Marty Dou Zecheng berniat mengikuti jejak sukses Tom Kim pada ajang Butterfield Bermuda Championship.

Bintang golfasal China Marty Dou Zecheng meyakini melejitnya karier Tom Kim dalam beberapa bulan terakhir ini akan memicu kemucnulan para pegolf muda Asia, seperti dirinya, untuk mengincar prestasi serupa, sekaligus menembus batas kemampuannya untuk meraih sukses pada PGA TOUR.

Fenomena pegolf Korea berusia 20 tahun tersebut turut menginsiprasi Dou. Dou sendiri menjadi salah satu pemain muda berbakat yang dimiliki China saat ini. Kini ia memulai upayanya untuk kembali menegaskan eksistensinya di panggung kompetisi tertinggi di dunia.

Sejak Agustus 2022, Kim telah menang dua kali pada PGA TOUR dan juga tampil memukau pada Presidents Cup. Ia menampilkan kepribadian dan kegembiraannya setelah menghasilkan momen ajaib dengan sejumlah pukulan penentu. Dan kini ia telah menuai begitu banyak penggemar golf baru, termasuk Dou.

Pegolf berusia 25 tahun ini akan memulai Butterfield Bermuda Championship hari Kamis (27/6) ini dengan rasa percaya diri pada pekan yang berlangsung di pulau liburan ini.

”Tom baru berusia 20 tahun dan ia telah mencapai sesuatu yang bahkan tidak bisa saya bayangkan ketika masih seusianya,” tutur Dou, yang bermain pada PGA TOUR ketika sudah berusia 21 tahun pada tahun 2018 silam. ”Ia menjadi teladan yang baik bagi para pegolf junior. Kemenangan dan rasa percaya dirinya membuatnya begitu kompetitif. Buat saya, ini berarti ada tekanan karena banyak pemain muda hebat pada PGA TOUR sekarang ini.

Dou sendiri menjadi pemain No.1 pada PGA TOUR Series-China dalam usia 19 tahun. Kala itu ia menuai empat kemenangan domestik, yang kemudian memberinya hak bermain pada Korn Ferry Tour. Ia meraih kemenangan pertama dari tiga gelar Korn Ferry Tour pada tahun berikutnya, yang sekaligus menjadikannya pegolf China daratan pertama yang meraih kartu PGA TOUR.

”Saya pikir kondisinya mirip dengan di Bahamas … kami ada di sebuah pulau, berangin, dan lapangannya tidak terlalu panjang. JIka cuacanya tidak bagus, kami bakal menghadapi sejumlah tantangan.”  — Dou Zecheng.

Namun, debut impiannya bermain bersama nama-nama besar pada PGA TOUR kala itu terbukti menjadi ujian terberatnya. Dari 23 turnamen yang ia ikuti, ia gagal bermain penuh dalam 16 turnamen di antaranya sehingga harus kembali ke Korn Ferry Tour. Musim lalu ia menjuarai dua gelar dan, menurutnya, ia telah menjadi jauh lebih baik ketimbang pada tahun 2018 lalu.

”Saya beristirahat beberapa hari saat jeda dan bertemu pelatih saya. Saya tidak merasa swing saya cukup bagus, jadi kami melakukan sedikit penyesuaian. Sekarang saya merasa swing saya lebih baik. Saya sendiri berfokus pada shortgame dan putting dan pekan ini berada dalam kondisi yang bagus,” sambungnya.

Menghadapi turnamen di Bermuda, ia mengaku latar pekan ini mengingatkannya pada keberhasilannya di Bahamas pada Korn Ferry Tour, ketika ia menjuarai The Bahammas Great Exuma Classic 2019. ”Ini pertama kalinya saya bermain di lapangan ini. Saya pikir kondisinya mirip dengan di Bahamas … kami ada di sebuah pulau, berangin, dan lapangannya tidak terlalu panjang. JIka cuacanya tidak bagus, kami bakal menghadapi sejumlah tantangan. Flight bola yang rendah di sini akan menguntungkan, dan sudah pasti putt yang bagus akan sangat berharga,” ujarnya.

Dou memulai musim 2022-2023 ini dengan beragam hasil. Setelah T21 pada ajang awal musim, Fortinet Championship, ia finis T54 pada Sanderson Farms Championship, lalu gagal lolos cut pada Shriners Children’s Open. Ia tidak dapat mengikuti ZOZO CHAMPIONSHIP dan THE CJ CUP lantaran peserta yang sangat terbatas sehingga berkesempatan menjumpai pelatihnya, McCormick.

”Menurut saya tiga turnamen pertama itu merupakan performa saya yang normal, dan saya sendiri punya ekspektasi yang lebih tinggi,” tutur Dou, yang menjadi satu dari hanya dua pegolf China daratan yang memegang kartu PGA TOUR musim ini.

Ia sendiri telah mematok target untuk menjad pegolf China pertama yang memenangkan gelar PGA TOUR. ”Buat saya, targetnya selalu sama setiap tahun. Saya ingin memenangkan sebuah ajang dan akan berusaha semaksimal sebaik mungkin. Saya akan mengejar target-target saya dalam empat pekan ke depan sebelum pulang ke China untuk jeda akhir tahun. Saya ingin masuk tiga besar atau menjadi juara,” tuturnya.