Kepergiannya yang mendadak menyisakan duka yang dalam bagi semua orang yang mengenal sosok Arie Irawan.
Oleh Laura Livsey
Foto itu menggambarkan seorang pegolf merangkulkan lengannya ke pundak kedinya. Keduanya tersenyum menghadap kamera, ekspresi yang lumrah dijumpai. Tahun lalu pegolf ini, Arie Irawan, bermain pada sebuah ajang PGA TOUR Series-China. Bersama kedinya, yang juga merupakan istri yang baru ia nikahi tiga minggu, Marina Malek, mereka menuju Guilin, China. Arie bermain dalam turnamen pekan tersebut dan ia malah sempat bersaing untuk menjadi juara, sebelum akhirnya harus puas finis T4. Meski Marina tak begitu tahu urusan golf, ia sudah siap menjawab tantangan menjadi kedi. Jelas ia mencintai sosok yang ia temani itu dan “bos”-nya itu bahkan lebih gembira lagi dengan keberadaan sang istri.
“Saya sungguh beruntung bisa bersama istri saya pekan ini,” ujar Irawan usai memainkan putaran pertamanya kala itu. “Ini pertama kalinya Marina bepergian dan menjadi kedi bagi saya, dan ia juga mengurusi makanan sehingga memudahkan banyak hal. Ada dia di sini benar-benar sungguh membantu. Kehadirannya membuat saya lebih tenang dan itu sebabnya saya tidak mendapat satu bogey pun hari ini. Ia membuat saya bahagia.”
Kebahagiaan itu berubah menjadi kesedihan pada hari Minggu, 7 April 2019 lalu di Sanya, China. Pegolf Malaysia ini tak lagi bangun pada pagi hari itu, meninggal dalam tidur di kamar hotelnya. Upaya melakukan pernapasan buatan pun tak lagi membantu. Usianya baru 28 tahun.
Pekan itu, Irawan bertanding dalam ajang Sanya Championship, turnamen kedua dalam kalender PGA TOUR Series-China musim ini. Marina sendiri sedang berada di Malaysia dan Irawan gagal lolos cut sepekan sebelumnya di Chongqing dan juga tidak bermain cukup bagus di Sanya, di mana sekali lagi ia gagal menembus putaran akhir pekan.
Meski tidak lolos cut, Irawan memutuskan untuk tetap berada di Sanya, di kamar hotel yang sama dengan teman sekamarnya, sesama pegolf, Kevin Techakanokboon. Ia berencana untuk melanjutkan perjalanan ke Haikou untuk bersiap mengikuti Haikou Championship, yang dimainkan pekan ini.

Kabar berpulangnya Irawan ini jelas mengejutkan siapa pun yang mengenal dirinya, termasuk para pegolf internasional yang bermain di seluruh dunia. Untuk memberikan penghormatan, PGA TOUR Series-China memutuskan untuk menunda putaran final Sanya Championship hari Minggu tersebut, sebelum akhirnya memutukan untuk membatalkannya dan mengumumkan kabar duka ini.
“Ketika saya berada di bersama dia atau di sekitarnya, senyum selalu menghiasi wajahnya, entah dia main golf, berlatih, atau sekadar nongkrong dengan teman-temannya. Ia selalu tersenyum,” ujar Shotaro Ban, anggota PGA TOUR Series-China yang ada di kamar itu pada Minggu pagi dan melakukan CPR sebelum petugas rumah sakit datang.
“Saya pikir siapa pun yang pernah bertemu dengannya sadar betapa ia orang yang tulus. Ia tidak banyak bicara, tapi ia memiliki hati yang besar, dan istrinya pun persis seperti dia. Arie menjadi teladan bagaimana semestinya menjadi seorang pegolf profesional, seorang suami, dan seorang sahabat secara alami. Hati saya hancur karena kehilangan ini.”
Todd Rhinehart dari PGA TOUR, yang baru saja kembali ke Amerika Serikat setelah tinggal beberapa tahun di Malaysia sebagai Executive Director CIMB Classic mengingat dengan jelas sosok Irawan. Pada tahun 2015, Irawan menjadi lebih dari sekadar kenalan baginya. Pada tahun itu, pegolf muda Malaysia ini menembus kualifikasi yang diadakan di Kuala Lumpur. Irawan menjadi satu dari tiga pegolf Malaysia yang bermain pekan itu. Ini merupakan jumlah terbanyak dalam sejarah turnamen tersebut.
“Usianya saat itu baru 24 tahun dan ia merasa gugup dan cemas sakan bermain dalam ajang PGA TOUR pertamanya,” kenang Rhinehart. “Dalam tahun-tahun berikutnya, saya bertemu dan mengobrol dengannya ketika ia berlatih sekaligus bertanding dalam kualifikasi nasional untuk CIMB Classic. Ia tak hanya merupakan salah satu pegolf paling berbakat di Malaysia, tapi juga pemuda yang mengagumkan yang juga menjadi duta besar yang penuh semangat bagi golf junior di Malaysia.”
A special tribute to honour the life of the late Arie Irawan, a consummate professional who touched the hearts and souls of the people around him. 🖤 pic.twitter.com/RDLGz4PiuZ
— Asian Tour (@asiantourgolf) April 10, 2019
Irawan mulai bermain golf di Malaysia, persis delapan tahun setelah ia dilahirkan pada 21 Agustus 1990. Pada tahun 2006 dan 2007, putra dari Ahmad dan Jeny Irawan menjadi runner-up pada ajang Faldo Series di Malaysia. Dan saat berusia 18 tahun, ia menjuarai Malaysian Amateur Stroke Play Championship. Dengan keberhasilan ini, ia mulai menarik minat para pelatih golf universitas di AS. Irawan kemudian memilih University of Tulsa di Oklahoma. Selama di universitas, ia meraih Academic All-Americans pada tahun pertamanya dan meraih gelar sarjana dalam bidang manajemen sistem informatika. Setelah lulus, ia kembali ke Malaysia dan melanjutkan kariernya sebagai pegolf profesional.
“Kematiannya jelas sangat berat kami terima. Golf merupakan komunitas yang sangat erat sehingga apa yang terjadi ini benar-benar mengejutkan,” ujar Benjamin Lein, veteran, yang bersahabat dengan Irawan tahun lalu ketika ia bergabung dalam Tour ini sebagai anggota penuh. Pada bulan Februari lalu, di California, sebelum PGA TOUR Series-China mulai digelar, Lein mengadakan permainan foursome di Hills Golf Club, di luar Los Angeles. Ia mengundang Irawan dan sesama anggota PGA TOUR Series-China, Gunn Charoenkul, untuk bermain bersama Li Haotong.
Lein mengenang, “Tak masalah di mana pun di dunia ini kami bermain bersama, ia selalu merupakan sosok yang sama, Arie yang sangat bersahabat dan bahagia.”
Li juga sepakat dengan penilaian tersebut. Pegolf yang meraih gelar PGA TOUR Series-China Player of the Year 2014 dan telah memegang dua gelar European Tour ini mengetahui berita duka ini saat hendak memainkan putaran finalnya pada Valero Texas Open di San Antonio.
“Saya tidak percaya. Ia seorang pria yang baik, dan saya rasa ini sedikit tidak adil,” ujar Li, yang bertemu Irawan untuk pertama kalinya pada pekan di California itu. Kala itu Li sendiri sedang bersiap untuk bermain pada World Golf Championships-Mexico Championship. “Kami menikmati waktu bermain di lapangan. Sungguh hari yang menyenangkan, istrinya disana bersama istri Gunn (Vichuda). Rasanya sungguh nyaman. Rasanya ia sudah seperti sahabat lama, meskipun saya baru bertemu dengannya. Sulit untuk mengatakan apa pun (tentang hal ini). Sungguh menyedihkan. Saya benar-benar sulit percaya saat membaca kabar ini.”
Lein menambahkan, “Berada jauh dari keluarga saja sudah berat, terutama jika berlangsung selama beberapa pekan. Pasti menyenangkan bisa memiliki seseorang yang selalu menyampaikan hal yang positif pada tiap situasi yang kita alami. Itulah yang Arie lakukan. Ia sahabat yang tidak egois, yang selalu membuat semua orang di sekitarnya menjadi lebih baik dalam banyak hal. Saya tidak pernah sempat berterima kasih kepadanya untuk hal ini, tapi ia akan selalu berada di hati saya.”

Seperti halnya para pegolf lain yang bermain di level PGA TOUR Series-China, Irawan mengalami pasang surut di sini. Dua kali tidak masuk cut pastilah mengecewakan. Musim terbaiknya sebagai profesional ia alami pada tahun 2015 ketika menjuarai dua ajang Asian Development Tour. Kala itu ia menjuarai PGM Sime Darby Harvard Championship dan ICTSI Eagle Ridge Invitational. Cedera bahu akibat kecelakaan motor memutus momentum tersebut pada 2016. Ia harus absen dari bulan Maret hingga pertengahan Agustus tahun itu, dan sejak saat itu ia kesulitan untuk mengulangi permainannya seperti pada 2015.
“Kami kembali bertemu dan mengobrol sekitar 10 menit soal permainannya ketika saya masih di Malaysia,” Rhinehart menambahkan. “Ia sangat bersemangat menghadapi musim baru di China dan berharap bisa menikmati tahun yang bagus untuk menembus Web.com Tour. Apalagi setelah ia menghabiskan waktu di California dengan pelatih swing-nya dan menikmati masa-masa tersebut. Sulit mempercayai kalau dia sudah tiada. Saya sungguh berduka untuk keluarganya dalam masa-masa yang berat seperti ini.”
Techakanokboon mungkin memberi gambaran yang lebih baik tentang sahabat baiknya ini.
“Arie punya banyak pengalaman dan ia jauh lebih bijaksana ketimbang usianya. Ia selalu membawa dirinya sebagai seorang profesional. Saya pasti merindukan dia.”
PGA TOUR Series-China memberikan penghormatan bagi Irawan pada pekan ini jelang Haikou Championship. Sebelum memulai turnamen, seluruh pemain dan staf turnamen serta kedi dan semua yang hadir akan menerima stiker bertuliskan “ARIE” untuk mengenang sosok bersahabat ini.


