Jose Suryadinata melanjutkan performa solidnya dan terus menorehkan catatan mengesankan dalam debutnya pada Asia-Pacific Amateur Championship.
Pekan pertama bulan November 2021 ini bakal menjadi pekan yang terus dikenang oleh Jose Suryadinata. Mahasiswa University of Idaho ini tak hanya berhasil mewujudkan salah satu impiannya, tapi juga menorehkan catatan berkesan dalam dua putaran pertama penyelenggaraan Asia-Pacific Amateur Championship. Skor total 4-under 138 membawa Jose ke posisi T15 pada ajang amatir paling prestisius se-Asia Pasifik itu.
Jose menjadi satu-satunya pegolf Indonesia yang berhasil bermain tanpa bogey dalam 36 hole pertama pekan ini. Debut yang mengagumkan, namun apa yang ada di balik performanya menunjukkan sebuah nilai pembeda dari Jose-Jose sebelumnya.
Meskipun dalam beberapa pertandingan terakhir ia hanya mencapai finis di peringkat 73 (Husky Invitational), 51 (Nick Watney Invitational), dan 50 (Oregon State Invitational), menjelang bertolak ke Dubai ia akhirnya menembus 20 besar pada Hoakelei CC Invitational. Dan meskipun masih harus mengalami rasa penat akibat penerbangan, Jose memegang mantra yang membuatnya mampu merasa puas dengan permainannya.
”Ketika tahu bakal mengikuti Asia-Pacific Amateur Championship ini tentunya saya merasa sangat bersemangat. Apalagi tahun ini ajang tersebut dimainkan di Dubai, salah satu yang menjadi bucket list saya. Jadi, untuk turnamen ini pendekatannya adalah have fun, menikmati momen karena kemungkinan kesempatan ini terulang sangat kecil,” jelas pegolf asal Surabaya ini.
”Saya merasa bersemangat bukan karena berorientasi pada hasil. Seandainya tadi (kemarin, 4/11) saya mendapat tiga double bogey dan sisanya par semua, tapi kalau saya bisa menikmati momennya dan berkomitmen pada tiap pukulan, target saya sudah tercapai.”

Perspektif demikian, pada dunia yang cenderung menekankan hasil jelas sulit diterima, dan Jose menyadarinya. Namun, untuk membuka potensi-potensi dalam dirinya, ia memutuskan menekankan pada hal yang hanya diakui banyak orang, namun sulit diterima sepenuhnya pula oleh kebanyakan orang.
”Satu hal yang saya kerjakan bersama papa akhir-akhir ini adalah mental. Prinsip fundamentalnya adalah kualitas keputusan, bukannya hasil,” jelasnya lagi. ”Saya selalu bilang (hasil yang bagus) karena hoki karena saya tidak punya kendali atas hasil. Orang kalau memberikan pujian pasti karena melihat hasilnya. Jarang sekali mereka memberi pujian karena kualitas keputusan yang diambil memang bagus, tapi hasilnya jelek.
”Itu sebabnya saya selalu menyebutnya hoki. Sebab terkadang kualitas keputusan yang buruk justru bisa memberikan hasil yang bagus.”
Itu sebabnya pula, Jose menyebut birdie ketiganya di hole 17 sebagai sebuah keberuntungan alias hoki.
”Di hole itu pukulan driver saya malah mengarahkan bola ke kanan dan masuk ke bibir bunker. Bunker-nya juga cukup dalam. Jarak tersisa 77 meter dengan melawan arah angin. Tapi kok ya pukulan dari situ bisa nempel di green,” ujarnya sambil tertawa.

Tidak hanya Jose yang menjadi sorotan pada putaran kedua kemarin. Naraajie Emerald Ramadhan Putra berhasil mengemas lima birdie dengan hanya sebuah bogey untuk memperbaiki posisinya. Ia akan memulai putaran ketiga dari peringkat 21, satu stroke di belakang Jose.
”Saya mulai mendapat birdie pertama di hole 3 dan birdie lagi di hole 4 yang memberikan momentum sehingga permainan saya cukup solid hari ini. Pukulan saya juga jauh lebih baik daripada kemarin. Memang ada beberapa putt yang meleset, (tapi paling tidak) secara keseluruhan permainan saya jauh lebih baik daripada kemarin,” ujar Naraajie, yang baru kembali mengikuti kompetisi untuk pertama kalinya sejak menjuarai Olympic Jabar Amateur Open pada bulan Juni 2021 lalu.
Alfred Raja Sitohang juga tampil lebih baik daripada putaran pertama. Meski mengawali dengan dua bogey, ia sukses menorehkan birdie di hole 4, 10, 11, 12, dan 13, sebelum akhirnya mendapatkan bogey ketiganya di hole 15. Skor total 142 menempatkannya di posisi T35.
Satu pemain debutan lainnya, Jonathan Xavier Hartono, harus berjibaku untuk lolos cut. Pegolf yang akrab disapa Jojo ini harus bermain 2-over dalam tiga hole pertamanya, sebelum akhirnya meraih birde di hole 5 dan 7. Meskipun terpaksa mendapat bogey di hole 10, double bogey di hole 11, dan bogey keempat di hole 14, Jojo masih dapat melangkah ke putaran ketiga setelah mengamankan par di empat hole terakhirnya.
Sayangnya, langkah keempat pemain tersebut belum dapat diikuti oleh Timothius Tirto Tamardi dan Almay Rayhan Yaquta. Tirto hanya meraih satu birdie dan mendapat tiga bogey dan satu double bogey, yang membuatnya gagal lolos cut dengan selisih tiga stroke. Adapun Almay, harus bermain 4-over di sembilan hole pertamanya dan mendapatkan dua bogey dengan dua birdie dan satu double bogey untuk mengakhiri perjalanannya pada ajang ini.
Waktu Tee Skuad Indonesia Putaran Ketiga
11:05 WIB: Jonathan Xavier Hartono
12:00 WIB: Alfred Raja Sitohang
13:04 WIB: Naraajie Emerald Ramadhan Putra
13:15 WIB: Jose Suryadinata
Live streaming dapat disaksikan melalui website Asia-Pacific Amateur Championship, https://www.aacgolf.com/live/ mulai pukul 16:00 WIB.


