dengan latar belakang kompetisi golf mingguan yang memiliki label serupa—turnamen, kejuaraan, undangan, klasik, atau terbuka—hanya ada satu ajang yang menonjol akibat kata-kata pertama pada namanya.

THE PLAYERS.

Semuanya ditulis dengan huruf kapital.

”Ini kejuaraan kami,” ujar Jordan Spieth.

”Bagi saya, THE PLAYERS adalah THE PLAYERS. Semua orang mengetahuinya sebagai ajang besar; semua orang tahu ini layaknya Major,” ujar Justin Thomas. ”Setiap orang di lapangan akan merasa sangat, sangat puas dengan mengangkat trofi pada akhir pekan.”

 

K.J. Choi, Juara THE PLAYERS 2011.
Juara THE PLAYERS 2011 menjadi salah satu nama yang menjuarai ajang bergengsi ini tanpa pernah menjadi No.1 Dunia. Foto: Getty Images.

 

Jason Day menambahkan, ”Perasaan (istimewa) tersebut dan sejarah panjang di belakangnya.”

Ketika Anda berfokus pada ”perasaan tersebut” dengan THE PLAYERS, yang dimaksud sebenarnya mencakup tiga elemen. Satu, ajang ini dimainkan di panggung yang sama setiap Maret, THE PLAYERS Stadium Course di TPC Sawgrass, di Ponte Vedra Beach.

Dua, ajang ini menampilkan para peserta terbaik dalam olahraga golf. Dan tiga, keunikan lapangan golf yang didesain Pete Dye—”Formulanya sangat sederhana di sini,” ujar Tiger Woods. ”Pukullah dengan baik.”—tidak memihak para pemukul jauh melebihi pemukul medium, tidak juga menuntut driver, meskipun pukulan yang meleset bakal mendapat penalti yang berat.

Mengenai ”sejarah” di belakang THE PLAYERS, pertimbangkan hal berikut ini. Setelah serangkaian pemain yang mengusung mantra fairway-green—Tim Clark (2010), K.J. Choi (2011), dan Matt Kuchar (2012)—tujuh dari sebelas juara terakhir THE PLAYERS Championship pernah menyandang status No.1 Dunia pada Official World Golf Ranking.

Kita bicara soal Tiger Woods, Martin Kaymer, Day, Rory McIlroy, Justin Thomas, dan Scottie Scheffler (yang juara berturut-turut pada 2023 dan 2024). Masing-masing memiliki serangkaian kemampuan yang memampukan mereka  tak hanya berada jauh dari para pesaing mereka pada THE PLAYERS, tapi juga sepanjang 12 bulan.

Cernalah fakta tersebut untuk sesaat. Anda akan memahami mengapa THE PLAYERS dipromosikan sebagai ajang ”Yang Diciptakan untuk Sang Juara” dan bagaimana ajang ini juga menjadi ”Standard Emas” di level PGA TOUR. Hanya para pemain elite yang paling elite saja yang bisa ikut, jadi tidak heran jika daftar juaranya adalah nama-nama top pada golf profesional—Scheffler, Scheffler, Thomas, dan McIlroy dalam empat dari lima tahun terakhir. Lalu dalam rentang 1990-2004 ketika para pemenangnya termasuk Davis Love III (2x), Woods, Steve Elkington (2x), Lee Janzen, Fred Couples, Justin Leonard, David Duval, Hal Sutton, dan Nick Price.

 

Adam Scott, Minwoo Lee, Jason Day, THE PLAYERS Championship.
Trio Australia (ki-ka) Adam Scott, Minwoo Lee, dan Jason Day menikmati kunjungan ke TPC Sawgrass. Foto: Getty Images.

 

Dan yakinlah, mereka yang akan hadir pada THE PLAYERS Championship tahun ini pada 13-16 Maret sepakat pada hal-hal yang mengalir dalam semangat kompetitif mereka.

”Saya kira memang istimewa bagi kami sebagai anggota PGA TOUR karena ini turnamen kami. Ini ajang premium kami,” ujar Scheffler. ”Di sinilah rumah PGA TOUR dan bagi kami, saya kira ini menjadi tempat istimewa untuk kembali dikunjungi tiap tahun (di mana) kami bisa bermain di lapngan ini dan bersaing dengan para pemain terbaik di dunia dan terbaik pada PGA TOUR.”

Trofi yang akan diberikan kepada pemenangnya merupakan trofi emas murni berwujud pegolf yang melakukan ayunan club-nya. Jika merasa melihat figur mantan juara THE PLAYERS pada trofi ini, hal itu jelas memang beralasan.

Tiffany & Co menggunakan proses yang disebut ”electroforming” yang tak hanya mengagumkan, tapi juga menjadi kesaksian untuk menghormati para juaranya. Hingga 2018, pada tahun trofi ini diciptakan, sudah ada 38 juara THE PLAYERS. Melalui pemodelan computer, para desainer menyatukan aspek-aspek dari tiap juara tersebut, dari Jack Nicklaus (1973) hingga Webb Simpson (2018).

Bahwa trofi ”Figur Emas” ini menjadi milik McIlroy setelah skor total 16-under 272 miliknya mengalahkan Jim Furyk tahun 2019 terasa amatlah pantas. Sebab pegolf Irlandia Utara ini sempat mengungkapkan bahwa kariernya tidak akan lengkap tanpa menjuarai THE PLAYERS.

 

Justin Thomas, THE PLAYERS Championship.
Justin Thomas menjadi salah satu Juara THE PLAYERS yang sempat menyandang status No.1 Dunia. Foto: Getty Images.

 

Bahwa Thomas (2021) dan Scheffler (2023, 2024) juga membawa pulang trofi ”Figur Emas” ini sejak saat itu membuktikan bahwa pemain terbaik tampil ketika THE PLAYERS Stadium Course menyediakan panggungnya.

Oh ya, soal panggungnya. THE PLAYERS Stadium Course di TPC Sawgrass menjadi tuan rumah The players untuk pertama kalinya pada tahun 1983. Kecintaan pada fitur air dan desain Pete Dye yang menggoda itu telah bergema dengan lebih membangkitkan hasrat dari tahun ke tahun.

”Saya selalu menyukai lapangan ini,” ujar pegolf Australia, Adam Scott, yang menang di sini tahun 2004. ”Saya pikir ini lapangan turnamen yang luar biasa.”

Meskipun panjangnya mencapai 6.675 meter (7.300 yard), THE PLAYERS Stadium Course tak menuntut Anda untuk selamanya memukul jauh dari atas tee atau mengandalkan permainan kekuatan. Sebaliknya, seorang pemain mesti mengatur jalur permainannya sepanjang fairway yang berputar-putar dan menghindari bunker yang mengerikan, yang secara strategis diposisikan di lapangan ini.

Bahkan Woods, yang dianggap sebagai pemukul paling solid sepanjang sejarah, awalnya kesulitan memahami nuansa lapangan ini.

”Lapangan ini menjadi satu karya Pete yang disiapkan untuk mengintimidasi Anda secara visual. Anda mesti mengatasi bagian tersebut,” ujar Woods, yang mengikuti THE PLAYERS untuk pertama kalinya tahun 1997, tapi baru bisa meraih kemenangan pertama dalam lima penampilannya, yaitu tahun 2001. ”Menurut saya, kita semua harus menerima bahwa Anda mesti melakukan pukulan-pukulan yang bagus (tapi) mendapatkan pantulan bola yang aneh dan posisi yang sangat, sangat tak biasa.”

 

Scottie Scheffler, Juara THE PLAYERS 2023, 2024.
Scottie Scheffler berpeluanga mengikuti jejak Jack Nicklaus, sekaligus menjadi pegolf pertama yang menjuarai THE PLAYERS tiga kali berturut-turut. Foto: Getty Images.

 

 

Woods, yang menjuarai U.S. Amateur di lapangan ini, telah berdiri di dan sekitar bunker yang menantang kreativitasnya. Toh ia mengaku mereka yang secara mental siap untuk mengatasi rintangan-rintangan di sini adalah mereka yang pernah main bagus di lapangan ini.

Dan siap secara mental juga berarti memiliki kemampuan untuk menenangkan diri ketika melangkah ke tee di green pulau hole 17. Bisa dibilang inilah hole par 3 yang paling sering dibicarakan. Hole ini bisa dianggap mudah di kalangan pegolf profesional elite, yang membutuhkan pukulan 9-iron atau wedge dari jarak, kira-kira 125 meter.

”Kadang, ketika berdiri di sana saat putaran Latihan, Anda berpikir, ’Bagaimana orang bisa meleset memukul ke green?’” ujar Scheffler. ”Lalu Anda ke sana dan mulai menghadapi pukulan dan merasa, ’Astaga, angin berembus dari kanan,’ dan (mendadak Anda sadar) hole ini jauh lebih sulit saat pertandingan ketika saat latihan.”

Jadi, ya, hole 17 ini bisa sangat menakutkan. Pukulan yang menguji nyali, yang telah meruntuhkan impian banyak pemain. Namun, tahukah Anda? Scheffler, yang bisa menjadi pegolf pertama yang menjuarai THE PLAYERS tiga kali berturut-turut, tak ingin berada di tempat lain pada bulan Maret. ”Selalu berasa istimewa,” ujarnya. ”Anda besar dengan menonton turnamen ini dan bisa berada di sini dan mengikuti ajang ini menjadi sebuah pengalaman yang istimewa.”

Pegolf No.1 Dunia ini akan Kembali mendapat kesempatan pada bulan Maret ini. Cuma ia akan ditemani oleh banyak pemain lain, sekitar 100 pemain terbaik juga akan hadir. Jelas ini merupakan sebuah standard emas.