An Byeonghun menjuarai LECOM Suncoast Classic sebagai kemenangan pertamanya sejak tahun 2015.
Veteran PGA TOUR asal Korea An Byeonghun akhirnya mewujudkan kemenangan yang lama ia nantikan. Meskipun tidak di panggung PGA TOUR, gelar LECOM Suncoast Classic yang ia menangkan kemarin (20/2) menjadi gelar pertama yang ia raih pada sebuah ajang yang diakui oleh PGA TOUR.
Ia menyebut permainannya biasa-biasa saja pada dua putaran terakhir itu, namun setelah bermain 4-under 67 pada hari Sabtu, An menorehkan skor 2-under 69 untuk memastikan kemenangan dengan skor total 17-under 267 yang memberinya keunggulan satu stroke atas empat pemain lainnya.
”Hari yang panjang,” ujar An. ”Saya berjuang sepanjang hari. Hole terakhir itu agak kurang beruntung, beruntung dan kurang beruntung pada saat yang sama, tapi saya bisa menuntaskan pekerjaan kali ini dan itulah yang mesti dilakukan. Ada banyak putt yang meleset hari ini, tapi saya berjuang keras dan bermain cukup bagus untuk bisa menang.
”Akhirnya, saya sadar bahwa saya tak perlu bermain sempurna selama empat hari. Saya mengalami hari yang biasa-biasa saja kemarin dan hari ini, dan masih bisa menang. Hal ini menambah rasa percaya diri saya.”
An menjadi salah satu dari beberapa pemain yang sempat sama-sama berada di posisi teratas pada putaran final itu. Namun, birdie dari jarak sekitar 18 meter di hole 16 par 4, yang menjadi hole tersulit sepanjang putaran final di Commander Course di Lakewood National Golf Club itu memberinya keunggulan dua stroke dari para pesaingnya.
”Mengejutkan,” komentar An. ”Tapi pada saat yang sama, sudah semestinya putt itu masuk sehingga membuat saya merasa sedikit lega. Ada banyak putt pendek yang meleset hari ini (kemarin), jadi putting saya sebenarnya sedang tidak bagus. Saya memukul sedikit terlalu keras dan berbelok sedikit ke kanan … dan kemudian belok ke kiri lagi dan akhirnya masuk ke lubang. Saya pikir begitulah golf. Anda meleset hampir pada semua putt dan secara sempurna yang satu itu berhasil masuk dan akhirnya membantu saya melakukan pukulan yang bagus di hole berikutnya juga. Sepertinya, pikiran saya meledak karena banyak putt yang meleset sepanjang hari, tapi yang satu itu masuk. Begitulah golf.”
Setelah par di hole 17, pukulan tee An berhenti di atas daun-daun pinus dan semak-semak di sisi kanan fairway hole 18. Pukulan approach-nya juga justru masuk green dan gagal memasukkan putt 3 meter. Bogey di sana membuatnya harus puas dengan 17-under.
”Saya gugup,” ujar An menyinggung pukulan tee yang meleset di hole 18 itu. ”Swing saya buruk sekali.”
Dengan pimpinan 54 hole Michael Gellerman mencatatkan birdie di hole 17, posisinya dengan An sama-sama ada di angka 17-under. Sementara rekan bermainnya, Ben Griffin dan MJ Daffue, juga punya peluang untuk menyamakan skor di hole 18. Gellerman sendiri hanya butuh dua putt dari jarak sekitar 10 meter untuk memaksakan play-off dengan An. Celakanya, ia justru harus melakukan empat putt sehingga akhirnya harus puas berbagi tempat kedua dengan Griffin, Daffue, Scott Harrington, dan pegolf Korea lainnya, Kim Seonghyeon.
”Saya beberapa kali nyaris menang pada ajang PGA TOUR, dan orang-orang masih bertanya-tanya kenapa saya bermain di sini (Korn Ferry Tour),” jelas An, yang sejauh ini telah tiga kali finis di tempat kedua pada ajang PGA TOUR. ”Saya mungkin tidak memiliki tahun yang bagus, tapi bisa menang lebih awal pada musim ini saya pikir akan sangat membantu. Target saya ialah mendapatkan kembali kartu PGA TOUR, tapi seluruh anggota tim saya—pelatih, manajer, dan istri saya—semua uakin dan saya pikir saya bisa melakukan hal yang jauh lebih baik lagi.”
An memang terpaksa bermain di kancah Korn Ferry Tour setelah ia kehilangan kartu PGA TOUR pada musim lalu. Ia harus finis di peringkat 164 pada klasemen FedExCup 2020-2021 dan kemudian berada di luar 25 besar pada Korn Ferry Tour Final 2021.
Kemenangan kali ini menjadi gelar pertamanya setelah terakhir meraih kemenangan pada tahun 2015. Kala itu ia menjuarai BMW PGA Championship pada DP World Tour, yang sebelumnya bernama European Tour, sertat Shinhan Donghae Open pada Korean Tour.
Bersama sang istri, Hee Jae (disapa Jamie), ia juga mendapat putra pertama yang mereka namakan Sunwoo Stanley. Putra kedua mereka juga lahir pekan ini sehingga mereka kemudian merayakan kelahiran itu sebelum bertolak dari Orlando, Florida ke Lakewood Ranch.
”Mustahil bagi kami berdua menuju ke sini. Syukurlah pekan ini mertua saya ada di Orlando dan mereka bisa merawat (Sunwoo) dan pekan ini terasa seperti masa-masa lalu. Semuanya berjalan dengan baik. Bisa makan malam tiap hari dengan istri saya tentu menyenangkan … sulit digambarkan, tapi rasanya sangat rileks dan tenang. Sungguh pengalaman menyenangkan bisa ditemani olehnya di sini.”
An berniat untuk mengikuti Monday Qualifying untuk bisa bertanding pada ajang The Honda Classic, salah satu ajang PGA TOUR favoritnya. Bersama sang istri, mereka akan menuju West Palm Beach, Florida dengan kendaraan yang layak dikemudikan seorang juara, Lamborghini Urus.
”Anda harus memainkan permainan golf terbaik untuk bisa lolos (kualifikasi),” ujar An. ”Akan sangat bagus jika bisa lolos, dan kalau tidak, saya akan menikmati jeda selama tiga pekan.”
Kemenangan ini melambungkan peringkat An pada Korn Ferry Tour Regular Season dari posisi 84 ke peringkat 5. Korn Ferry Tour baru akan melanjutkan kompetisinya pada 17 Maret lewat ajang Chitimacha Louisiana Open presented by MISTRAS di Le Triomphe Golf and Country Club, di Broussard, Louisiana.


