Ashleigh Buhai menorehkan skor terendah putaran sepanjang pekan untuk mengambil alih puncak klasemen AIG Women’s Open.

Pegolf Afrika Selatan Ashleigh Buhai tampil cemerlang pada putaran ketiga AIG Women’s Open. Permainannya kemarin (6/8) membantunya menorehkan skor terendah sepanjang pekan penyelenggaraan ajang Major yang dimainkan di Muirfield ini. Skor 7-under 64 sekaligus memberinya skor total 14-under 199, yang juga merupakan skor 54 hole terendah sepanjang sejarah kejuaraan ini. Kini ia makin berpeluang untuk mewujudkan gelar Major pertama dalam kariernya.

Buhai telah mengemas tiga kemenangan di panggung Ladies European Tour. Akan tetapi, pencapaian Major terbaiknya ialah ketika ia finis di tempat ke-5 pada ajang ini tahun 2019 lalu. Kala itu ia bahkan sempat memimpin dalam 36 hole.

”Tentu saya merasa sangat puas. Bisa meraih skor seperti itu dalam kondisi yang demikian (berat), Anda mesti bisa memuji diri sendiri. Kalau melihat permainan saya lagi, mungkin itulah salah satu putaran terbaik yang pernah saya mainkan,” tutur Buhai.

Pegolf yang kini berusia 33 tahun ini pun mulai mengincar kemenangan terbesar dalam olahraga yang ia geluti itu. Enam birdie di sepuluh hole pertamanya jelas membuatnya berlari jauh ke depan ketimbang para pemain lainnya. Ia bahkan melakukan chip-in untuk birdie tambahan, dari belakang green, di hole 17 par 5. Satu-satunya yang disayangkan ialah bogey yang terjadi di hole 18.

Permainannya itu bahkan terlihat lebih mengesankan lagi, mengingat skor rata-rata yang dihasilkan para pemain yang mulai bertanding pada siang hari itu justru dua stroke lebih besar, mengingat kondisi angin yang kencang. Toh meski memiliki keunggulan lima stroke dari pesaing terdekatnya, Buhai tidak merasa bakal meraih kemenangan dengan mudah pada putaran final nanti.

 

 

”Menurut saya, Anda tidak akan bisa merasa nyaman bermain dalam kejuaraan Major, entah berada di belakang atau sedang memimpin, jadi besok (hari ini) akan menjadi hari yang berat lagi. Angin benar-benar bertiup kencang, yang menurut saya juga bagus. Saya lebih suka begitu.

”Namun, mereka bilang unggul besar sering kali menjadi lebih sulit karena Anda mungkin akan berusaha main bertahan. Sepertinya saya akan terus bermain seperti yang sudah saya lakukan saja dan fokus pada tiap langkah saya.”

Dua pemenang Major lainnya, Hinako Shibuno dan Chun Ingee, menjadi pesaing terdekat Buhai menuju putaran final hari ini. Keduanya sama-sama tertinggal lima stroke dengan torehan 9-under 204. Shibuno, yang memenangkan kejuaraan ini pada tahun 2019 di Woburn itu, berhasil bangkit pada putaran ketiga. Setelah harus puas dengan skor 73 pada putaran kedua, kali ini Shibuno mencatatkan skor 66 berkat empat birdie yang ia torehkan di sembilan hole terakhirnya.

”Saya bisa bersahabat dengan angin! Namun, dari lubuk hati terdalam, saya sangat menikmati (permainan saya). Pengaturan jarak pukul saya sangat bagus dan begitu juga putting saya. Saya bermain di grup terakhir dengan Ashleigh tahun 2019. Jadi, saya merasa sangat senang bisa bermain dengannya lagi, tapi saya ingin menang!” tegas Shibuno.

”Sepertinya saya mendapat pengalaman yang berbeda dari tiap putaran. (Namun,) saya sangat menikmati bermain golf di sini.” — Chun Ingee.

Sementara itu, Chun, yang memimpin pada akhir putaran kedua, sempat bermain 2-under dalam llima hole pertamanya, namun justru mendapat dua bogey. Beruntung ia kemudian mengakhiri 18 hole ketiganya itu dengan birdie, yang sekaligus menjaga peluang untuk meraih Major keempat dan Major kedua dalam tahun ini.

”Tidak mudah dan anginnya agak kencang di lapangan, tapi menurut saya permainan saya kali ini sangat bagus,” tutur Chun. ”Saya tidak banyak berpengalaman bermain di lapangan links. Sepertinya saya mendapat pengalaman yang berbeda dari tiap putaran. (Namun,) saya sangat menikmati bermain golf di sini. Ada banyak putt yang bagus di atas green, dan semoga besok (hari ini) banyak putt yang masuk (untuk birdie).”

Pegolf Korea lainnya, Park Inbee, dan pegolf Swedia Madelene Sagstrom kini berbagi tempat keempat dengan torehan 7-under 206.

Charley Hull kini memimpin jajaran pemain dari Britania Raya dan Irlandia setelah membukukan skor 69 dan mengoleksi 3-under 210. Ia berada di peringkat ke-15 bersama tiga pegolf lainnya.

Adapun pegolf amatir No.1 Dunia Rose Zhang bakal segera menerima penghargaan Smyth Salver sebagai pemain amatir terbaik yang lolos cut. Saat ini ia berada di posisi T29 setelah membukukan skor 70 dan skor total 1-under 215.