Pegolf India-Amerika Sahith Theegala mengamankan kemenangan pertamanya pada PGA TOUR lewat ajang Fortinet Championship di Napa, California di hadapan keluarga dan teman-temannya. Kemenangan itu turut mengukuhkan statusnya sebagai salah satu bintang baru golf. Pria berusia 25 tahun itu pun menyebut pengorbanan dan dukungan orangtuanya, Muralidhar dan Karuna, yang berimigrasi dari India ke AS pada 1980-an, dan berharap kemenangan ini menginspirasi atlet-atlet muda di India untuk mulai bermimpi meraih sukses di dunia olahraga.
Oleh Sahith Theegala.
Sungguh gila … saya masih belum bisa mempercayainya. Saya kira semua ini karena semua kerja keras yang saya curahkan dan banyaknya orang yang berperan di belakang kemenangan ini. Golf itu sungguh sulit dan Anda tak pernah tahu kapan bisa menemukan permainan yang benar-benar prima atau kapan bakal main jelek. Saya menerima semuanya lantaran permainan saya belakangan ini terasa bagus. Pikiran pertama yang terlintas ialah bahwa kemenangan ini terasa sebagai kemenangan tim. Rasanya bukan kemenangan untuk diri sendiri, ini kemenangan buat semua orang yang telah mendukung saya dan membantu saya mencapai posisi saya saat ini.
Bisa membagikan momen ini dengan keluarga dan teman-teman saya, itulah perasaan terbaiknya. Saya tak ingin mengatakan hal ini sebagai momen sekali seumur hidup, tapi benar-benar seperti momen sekali seumur hidup. Anda hanya akan menang sekali dan tidak tahu apakah bakal menang lagi, ’kan? Sungguh istimewa rasanya karena mereka berada di sini dan ini momen yang tidak bakalan saya lupakan. Meskipun telah melalui beragam pasang-surut, mereka selalu menyemangati dan mendukung saya, dan mereka terus bersikap demikian sejak saya memulai karier profesional saya. Saya hanya ingin mereka tahu kalau saya pun mendukung mereka.
Sungguh luar biasa bisa menang di negara bagian tempat kami tinggal dan banyak orang yang hadir dan bisa menyaksikannya, meskipun hal itu bukan hal yang mudah dilakukan. Menonton golf dan bermain golf jelas tidak sama. Secara pribadi, buat saya, saya selalu merasa lebih gugup ketika menonton golf daripada bermain. Jadi, saya tahu apa rasanya berada di posisi mereka. Pastilah Anda merasa lebih tegang dan lega ketika menonton, sementara saya merasa lebih stabil ketika bertanding di lapangan golf. Saya akan menyimpan emosi saya, tidak akan terlalu emosi atau terlalu santai.
Saya memberi tahu keluarga dan teman-teman saya kalau saya menyukai sorakan mereka dan mengenalinya, tapi pada saat tertentu, ketika membuat birdie, saya berusaha agar detak jantung saya tidak terlalu berdebar-debar dan agar tidak terlalu bersemangat dan terus bermain. Saya beberapa kali belajar dari pengalaman bahwa Anda mesti berjuang untuk meraih sesuatu. Saya tahu kalau saya mesti tetap fokus sebisa mungkin dan bermain sebaik mungkin pada putaran final. Sungguh luar biasa, terutama di hole 17 dan 18, saya mulai sedikit merasakan (akan menang) dan cukp jelas, saya melakukan tiga pukulan terburuk yang saya lakukan sepanjang pekan di hole 18 untuk mendapat bogey. Namun, sungguh luar biasa bisa mendengar seruan di tiap hole. Semua itu jelas memberi saya energi.
Ayah sayalah yang menjadi alasan saya berada di sini hari ini. Ia memperkenalkan saya pada semua jenis olahraga, terutama basket dan golf dan saya sangat suka menonton acara olahraga di TV dengannya. Yang ia tahu ketika datang dari India ialah urusan akademik dan belajar. Ibu dan dia melakukan tugas dengan sangat baik untuk mempelajari bagaimana menjadi orangtua yang memadukan budaya India dan Amerika dan membiarkan saya memainkan olahraga, membiarkan saya menghabiskan banyak waktu untuk berolahraga.

Mereka memasukkan saya ke klub basket, dan ibu saya mengantarkan saya berlatih sementara ayah saya bekerja. Kombinasi upaya demikian untuk memahami bahwa inilah mimpi dan hasrat saya, dan kemudian menjadi mimpi dan hasrat mereka, terutama ayah. Dia juga seorang kompetitor, meskipun tidak pernah benar-benar memainkan olahraga tertentu. Saya kira, awalnya, mungkin sulit bagi sebagian keluarga bahkan teman-teman saya untuk memahami mengapa saya berusaha mengejar jalur bermain golf secara profesional.
Sepertinya itu mimpi yang sulit diwujudkan, tapi ayah mendukung saya sepanjang waktu. Ia percaya pada saya sejak awal dan tahu kalau saya bisa menjalaninya. Sulit untuk tidak merasa emosional kalau mengingat semua yang ia lakukan buat saya. Ia selalu mendukung saya, bahkan ketika saya menjalani operasi pergelangan tangan tahun 2018 dan 2019, sambil berpikir bahwa saya mungkin tidak akan bisa main golf lagi. Ia terus mendorong saya.
Ayah juga bersikap keras kepada saya, tapi ia juga menjadi salah satu sahabat terbaik saya. Ia selalu menyuruh saya untuk menikmatinya dan hal yang paling penting ialah menikmatinya karena kalau tidak menikmatinya, tidak ada gunanya mengerjakan hal ini karena hidup itu singkat. Sungguh kombinasi yang tepat. Sekarang ia menjadi orang yang paling bahagia yang saya kenal. Dan hal ini sungguh berarti buat saya.

Kemenangan ini juga sangat berarti karena ada banyak keluarga saya yang masih tinggal di India. Saya sangat bangga dengan darah India saya. Saya juga sangat senang melihat banyak atlet India yang mencuat dalam berbagai cabang olahraga. Neeraj Chopra yang menjuarai beberapa medali emas, sepertinya itulah medali emas pertama dari cabang olahraga lintasan dan lapangan atau lempar lembing bagi India. Prestasi ini sangatlah besar bagi India. Saya juga beruntung bisa bermain dengan Shubhankar Sharma dalam putaran latihan pada The Open Championship dan bertemu seluruh anggota timnya, ayah dan pelatihnya. Ia tampil luar biasa dan saya sangat tertarik kepadanya karena dia salah satu orang paling baik yang pernah saya jumpai. Kalau tak salah dia finis di peringkat ketujuh di sana dan ia menikmati musim kebangkitannya. Anirban Lahiri sering berkirim pesan kepada saya dan ia telah berperan besar bagi golf di India juga.
Tentunya dengan Akshay Bhatia (sesama pegolf India-Amerika) menjuarai ajang PGA TOUR pada Barracuda Championship bulan Juli lalu dan Aaron Rai finis di tempat kedua pada BMW PGA Championship di Wentworth hari Minggu (17/9) ada banyak anutan yang sangat keren yang bisa dilihat oleh masyarakat India. Dan semoga kami bisa mematahkan sejumlah stereotipe soal atletisisme dan bersaing dalam olahraga dan lainnya. Pastilah sangat berarti buat saya. Ada banyak hal yang saya lakukan sehari-hari yang berakar pada budaya dan warisan saya. Kedua orangtua saya menjadi yang pertama dari keluarga masing-masing yang berada di Amerika Serikat. Sangat berarti, dan semoga hal ini bisa menjadi awal dari sesuatu yang sangat baik bagi olahraga India.
CATATAN: Para penggemar olahraga golf bisa menyaksikan Sahith Theegala bersaing menghadapi para pegolf terbaik dunia pada PGA TOUR melalui Mola TV.


