Amira Ajda Khairunnisa Permadi mencatatkan prestasi terbesar dalam karier golfnya dengan menjadi pegolf Indonesia termuda yang meraih poin WAGR usai menjuarai IJG Premier League 7 di Riverside Golf Club.
Keberanian Amira Ajda Khairunnisa Permadi dalam bertanding di Divisi B ternyata tepat. Dalam usia 11 tahun dan 126 hari ia menjadi pegolf Indonesia termuda yang berhasil meraih poin pada World Amateur Golf Ranking (WAGR) menyusul kemenangannya pada ajang IJG Premier League 7, yang berlangsung di Riverside Golf Club.
Bermain dalam tiga putaran memang bukan hal baru baginya. Ia sempat mengikuti kompetisi tiga putaran ketika masih berusia 10 tahun. Namun, di kancah Indonesian Junior Golf, debutnya dalam ajang 54 hole baru ia lakoni pada IJG Premier League 4. Kala itu ia finis sendirian di tempat ke-4 dalam klasemen keseluruhan IJG Premier League 4, yang berlangsung di Semarang Royale Golf bulan Juni lalu. Dan dua bulan kemudian, berbekal permainan yang solid, Amira menjadi satu-satunya pegolf yang mampu bermain even par dalam dua putaran pertama di Riverside Golf Club.
Permainannya pada putaran pertama menunjukkan kedewasaan yang jauh melampaui usianya. Sempat bermain 4-over dalam delapan hole pertamanya, ia berhasil bangkit dan mengemas empat birdie.
Lalu pada hari kedua, kalau saja tidak gara-gara double bogey yang tercipta di hole 8, ia bisa saja bermain under. Sepanjang 18 hole kedua di lapangan karya Greg Norman itu, Amira mengemas 6 birdie dengan 4 bogey serta double bogey untuk skor total even par 144.
Berbekal keunggulan tujuh stroke dari Juara IJG Premier League 2 Isabella Sudarmanto, serta kemampuannya untuk mempertahankan fokus, Amira akhirnya memastikan kemenangan terbesar dalam karier golfnya yang masih cukup muda ini.

Langkahnya memang tidak mulus. Sempat bermain 1-under dalam dua hole pertama, yang ia mulai dari hole 14, ia harus memainkan lima hole berikutnya dengan catatan 4-over. Kemampuannya untuk kembali fokus jelas menjadi modal yang sangat penting.
”(Sepanjang putaran final ini) saya hanya berusaha untuk fokus pada diri sendiri agar tidak terdistraksi oleh pemain lain dan supaya tidak langsung kecewa setelah melakukan kesalahan,” jelasnya.
Hasilnya, ia berhasil menambah koleksi birdie-nya dari hole 3 dan 5, yang kian meringankan langkahnya. Meski harus menutup putaran final dengan skor 76, skor total 4-over 220 memberinya kemenangan 11 stroke dan poin WAGR pertama dalam kariernya.
”Saya merasa sangat senang dan bersemangat bisa menjuarai IJG Premier League 7. Ini juga pertama kalinya saya memenangkan Best Gross Overall dan mendapatkan poin WAGR,” tuturnya.
”Setelah ini saya ingin memenangkan lebih banyak turnamen dan meraih lebih banyak poin WAGR. Saya juga berharap bisa menjadi pegolf profesional ketika dewasa nanti, jadi kemenangan ini mungkin menjadi awal menuju ke jenjang tersebut”

Gelar IJG pertama bagi Noah
Sementara itu, Francesco Jacob Noah Hartono meraih kemenangan pertamanya di panggung Indonesian Junior Golf. Pegolf asal Yogyakarta ini menjadi satu-satunya peserta yang mampu bermain under, setelah pada putaran final ia mengemas skor 3-under 69 untuk memastikan kemenangan dengan skor total 2-over 218 atau delapan stroke lebih baik daripada pesaing terdekatnya, Fadhlan Azzam Atmajah.
Pegolf yang akrab disapa Noah ini menampilkan grafik permainan yang meningkat dalam tiga putaran yang ia mainkan.
”Untuk hari pertama saya lebih berusaha untuk mengenal lapangannya karena memang hanya sekali melakukan putaran latihan,” jelasnya, mengacu pada tiga birdie dengan tujuh bogey yang menghias kartu skornya pada putaran pertama itu.
Lalu pada hari kedua, ia berhasil bermain tiga stroke lebih baik berkat catatan birdie yang lebih banyak, yaitu empat birdie. Satu-satunya kekecewaannya terjadi di hole 9 par 5, lantaran mendapat double bogey.
”Hari kedua saya mulai berusaha untuk bermain lebih bagus lagi, tapi memang beberapa kali putting saya tidak masuk,” sambungnya lagi. ”Dan hari ketiga karena posisi pin-nya terlihat mirip dengan hari pertama sehingga membuat saya merasa lebih yakin dan bermain lebih agresif.

”Kunci bermain di sini, tee off memang harus lebih teliti karena ada banyak pohon di sini, jadi kalau meleset dari fairway sebaiknya berusaha untuk mengeluarkan bola saja.”
Setelah memainkan sembilan hole pertamanya—ia memulai putaran final dari hole 15—dengan even par berkat dua birdie dan dua bogey, Noah menambah catatan birdie-nya dari hole 6, 8, dan 10 dan memainkan empat hole terakhirnya dengan even par untuk menutup putaran final dengan skor 69.
”Yang nomor satu pastinya senang (bisa meraih kemenangan). Juga karena latihan yang selama ini saya lakukan bisa membuahkan hasil berupa kemenangan ini,” ujarnya. ”Saya ingin bisa memenangkan lebih banyak turnamen, tentunya dengan target seperti ini saya harus lebih rajin latihan lagi.”
Lima Besar Klasemen Akhir Kelompok Putri
220 – Amira Ajda Khairunnisa Permadi 72-72-76
231 – Isabella Sudarmanto 79-72-80
240 – Redlichlein Revieve Hanslkie 81-78-81
241 – Anna Grace Sunarno 85-75-81
243 – Maureen Shavelle Yose 81-82-80
Lima Besar Klasemen Akhir Kelompok Putra
218 – Francesco Jacob Noah Hartono 76-73-69
226 – Fadhlan Azzam Atmajah 76-73-77
229 – Abraraza Adriano Musyanif 80-77-72
232 – Benaya Karan 79-78-75, Jeremiah Alessandro Siahaan 73-79-80

