Dou Zecheng memegang kendali di puncak klasemen LECOM Suncoast Classic, sementara An Byeonghun ikut meramaikan persaingan.

Dua pegolf Asia kini menempati posisi yang sangat bagus pada ajang LECOM Suncoast Classic di panggung Korn Ferry Tour. Dua putaran 7-under 64 membantu Mary Dou Zecheng mengambil alih posisi teratas pada ajang LECOM Suncoast Classic. Persaingan juga tambah menarik setelah pegolf Korea An Byeonghun meramaikan persaingan setelah kemarin (18/2) menorehkan skor 5-under 66 dan kini berada di posisi T3.

Sekali lagi permainan harus dihentikan lantaran hari yang mulai gelap dan menyisakan satu pemain lagi untuk menuntaskan putaran keduanya. Namun, Dou mendapatkan waktu yang cukup untuk menuntaskan permainan hari kedua. Skor total 14-under 128 miliknya sekaligus memberinya keunggulan dua stroke atas Davis Thompson (12-under), serta tiga stroke atas sepuluh pemain lain yang menorehkan skor total 11-under.

Dou memulai putaran keduanya dengan birdie di hole 10 par 5 dan menambah dua birdie lagi di hole 13 dan 18. Lalu ketika memainkan sembilan hole terakhirnya, Dou menambah lima birdie lagi, termasuk bogey keduanya pekan ini di hole 2 par 4.

”Pukulan tee dan iron saya sedang bagus,” ujar Dou menyinggung permainannya pekan ini. ”Putting saya juga bagus. Hanya sekali melakukan tiga putt, dan sekali lagi kemarin, cuma keduanya hanya kesalahan akibat menyisakan jarak sekitar 15 meter, tapi paling tidak saya sudah bermain dengan sangat konsisten.”

Musim ini merupakan musim ketiga Dou bertanding secara beturut-turut pada Korn Ferry Tour. Pegolf asal Henan yang mulai bermain golf di Beijing ini sempat memenangkan dua gelar pada sirkuit batu loncatan menuju PGA TOUR ini. Pada Musim Reguler 2020-2021 lalu ia juga memastikan memiliki status anggota penuh setelah finis di peringkat 33.

”Menuju akhir pekan ini, saya akan lebih rileks dan nyaman … tak banyak berpikir, bermain seperti biasa dan berharap ada skor-skor bagus yang bisa saya raih.” — Dou Zecheng.

Dalam empat turnamen yang ia ikuti musim ini, Dou sudah dua kali menembus lima besar, termasuk ketika finis sendirian di tempat kedua pada ajang The Bahamas Great Abaco Cassic di The Abaco Club. Bahkan kala itu ia sempat memimpin dalam tiga putaran, sebelum akhirnya harus bermain 2-over dalam tiga hole terakhirnya dan kalah dari Brandon Hankins lewat play-off.

”(Prestasi) itu menjadi pengalaman yang bagus,” ujar Dou. ”Masuk play-off menjadikannya pekan yang bagus. Anda bisa finis sendirian di tempat kedua, jadi bukan hal yang buruk. Sejak awal, jika tahu Anda bakal finis sendirian di tempat kedua, Anda pasti merasa senang.”

Sepekan berikutnya ia finis T5 pada ajang The Panama Championship. Meskipun penampilan solid itu sempat terusik oleh kegagalannya menembus akhir pekan pada ajang Astara Golf Championship presented by Mastercard, ia memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyiapkan diri mengikuti ajang pekan ini.

”Saya langsung pulang setelah gagal lolos cut waktu itu,” sambung Dou. ”Saya sudah berencana menempuh penerbangan yang berat jika bermain empat putaran di Bogota. Saya mengubah jadwal itu dan berangkat hari Sabtu untuk tiba (di Lakewood Ranch) lebih awal, dan saya tinggal di tempat teman saya persis di dekat green hole 9. Rasanya sangat nyaman bermain pekan ini. Saya tahu kalau ini pekan kelima (berturut-turut mengikuti pertandingan), tapi setelah beberapa hari rasanya saya siap untuk kembali bertanding.”

Sejauh ini, Dou telah membukukan skor 64 dalam enam putaran di sepanjang 284 putaran Korn Ferry Tour yang ia mainkan. Tiga dari empat turnamen terakhir, ketika ia membukukan skor 64 atau lebih baik, ia finis di sepuluh besar, termasuk ketika menjuarai gelar pertamanya lewat ajang Digital Ally Open 2017. Kala itu kemenangannya membawa Dou finis di jajaran 25 besar. Bersama rekan senegaranya, Zhang Xinjun, mereka menjadi dua pegolf China daratan pertama yang memiliki kartu PGA TOUR.

”Saya mungkin main bagus di Bahamas dan Panama dan masih gagal lolos cut, jadi saya mesti main bagus untuk bisa finis di sepuluh atau lima besar (pekan ini).” — An Byeonghun.

Dua tahun setelah kemenangan pertamanya itu, Dou menjuarai The Bahamas Great Exuma Classic di Sandals Emerald Bay. Sayangnya, pada akhir musim itu ia harus finis di luar 25 besar gara-gara 15 kali berturut-turutr gagal lolos cut dalam 23 turnamen yang ia ikuti.

Namun, permainannya pekan ini memberinya percaya diri untuk bisa mewujudkan gelar ketiga. ”Tahun ini sedikit berbeda bagi saya. Saya ke sini dan merasa yakin pada permainan saya,” ujarnya. ”Dalam tahun-tahun sebelumnya, saya bisa finis bagus sekali, namun dalam beberapa pekan kemudian berantakan, dan barulah bisa mendapat hasil bagus lagi. Rasanya maju-mundur. Tahun ini rasanya permainan saya sudah lebih siap. Tiap pekan kurang lebih sama dan permainan golf yang bagus bisa muncul. Saya ingin mempertahankan tren ini.

”Menuju akhir pekan ini, saya akan lebih rileks dan nyaman … tak banyak berpikir, bermain seperti biasa dan berharap ada skor-skor bagus yang bisa saya raih.”

Sementara itu, An, yang kehilangan kartu PGA TOUR musim lalu, berhasil mencatatkan enam birdie dengan sebuah bogey untuk berjarak hanya tiga stroke dari Dou. ”Rasanya saya bermain lebih buruk dan masih bisa main 5-under. Pagi tadi, bolanya basah dan sulit mengukur jarak pukul, tapi secara keseluruhan saya merasa cukup senang. Saya masih harus bersaing dengan 140 pemain lainnya dan masih harus mengalahkan mereka untuk bisa menang. Sulit menilai level kompetisinya karena memang masih cukup tinggi. Saya mungkin main bagus di Bahamas dan Panama dan masih gagal lolos cut, jadi saya mesti main bagus untuk bisa finis di sepuluh atau lima besar (pekan ini),” tutur An, yang ikut menjadi anggota Tim Internasional pada Presidents Cup 2019 lalu.

Dou mungkin memegang kendali, namun bintang pada putaran kedua adalah Callum Tarren. Duta LECOM ini menorehkan skor 10-under 61 untuk memecahkan rekor skor terendah 18 hole di Commander Course di Lakewood National Golf Club.