Christin Eisenbeiss dan Silje Torvund Ohma berbagi posisi teratas pada akhir putaran pertama Women’s Amateur Championship.
Bermain dalam kondisi yang lebih ideal untuk mengendalikan pukulan, pegolf asal Jerman Christin Eisenbeiss, yang memulai permainannya sebelum pukul 08:00 waktu setempat berhasil mencatatkan skor 4-under 68.
Tampil dalam debutnya pada Women’s Amateur Championship, pegolf berusia 21 tahun yang juga merupakan anggota Tim Nasional Jerman ini mencatatkan empat birdie tanpa menorehkan satu bogey pun di Prince’s Golf Club, di Kent, Sandwich, Inggris.
”Saya menikmati ujian ini, sungguh!” ujar Eisenbeiss, yang berada di peringkat 500 besar pada World Amateur Golf Ranking. ”Menurut saya ini lapangan yang luar biasa, lapangan yang memberi peluang untuk mendapatkan skor, tapi angin membuatnya menjadi lebih sulit. Menurut saya lapangan ini bakal bagus untuk match play juga, jadi saya bersemangat untuk menargetkan (menembus match play).”

Meski langsung mendapat birdie dari hole 2, Eisenbeiss harus bersabar hingga hole 12 untuk mencatatkan birdie keduanya. Dua birdie lagi dari hole 13 dan 15 memastikan ia menguasai puncak klasemen sendirian, sampai akhirnya pegolf Norwegia Silje Torvund Ohma menyamai catatan skornya itu.
Ohma seakan bakal menguasai posisi teratas sendirian setelah di sembilan hole pertamanya ia mencatatkan lima birdie, termasuk tiga birdie secara beruntun dari hole 6. Ia masih menambah dua birdie lagi di hole 12 dan 15, namun tiga bogey di hole 13, 16, dan 17 membuatnya hanya bisa berbagi tempat teratas dengan Eisenbeiss.
”Sembilan hole pertama sungguh luar biasa,” ujar pegolf yang baru saja menuntaskan musim pertamanya bersama Baylor University di Texas, yang diwarnai dengan lima kali finis di sepuluh besar. ”Saya hanya melakukan pukulan yang saya tahu bisa saya lakukan, dan menurut saya hal itu sangat penting dalam kondisi berangin ini. Putter saya juga menjadi sahabat baik saya hari ini, jadi sangat membantu.”
Untuk sementara Eisenbeiss dan Ohma mengungguli Beth Coulter asal Irlandia, Andrea Revuelta dari Spanyol, Darcy Harry dari Wales, dan Natacha Husted Host asal Denmark, yang sama-sama mencatatkan skor 67.

Pengalaman memainkan lapangan links menjadi modal berarti bagi Coulter, yang sempat mengikuti Junior Vagliano Trophy 2019, yang diadakan di Royal St George’s. ”Saya cukup tahu bakal menghadapi apa di sini,” ujarnya. ”Saya banyak memukul ke fairway dan green, yang tentunya tidak mudah di lapangan seperti ini, dan bisa memasukkan beberapa putt. Par sudah menjadi skor yang hebat di beberapa hole, jadi saya akan berusaha mempertahankan permainan seperti ini sebanyak mungkin.”
Sementara itu, wakil Indonesia Elaine Widjaja, yang memulai debutnya pada pukul 13:09 harus mengalami brutalnya kondisi lapangan links ini. Sejak Thailand Junior Development Tour Masters Championship awal tahun ini, untuk pertama kalinya Elaine harus bermain dengan skor 80-an. Meski mendapat birdie di hole 5 dan 10, ia juga harus mencatatkan lima bogey, tiga double bogey, dan triple bogey di hole 11.
Kesempatan untuk bermain lebih pagi pada putaran dua hari ini setidaknya memberi kesempatan baginya untuk memperbaiki catatan skornya. Pegolf yang juga bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation ini akan memulai putaran keduanya mulai pukul 08:24 waktu setempat.
Hanya 64 pemain teratas yang dapat melangkah ke babak match play.
Women’s Amateur Championship, yang mulai dipertandingkan pada tahun 1893 telah menjadi salah satu ajang kompetisi dengan strata tertinggi. Tidak mengherankan jika kemudian sang juara juga mendapat hak bertanding mengikuti AIG Women’s Open, U.S. Women’s Open, The Amundi Evian Championship, serta Augusta National Women’s Amateur. Sejauh ini hanya Anna Nordqvist dan Georgia Hall menjadi dua pegolf yang bisa menjuarai Girl’s Amateur Championship, Women’s Amateur Championship, dan AIG Women’s Open.


