Atthaya Thitikul menatap putaran final Simone Asia Pacific Cup 2023 dengan keunggulan lima stroke.

Permainan approach dan putter yang prima menjadi kunci bagi Atthaya Thitikul untuk mencatatkan skor terendah putaran kedua Simone Asia Pacific Cup di Pondok Indah Golf Course. Pegolf berusia 20 tahun ini mencatatkan delapan birdie dengan hanya satu bogey untuk skor total 133 dan keunggulan lima stroke dari Lee Dayeon asal Korea, dan enam stroke lebih baik daripada juniornya, Eila Galitsky.

Setelah mengawali putaran kedua dengan birdie di hole 1 par 4, Atthaya menutup sembilan hole pertamanya dengan menambah empat birdie lagi, yaitu di hole 4, 6, 7, 8, dan 9, yang praktis kian mengukuhkan posisinya. Ia masih kian meninggalkan para pesaingnya setelah menambah birdie di hole 12, 13, dan 15. Bahkan ketika menorehka bogey di hole 17, ia masih tetap kukuh di puncak klasemen dengan 11-under 133.

”Mungkin pukulan approach saya ke green hari ini sangat bagus. Putter saya juga sedang bagus. Saya tahu kalau green di sini sangat sulit, saya tidak terlalu biasa memainkan jenis rumputnya, tapi hari ini saya bermain lebih baik daripada kemarin saat memainkan putter. Saya pikir pukulan approach ke pin sangat bagus hari ini,” jelas pegolf yang telah mengoleksi empat gelar pada Ladies European Tour dan dua kemenangan pada LPGA ini.

”Saya sangat senang bisa bermain dengan sesama pemain Thailand. … kesempatan ini mengingatkan saya pada sejumlah kenangan menyenangkan seperti ketika banyak bermain di Thailand dulu.” — Atthaya Thitikul.

Bermain dalam satu grup yang berisi rekan-rekan senegaranya, Atthaya mengaku bisa menikmati kesempatan yang sudah lama tidak ia rasakan ini. Sejak berkarier pada LPGA, kesempatan untuk bisa bermain dalam satu grup Thailand menjadi hal yang langka. Bahkan sebelum pekan ini, ia hanya sempat bermain bersama Jaravee Boonchant, yang menjadi rekan satu timnya pada pekan ini.

Meski demikian, dengan format stroke play individu sebagai dasar dari kompetisi beregu, permainan prima Atthaya pada putaran kedua tadi terbukti menjadi kunci penting yang membawa tim mereka, Tim Thailand 2, sebagai pimpinan klasemen sementara nomor beregu dengan catatan 10-under.

”Saya sangat senang bisa bermain dengan sesama pemain Thailand. Tahun pertama saya sebagai profesional saya lebih banyak bermain di Thailand karena COVID-19, jadi saya bermain pada Thai LPGA. Setelah itu, saya bermain pada LET dan LPGA sehingga tidak banyak menghabiskan waktu bermain dengan sesama pemain Thailand, jadi kesempatan ini mengingatkan saya pada sejumlah kenangan menyenangkan seperti ketika banyak bermain di Thailand dulu,” jelasnya lagi.

Jaravee mungkin masih belum mengimbangi permainan Atthaya, namun ia juga berhasil memperbaiki catatan skornya pada hari kedua tadi. Satu-satunya hal yang mengecewakan baginya, jelas, triple bogey yang terjadi di hole 7.

 

Jaravee Boonchant, Round 2 Simone Asia Pacific Cup 2023.
Meskipun permainannya masih belum mengimbangi rekan satu timnya, Atthaya Thitikul, Jaravee Boonchant berhasil memperbaiki permainan dengan skor even par 72. Foto: GolfinStyle.

 

”Rasanya permainan saya hari ini lebih baik ketimbang kemarin, tapi saya masih melakukan beberapa kesalahan dan mendapatkan skor yang besar di sembilan hole pertama. Namun, besok saya akan tetap berfokus pada rencana permainan saya dan berusaha main sebaik mungkin serta menyelamatkan beberapa par sambil bermain lebih agresif untuk mendapatkan peluang birdie,” jelasnya.

Pasangan Lee Dayeon dan Lee Soyoung, serta Kim Minsol dan Lee Hyosong untuk sementara berbagi posisi di tempat kedua setelah kedua pasangan itu sama-sama menorehkan 5-under. Sementara duet Hwang Youmin dan Kim Minbyeol berada di posisi keempat klasemen beregu.

Putaran final besok menjadi kesempatan terakhir bagi para penggemar golf di Indonesia untuk menyaksikan langsung kualitas permainan para pegolf LPGA dan bintang regional, yang sangat langka untuk disaksikan secara langsung. Tiket untuk putaran final bisa didapatkan langsung di Pondok Indah Golf Course.