Tom Kim kembali ke Rocket Mortgage Classic, ajang yang memastikannya meraih kartu PGA TOUR pada 2022 lalu.
Oleh Madison Paige.
Rocket Mortgage Classic merupakan turnamen yang istimewa bagi bintang golf baru asal Korea, Tom Kim. Tahun lalu, pegolf berusia 21 tahun ini meraih kartu PGA TOUR dengan finis sendirian di peringkat 7. Ia finis delapan stroke di belakang sang juara, Tony Finau, setelah membukukan skor putaran final 63. Kala itu ia berstatus anggota khusus temporer. Sepekan kemudian dengan penampilan memukaunya, dunianya sepenuhnya berubah ketika meraih kemenangan pertamanya pada ajang Wyndham Championship.
Kembali ke Detroit Golf Club pekan ini jelas membangkitkan sejumlah kenangan indah itu. Dan Kim menikmati kesempatan untuk menantang meraih gelar ketiganya di Amerika.
”Ajang ini punya tempat yang istimewa dalam hati saya karena di sinilah saya mewujudkan impian saya,” tutur Kim dalam wawancara hari Rabu (28/6) kemarin. ”Saya ingat skor saya pas untuk lolos cut, dan saya mendapatkan akhir pekan yang sangat bagus yang memberi sepuluh besar untuk mengamankan kartu (PGA TOUR) saya.
”Kenangan yang laur biasa. Senang bisa kembali ke ajang yang sebelumnya tidak bisa saya sesuaikan tiap pekannya, jadi pekan ini relatif lebih mudah dan semoga saya bisa mendapatkan pekan yang lebih baik ketimbang tahun lalu.”
”Saya mendapat awal yang sangat bagus tahun ini dan mengalami pasang surut juga pada musim ini, tapi jelas T8 pada U.S. Open benar-benar sedikit mengembalikan rasa percaya diri saya.”
Kim telah menjadi salah satu bintang baru PGA TOUR dalam setahun terakhir. Ia turut bersinar tatkala membela Tim Internasional pada Presidents Cup bulan September 2022 lalu, sebelum kemudian mengangkat gelar PGA TOUR Keduanya pada ajang Shriners Children’s Open, di mana ia mengalahkan Patrick Cantlay dalam duel satu lawan satu bulan Oktober itu.
Selain kemenangannya pada ajang Shriners itu, Kim telah empat kali finis di sepuluh besar pada musim ini—T5 pada Sentry Tournament of Champions, T6 pada The American Express, T7 pada Zurich Classic of New Orleans, dan T8 pada U.S. Open—dan kini menempati peringkat 18 pada klasemen FedExCup.
”Saya mendapat awal yang sangat bagus tahun ini dan mengalami pasang surut juga pada musim ini, tapi jelas T8 pada U.S. Open benar-benar sedikit mengembalikan rasa percaya diri saya,” tutur Kim, yang akan memainkan dua putaran pertama bersama juara Travelers Championship pekan lalu Keegan Bradley dan Collin Morikawa.
Kim jelas kini menjadi lebih kuat berkat latihan kebugarannya pada tahun ini. Kecepatan clubhead-nya juga meningkat dan membuatnya lebih sering memainkan short iron ke green. ”Memang tahun ini saya lebih banyak mencurahkan waktu di pusat kebugaran dan kecepatan saya meningkat. Up-and-down saya tahun in memainkan peranan penting. Jelas mendapat kecepatan yang besar dalam waktu yang relatif singkat, posisi saya pun banyak berubah dalam kurun waktu belakangan ini,” jelas Kim.
”Saya masih berada pada tahap awal karier saya, jadi bisa berada di antara para pegolf top benar-benar membantu saya.”
”Perubahannya memang tidak benar-benar besar sekali, tapi jelas dalam jangka panjang cara saya menempuhnya rasanya bakal memberikan manfaat besar buat saya!”
Pekan lalu ia genap berusia 21 tahun. Kala itu ia merayakan momen istimewanya tersebut dengan pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler, yang juga berulang tahun pada hari yang sama. Keberadaannya pada PGA TOUR membuatnya bisa belajar dari para pegolf top, seperti Scheffler, Rory McIlroy, dan Jordan Spieth selagi mengukuhkan dirinya di antara para pegolf top dunia.
”Akhirnya saya berusia 21 tahun. Saya tidak pernah mengira bisa sampai di sini,” ujar Kim, yang kini berperingkat 24 dunia. ”Tentunya saya dan Scottie punya hubungan yang luar biasa. Benar-benar keren rasanya bisa dekat dengan mereka yang berada di jajaran atas peringkat dunia dan FedExCup. Anda bisa belajar banyak. Saya menanyai dia banyak hal. Dan Scottie cukup baik memberi tahu saya banyak hal soal golf dan bahkan hal-hal di luar lapangan, tapi bukannya secara cuma-cuma karena dia juga bisa menyulitkan saya (di lapangan)!
”Jelas hal ini membantu karena saya masih perlu belajar banyak. Saya masih berada pada tahap awal karier saya, jadi bisa berada di antara mereka benar-benar membantu saya.”


