Miyu Yamashita memuncaki klasemen putaran kedua AIG Women’s Open menyusul permainan tanpa bogey dengan skor 65.

Setelah mengakhiri putaran pertama dengan skor 68, Miyu Yamashita sempat menegaskan tekadnya, ”Saya pikir besok juga angin bakal menjadi tantangan, tapi saya ingin berusaha sebaik mungkin dan kembali bisa bermain under.” Memanfaatkan kondisi pagi di Royal Porthcawl yang lebih tenang pegolf Jepang ini tampil lebih daripada sekadar bermain di bawah par. Tujuh birdie tanpa bogey membuatnya memuncaki klasemen hari kedua dengan skor total 11-under 133, tiga stroke lebih baik daripada rekan Rio Takeda, senegaranya.

Takeda, yang menjadi salah satu pemuncak klasemen hari pertama bersama pegolf Jepang lainnya, Eri Okayama, juga kembali bermain under setelah mengemas tiga birdie, sebuah eagle, dan dua bogey.

Lindy Duncan (70) asal Amerika, Pajaree Anannarukarn (69) dari Thailand, pegolf Swiss Chiara Tamburlini (69), serta pegolf Jerman Laura Fuenfstueck (70) menempati peringkat ketiga dengan skor total 4-under 139.

Yamashita, yang bermain satu grup bersama Takeda dan Patty Tavatanakit asal Thailand langsung menciptakan dua birdie di dua hole pertamanya, lalu mengemas tiga birdie berturut-turut dari hole 9. Posisinya di puncak klasemen juga kian kukuh setelah ia mencatatkan birdie keenamnya hari itu dari hole 13.

 

Miyu Yamashita, Round 2 AIG Women’s Open 2025.
Tujuh birdie tanpa bogey mengukuhkan posisi Miyu Yamashita sebagai pimpinan klasemen hari kedua AIG Women’s Open 2025 dengan 11-under 133. Foto: The R&A.

 

”Hari ini angin tidak sekencang kemarin, jadi jarak pukul saya ke green lebih akurat. Angin mulai berembus kencang di sekitar hole 14, jadi saya mulai merasa sedikit kesulitan,” ujar pegolf yang telah mengoleksi 13 gelar profesional di kancah JLPGA Tour ini.

Meski begitu, Yamashita masih sanggup menjaga kartu skornya dari bogey, bahkan menciptakan birdie di hole terakhir untuk memperkuat posisinya di puncak klasemen.

Akurasi pukulan tee-nya jelas menjadi salah satu kunci penting untuk menciptakan peluang dari fairway. Ia menjadi salah satu pemain yang sukses mengantarkan bolanya ke 13 dari 14 fairway pada hari kedua. Andrea Lee dan Megan Khang asal AS, serta Kim Hyojoo dari Korea juga melakukannya. Mereka berada di tempat kedua, di belakang Jeeno Thitikul asal Thailand yang mencatatkan 100% pukulan ke fairway.

Meskipun akurasi permainannya solid, Yamashitajuga menyebut sosok John Bennet, yang menemaninya sebagai kedi sebagai sosok yang penting.

 

Rio Takeda, Round 2 AIG Women’s Open 2025.
Meski akurasi pukulan tee-nya mengecewakan, Rio Takeda masi bisa mengakhiri putaran kedua dengan bermain under, termasuk menciptakan eagle di hole 9 dan kini menduduki tempat kedua. Foto: The R&A.

 

”Saya sering mengandalkan dia daripada bermain sendirian dan merasa yakin kalau saya bisa menghadapi tantangan berkat hubungan kepercayaan di antara kami,” ujar pegolf yang membutuhkan 26 putt—rata-rata 27,5 putt dalam dua putaran—untuk mencatatkan skor 65 ini.

”Sampai sekarang sih saya tidak terlalu mengkhawatirkan skor saya. Saya selalu berpikir untuk bersaing di jajaran atas dalam tiap turnamen, dan kerap bertanding dengan pola pikir demikian. Jadi, saya merasa senang melihat skor saya bagus dan peringkat saya ada di atas,” tutur pegolf yang mendapatkan kartu LPGA-nya melalui jalur Qualifying School tahun lalu ini.

Sebagai pemuncak klasemen, Yamashita dipastikan akan memulai putaran ketiganya di grup terakhir. Dan itu berarti ia akan kembali menghadapi tantangan angin. Meski demikian, pegolf yang finis T12 dan T21 dalam edisi 2022 dan 2023 pada ini sudah memiliki strategi tersendiri.

”Dengan angin yang kencang, saya sadar betapa pentingnya mempertahankan irama (swing) sepanjang putaran,” tandasnya.

 

Rio Takeda dan Miyu Yamashita, Round 2 AIG Women’s Open 2025.
Rio Takeda (kanan) dan Miyu Yamashita saling memberi selamat usai kembali bermain under pada akhir putaran kedua AIG Women’s Open. Foto: The R&A.

 

Jika Yamashita menikmati permainan yang nyaris sempurna, Takeda justru mengaku kesulitan memainkan putaran kedua. Sepanjang hari kedua itu, pukulannya hanya mencapai tujuh fairway.

”Pukulan pertama saya hari ini tidak masuk ke fairway, tapi saya masih bisa main under dan mendapatkan birdie dengan baik, jadi saya cukup senang. Pukulan-pukulan saya memang kurang akurat hari ini, tapi saya terus bermain dan berharap bisa lekas memperbaikinya,” tutur Takeda.

Meski demikian, eagle di hole 9 itu jelas menjadi sorotan permainannya.

”Putt eagle itu berhasil saya masukkan karena jaraknya sudah dekat, senang bisa mendapatkannya. Hari ini saya bisa bermain dengan tenang, dan berharap bisa tetap fokus pada permainan dan main dengan tenang lagi pada putaran ketiga nanti.”