Elaine Widjaja, Teuku Husein M. Danindra, dan Annabelle Leimena layak mendapat apresiasi berkat pencapaian mereka pekan lalu.

Kembalinya ajang golf junior dengan sejara terpanjang dan paling konsisten di Indonesia, Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship pada pekan lalu turut memperkenalkan sejumlah calon bintang generasi mendatang.

Sejak 1993, ajang yang juga sempat bernama Damai Indah Golf Junior Championship ini, memang kerap menjadi ajang yang melahirkan calon bintang masa depan. Selain Suvichaya Vinijchaitham dan Parin Sarasmut yang tampil sebagai juara umum putri dan putra, sejumlah nama dari negeri sendiri turut bersinar, sekaligus menunjukkan potensi yang besar.

”Secara keseluruhan, ini bukan putaran yang jelek, tapi rekan main saya Suvichaya (Vinijchaitham) bermain lebih baik, jadi ini putaran yang sangat mengesankan. Tapi bermain dalam putaran seperti ini sangat memotivasi saya sebagai seorang pegolf dan individu.” — Elaine Widjaja.

Kisah Elaine Widjaja
Berbekal sederet prestasi yang ia raih dari tahun 2022 lalu—LLD International Amateur Championship sebagai kemenangan internasional pertama baginya di level amatir—nama Elaine Widjaja memang sudah menjadi harapan bagi Indonesia untuk mengulangi prestasi Rivani Adelia Sihotang ketika menyandang status juara umum putri tahun 2014.

Harapan tersebut masih terjaga hingga akhir putaran kedua, tatkala ia berbagi posisi kedua bersama Suvichaya, terpaut satu stroke dari wakil Singapura dari Divisi B, Chen Xing Tong. Chen, yang baru berusia 14 tahun, juga menyuguhkan permainan yang mengagumkan, yang bahkan mengejutkan dirinya sendiri.

Setelah sepanjang pekan itu mengalami kesulitan dalam melakukan swing dan pukulan approach, Elaine menuntaskan putaran final dengan torehan empat birdie, satu bogey, dan satu double bogey untuk skor 1-under 71. Total 12 birdie dengan 7 bogey dan sebuah double bogey membawanya finis di tempat kedua, terpaut empat stroke dari Suvichaya.

Bermain dalam kompetisi level tinggi dan tidak dalam permainan terbaik, namun masih bisa finis di tempat kedua dalam klasemen umum, jelas menjadi prestasi yang luar biasa.

”Secara keseluruhan, ini bukan putaran yang jelek, tapi rekan main saya Suvichaya (Vinijchaitham) bermain lebih baik, jadi ini putaran yang sangat mengesankan. Tapi bermain dalam putaran seperti ini sangat memotivasi saya sebagai seorang pegolf dan individu. Jadi, rasanya saya juga belajar banyak pekan ini dan berterima kasih kepada Ciputra Golfpreneur Foundation karena memberi kesempatan kepada saya untuk mengikuti kejuaraan ini,” ujar Elaine.

 

Teuku Husein M. Danindra, Round 3 Mandiri CGJWC 2023.
Teuku Husein M. Danindra finis sebagai wakil Indonesia terbaik pada edisi ke-26 Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship. Foto: Yongki Hermawan.

 

Kisah Teuku Husein M. Danindra
Lain lagi halnya dengan Teuku Husein M. Danindra, atau yang kerap disapa Husein. Pegolf berusia 14 tahun ini mengaku sulit mengikuti ajang ini dalam penyelenggaraan terdahulu lantaran kala itu kejuaraan ini selalu digelar pada bulan puasa. Akibatnya, penampilannya pada 30 Mei-1 Juni yang lalu menjadi partisipasi pertamanya pada ajang ini.

Meski bermain dalam Divisi B, Husein mencatatkan skor under dalam dua putaran pertama. Skor 70 pada hari pertama ia lanjutkan dengan skor 69, sekaligus menempatkannya dalam posisi bersaing. Mendadak ia menjadi wakil tuan rumah terbaik yang seakan siap untuk menantang Parin Sarasmut (12-under) dan Kittada Kosalutta (7-under) untuk menorehkan namanya di trofi.

Bersiap untuk bermain agresif, Husein justru mengawali putaran finalnya dengan 2-over lantaran mendapat double bogey di hole 1 par 5, hole di mana pada umumnya para pemain mengincar birdie. Meski kemudian mencatatkan empat birdie, ia masih harus menerima dua bogey dan satu double bogey lagi sehingga harus menuntaskan putaran finalnya dengna skor 74, skor over pertamanya dalam 54 hole di Damai Indah Golf PIK Course itu.

Kekalahan memang kerap menjadi pelajaran paling berharga dan, seperti halnya Elaine, Husein juga mendapat hal berharga dari menyaksikan bagaimana Sarasmut dan Kosalutta bersaing ketat hingga hole terakhir.

”Pekan ini saya benar-benar belajar mengenai semangat olahraga ini. Saya melihat bagaimana para pemain Thailand bisa menjaga permainan mereka. Jadi, di satu sisi saya senang juga bisa belajar banyak dari mereka,” ujarnya.

 

Annabelle Leimena pada Upacara Penutupan Mandiri CGJWC 2023.
Annabelle Leimena (kedua dari kiri) segera mewakili Indonesia pada FCG Callway World Championship, 17-19 Juli 2023. Foto: Ciputra Golfpreneur Foundation.

 

Bersinar dari Divisi Terkecil
Meski jauh dari gemerlap Divisi A dan B, Annabelle Leimena, sukses menjadi yang terbaik di Divisi C, atau divisi yang diikuti oleh para pegolf cilik berusia 11 tahun ke bawah.

Sebagai peserta termuda, 9 tahun, Annabele memang masih bermain di zona 80-an, akan tetapi dalam tiga putaran yang ia mainkan, skor total 250 yang ia raih membuatnya unggul empat stroke daripada Amelie Ng asal Singapura. Kartu skornya mungkin tidak dihias oleh satu birdie pun, namun ia menyelamatkan par jauh lebih banyak daripada pesaing lainnya.

Annabele praktis menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mengangkat trofi juara, meskipun hanya sebagai Juara Divisi C Putri. Prestasinya ini turut memberinya tempat untuk mengikuti FCG Callaway World Championship pada 17-19 Juli 2023 mendatang di Palm Desert, California, Amerika Serikat.