Lee Kyounghoon menikmati dorongan dari legenda bisbol Amerika A-Rod untuk mengejar kemenangan pada gelaran WM Phoenix Open mulai hari ini.

Bintang golf Korea Lee Kyounghoon melakukan pemanasan yang bernilai menjelang gelaran WM Phoenix Open, yang dimulai hari ini. Dengan sosok legenda bisbol Amerika Alex Rodriguez, yang dikenal dengan sebutan A-Rod, Lee mendapat dorongan berarti untuk membidik kemenangan pada akhir pekan nanti.

Pegolf berusia 31 tahun ini kembali ke Stadium Course di TPC Scottsdale, di Arizona dengan membawa banyak kenangan mengesankan. Tahun 2021 silam, ia sempat finis T2. Kini persiapannya pada turnamen yang menyediakan total hadiah sebesar US$20 juta ini mendapat dorongan luar biasa setelah ia bermain bersama Rodriguez dalam Pro-Am.

”Sungguh luar biasa. Ia pria yang luar biasa, sangat baik, dan orang-orang menyukai dia. Tiap hole ada banyak orang yang mengiringinya. Saya sendiri penggemarnya. Ia luar biasa atletis, punya tenaga … berlimpah tenaga, sesuatu yang ingin saya lihat,” ujar Lee.

Lee sendiri berharap bisa memperkuat tenaganya untuk menjadi penantang dan meraih gelar PGA TOUR ketiganya pekan ini. Dua tahun silam, ia berada di tengah persaingan sengit sebelum akhirnya mesti puas dengan finis T2. Prestasi itu terbukti mendorong permainannya untuk kemudian meraih gelar perdananya lewat ajang AT&T Byron Nelson, beberapa bulan kemudian. Pegolf Korea yang ramah ini juga sempat memimpin pada putaran pertama di TPC Scottsdale tahun lalu berkat skor 65, meski akhirnya harus finis di posisi T38.

Sebagai turnamen yang mendapat peningkatan status, WM Phoenix Open pekan ini diikuti oleh para pemain bintang. Sepuluh pemain teratas pada klasemen FedExCup saat ini, serta 22 dari 25 pegolf teratas dunia, dipimpin pegolf No.1 Dunia Rory McIlroy dan juara bertahan Scottie Scheffler menciptakan daya tarik luar biasa di TPC Scottsdale pekan ini.

 

Lee Kyounghoon dan keluarganya, Round 4 AT&T Byron Nelson 2022.
Lee Kyounghoon sukses mempertahankan gelar AT&T Byron Nelson dengan torehan skor satu stroke lebih baik daripada tahun 2021. Foto: Getty Images.

 

Lee sendiri merasa sudah siap untuk tampil dan bersinar menghadapi para pemain bintang tersebut.

”Saya suka bermain di antara para pemain tangguh, senang melihat banyak pemain hebat,” ujar Lee, yang telah dua kali meraih sepuluh besar musim ini, termasuk ketika finis T7 pada ajang Sentry Tournament of Champions di Hawaii bulan Januari 2023 lalu. ”Saya suka turnamen ini, ada banyak penggemar (yang datang), dan hole no.16, 17, dan 18 juga mengagumkan. Seperti stadium yang super besar, terutama hole 16. Anda bisa gugup, tapi kalau melakukan pukulan yang hebat, rasanya akan sungguh luar biasa.

”Saya sudah main bagus di sini dua tahun lalu. Pastinya ada banyak kenangan bagus. Saya ingat putting saya bagus pekan itu. Saya akan berusaha memukul lebih banyak ke green dan melakukan putt dengan baik. Fokus utama saya ialah memastikan putter berfungsi dengan baik. Saya mengambil jeda sepekan dan melatih pukulan-pukulan iron dan tee, dan berfokus membentuk pukulan.”

Sebagai pemain dengan usia tertua di antara kuartet Korea yang telah meraih sejumlah kemenangan PGA TOUR belakangan ini, serta tampil bersama dalam Presidents Cup tahun lalu, Lee kini merasa sangat lepas bermain bersama para pemain besar. Rekan senegaranya, Tom Kim dan Kim Siwoo, telah meraih kemenangan pada musim ini. Ia pun berharap bisa mengikuti jejak mereka.

”Bermain dengan JT (Justin Thomas), Scottie (Scheffler) … dalam dua tahun sebelumnya, saya tidak punya banyak pengalaman, tapi sekarang saya lebih percaya diri bermain dengan mereka,” ujar pemain yang kini berada di peringkat 42 pada klasemen FedExCup ini. ”Sekarang kami punya banyak pemain Korea yang tangguh dan tiap pekan, kami bermain dengan baik. Kami punya (Im) Sungjae, Tom, dan Siwoo, dan ada kompetisi yang sangat bagus di antara kami dan kami juga saling menyemangati. Saya sangat senang dengan hal ini dan suasana seperti ini sangatlah bagus buat kami.”

Lee punya alasan yang kuat untuk bisa meraih kemenangan pekan ini. WM Phoenix Open merupakan turnamen tertua kelima pada PGA TOUR. Pekan ini menjadi penyelenggaraan ke-88. Turnamen ini juga terkenal sebagai ajang olahraga terbesar yang nihil sampah, berkat upaya yang melibatkan daur ulang, pengomposan, penyumbangan, penggunaan kembali, dan penciptaan energi.