Bianca Naomi Amina Laksono dan Gemilau Joanne Kurnia akan melakoni debutnya pada Women’s Amateur Asia-Pacific di Selandia Baru pada 12-15 Februari 2026 mendatang.
Indonesia dipastikan memiliki dua wajah baru pada gelaran Women’s Amateur Asia-Pacific (WAAP) yang tahun depan akan digelar di Royal Wellington, Selandia Baru pada 12-15 Februari. Keduanya ialah Bianca Naomi Amina Laksono dan Gemilau Joanne Kurnia, yang dipastikan mendapat undangan resmi dari Asia-Pacific Golf Confederation (APGC) dan The R&A untuk mengikuti kompetisi yang bisa dipandang sebagai ajang Major bagi para pegolf wanita se-Asia Pasifik ini.
Bianca menduduki peringkat 370 pada World Amateur Golf Ranking (WAGR) tatkala memastikan spotnya untuk ajang ini. Bagi pegolf berusia 20 tahun ini, kepastian untuk bertolak ke Selandia Baru pada bulan Februari mendatang seakan menjadi pengakuan atas serangkaian prestasi yang ia torehkan pada tahun ini.
”Ini akan menjadi pengalaman pertama saya pada ajang WAAP,” ujar Bianca. ”Kesempatan ini memberi peluang untuk bersaing di level yang tinggi dan meraih pengalaman yang berharga. Saya selalu ingin bermain pada turnamen ini, dan menurut saya WAAP telah memberikan dampak yang kuat bagi golf wanita di Indonesia. level kompetisinya sangat tinggi dengan banyak diikuti pegolf berperingkat tinggi, sekaligus memotivasi para pegolf Indonesia untuk berlatih lebih keras lagi dan meningkatkan standard kami.”

Sebanyak 84 pegolf dari 28 negara akan bersaing pada ajang yang diprakarsai oleh APGC dan The R&A ini. Dari jumlah tersebut, 13 peserta berada di jajaran 50 besar, sedangkan 26 lainnya ada di jajaran 100 besar pada WAGR. Pegolf asal Korea Oh Soomin, No.12 pada WAGR menjadi pegolf dengan peringkat tertinggi, disusul oleh No.15 WAGR Rianne Malixi asal Filipina. Sementara juara edisi 2025 Jeneath Wong asal Malaysia juga akan berusaha mempertahankan gelarnya.
Pegolf No.1 Dunia Jeeno Thitikul asal Thailand menjadi juara WAAP yang paling sukses. Setelah menjuarai edisi perdana, yang digelar tahun 2018, kariernya melejit dan kini menjadi kekuatan dominan di panggung global.
”Saya melihat permainannya (Jeeno) ketika dia masih amatir, terutama ketika dia bermain pada Asian Games di Indonesia (tahun 2018). Dia menginspirasi saya untuk belajar lebih banyak tentang olahraga ini dan berjuang untuk menjadi pegolf yang lebih baik lagi,” tutur Bianca.
”Pasti akan sangat fantastis dan bersejarah kalau ada pegolf Indonesia yang bisa memenangkan turnamen ini. Prestasi itu akan menjadi pencapaian besar bagi golf di Indonesia. Saya sendiri ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk merintis jalan bagi karier saya pada masa yang akan datang. Saat ini saya masih kuliah, jadi prioritas saya ialah menyelesaikan pendidikan saya terlebih dahulu, setelah itu barulah saya akan melihat kesempatan-kesempatan yang ada.”
Tahun ini Bianca berhasil meraih kemenangan internasional pertama dalam kariernya ketika ia menjuarai 48th RSGC Ladies Amateur Open di Malaysia. Sebelumnya, ia juga memenangkan Medco Pondok Indah Amateur Golf Championship.

Awalnya, Bianca menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada kejuaraan paling prestisius se-Asia Pasifik ini. Akan tetapi, mundurnya salah satu peserta justru membuak peluang bagi Gemilau untuk tak hanya menemani Bianca, tapi juga menikmati debut di Royal Wellington nanti.
Pegolf yang kini duduk di No.714 pada WAGR itu kini berkuliah pada Georgia State University. Meskipun tahun ini ia belum memberi kontribusi bagi timnya, Gemilau berstatus Juara Nasional berkat kemenangannya pada ajang Kejuaraan Nasional Amatir pada bulan Mei lalu. Selain itu, ia juga menduduki tempat kedua di belakang Bianca pada Medco Pondok Indah Amateur Golf Championship.
Pada awal tahun ini, Jeneath Wong mencatatkan sejarah dengan menjadi pegolf Malaysia pertama yang menjuarai kejuaraan ini. ”Menjuarai WAAP benar-benar meluapkan emosi, tidak hanya karena kemenangan itu saja, tapi juga karena maknanya bagi golf di Malaysia dan diri saya sendiri. Melihat dukungan dari rumah dan tahu kalau kemenangan ini bisa menginspirasi pegolf lainnya menjadikan prestasi ini lebih istimewa lagi. Secara pribadi, kemenangan ini juga menjawab semua kerja keras dan pengorbanan selama bertahun-tahun,” tutur Wong.
WAAP memang menawarkan kesempatan yang mengubah kehidupan sang pemenang. Sang juara secara otomatis berhak mengikuti tiga ajang Major pada tahun 2026 nanti. Selain AIG Women’s Open di Royal Lytham & St Annes, ia juga bisa mengikuti Amundi Evian Championship dan The Chevron Championship. Selain itu, ia juga berhak mengikuti Hana Financial Group Championship, ISPS HANDA Women’s Australian Open, 123rd Women’s Amateur Championship, dan Augusta National Women’s Amateur.
The R&A dan APGC turut didukung oleh sejumlah mitra mereka dalam mengembangkan golf untuk kaum wanita di wilayah Asia Pasifik ini. Selain Rolex, ISPS Handa, Royal Wellington Golf Club, ada juga Samsung, Hana Financial Group, Nippon Kabayo Ohayo Holdings, Peter Millar, New Zealand Mercedes-Benz, Titleist, dan Tongariro. Termasuk mitra-mitra investasi, seperti New Zealand Major Events dan Wellington Council.
Daftar lengkap peserta dapat dilihat melalui laman resmi kejuaraan ini.



