Marty Dou Zecheng berharap bisa kembali bersinar ketika memulai ajang AT&T Byron Nelson Kamis (11/5) ini.

Musim kedua berkiprah di panggung PGA TOUR jelas memberi harapan untuk bisa menempatkan dirinya di antara para pegolf terbaik dunia. Kesempatan untuk bertanding di TPC Craig Ranch, yang kini menjadi rumah baginya membuat Marty Dou Zecheng berharap bisa mengubah peruntungannya ketika ajang AT&T Byron Nelson yang menyediakan total hadiah sebesar US$9,5 juta mulai bergulir hari ini.

”TPC Craig Ranch sudah menjadi rumah bagi saya dan biasanya saya berlatih di sini. Jaraknya hanya 5-6 menit dari rumah. Selain itu, lapangan ini relatif mudah dimainkan dan saya cukup akrab dengannya,” tutur Dou.

Belum lama ini ia juga mengadopsi metode AimPoint dalam membaca green. Metode baru ini jelas menjadi modal penting yang ia harap bisa membantunya mencatatkan skor yang lebih rendah dan lebih konsisten. Baginya konsistensi mendapatkan skor yang rendah sangatlah penting, mengingat PGA TOUR kini memasuki bagian akhir dari musim 2022-2023. FedExCup Playoff juga akan dimulai bulan Agustus mendatang, dan hanya 70 pegolf teratas yang berhak mengikuti rangkaian Playoff itu.

”Putting saya jauh lebih bagus sejak menggunakan AimPoint. Saya tahu kalau beberapa pemain terbiasa menggunakan mata mereka untuk membaca green, dan tidak perlu menggunakan kaki mereka, tapi langkah itu justru berjalan dengan baik buat saya. Putting saya terasa lebih akurat,” jelasnya.

”Sejak menggunakan AimPoint. … putting saya terasa lebih akurat.”

Usai lulus dari Korn Ferry Tour tahun lalu, di antaranya dengan meraih gelar ketiganya di Tour batu loncatan itu, ia memulai musim 2022-2023 pada PGA TOUR dengan cukup meyakinkan. Pada musim gugur lalu, ia dua kali menembus 25 besar. Namun, setelah memainkan 17 turnamen, ia telah delapan kali gagal lolos cut dan saat ini berada di posisi 169 pada klasemen FedExCup. Sementara hanya 125 pegolf teratas yang bisa bermain penuh pada musim depan.

”Saya mendapati sejumlah tantangan dengan swing saya, dan saya merasa kesulitan. Ketika masih di China saya kena Covid dan tidak sepenuhnya pulih ketika memulai tahun ini. Dan setelah bermain pada lebih banyak turnamen, permainan saya masih belum bagus, swing saya tidak mulus, dan saya tidak merasa nyaman,” tutur Dou, yang finis T49 pada ajang Mexico Open in Vidanta dua pekan silam.

”Saya juga merasa sakit di pergelangan tangan kanan ketika melakukan penyesuaian swing. Meski sekarang terasa lebih baik, saya masih belum merasa cukup nyaman. Saya mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian lebih jauh untuk menemukan performa saya. Ketika berlatih di driving range, saya tidak mendapat banyak pukulan yang bagus sehingga memengaruhi rasa percaya diri.”

Ia tak hanya berharap bisa mengamankan kartu PGA TOUR, tapi juga bisa menembus jajaran 50 besar. Dengan turnamen-turnamen yang levelnya telah ditingkatkan, berikut dengan hadiah uang yang jauh berlimpah, Dou berniat untuk tampil maksimal untuk bisa menembus 50 besar, yang menjadi persyaratan untuk bisa mengikuti seluruh turnamen istimewa dari PGA TOUR itu.

”Karier golf itu panjang, dan saya tidak hanya melihat pada satu musim. Anda mesti tetap mengikuti rencana sendiri, semua orang akan bersinar secara berbeda.”

”Saya tahu kalau 50 besar bisa mengikuti ajang-ajang khusus itu … sangat kompetitif. Saya ingin menang untuk membuktikan diri saya, dan targetnya ialah masuk 50 besar. Saya akan fokus untuk bisa menembusnya dan fokus pada tiap pukulan,” sambungnya lagi.

Dou melangkah ke Amerika setelah menikmati sukses di kancah PGA TOUR Series China. Melalui Korn Ferry Tour ia meraih kartu PGA TOUR untuk pertama kalinya pada tahun 2018. Ia mengakui pengalamannya sejauh ini memang jauh dari ideal.

”Ketika pertama kali bermain pada PGA TOUR (2018_, saya masih muda dan saya datang untuk belajar. Tidak masalah kalau kemudian saya kehilanagn keanggotaan dan harus kembali ke Korn Ferry Tour. Musim ini, saya merasakan tekanan yang lebih besar karena saya sudah menyandang status profesional selama lebih dari delapan tahun,” ujarnya.

”Secara teknik, rasanya saya sudah meningkat dan lebih percaya diri. Namun, saya juga merasa cemas ketika tidak bermain dengan baik. Istri saya memberi banyak dukungan, dan saya tetap optimis. Karier golf itu panjang, dan saya tidak hanya melihat pada satu musim. Anda mesti tetap mengikuti rencana sendiri, semua orang akan bersinar secara berbeda.”