Juara Indonesian Golf Tour Seri VII Elki Kow menampilkan permainan yang brilian pada hari kedua Indonesian Golf Tour Grand Final yang dilangsungkan di Damai Indah Golf Pantai Indah Kapuk Course hari ini (22/11). Performanya meningkat drastis ketimbang pada hari pertama, dengan menorehkan skor 6-under 66. Skor total yang ia bukukan, 10-under 134 menempatkannya sebagai pimpinan klasemen dengan kunggulan lima stroke dari pesaing terdekatnya.

Elki menunjukkan grafik positif dalam beberapa pekan terakhir, khususnya usai menorehkan prestasi terbaiknya pada ajang Asian Development Tour di Bali.

Usai membukukan skor 67 pada putaran pertama kemarin (21/11), Elki masih melanjutkan tren positif tersebut dengan menorehkan empat birdie di hole 3, 5, 6, dan 8, yang praktis menempatkannya di posisi teratas. Ia melanjutkan menambah dua birdie lagi di hole 13 dan 14, sebelum akhirnya membukukan par di empat hole terakhir.

Catatan tanpa bogey di kartu skornya pada hari ini, menurutnya, merupakan buah dari keberhasilannya menerapkan strategi permainan dan menghindari sejumlah kesalahan yang tak perlu.

“Ada perbaikan pukulan sebelum turnamen pekan ini,” tambah Elki lagi, “sehingga membantu saya mengeksekusi strategi dengan baik.”

Ia juga menyebut hasil positif di Bali beberapa pekan lalu menjadi salah satu pemicu percaya diri baginya.

“Sudah tentu (hasil positif di Bali itu) ada dampaknya karena hasil di sana memberi kepercayaan diri yang tinggi. Saya juga bisa melatih menutupi berbagai kekurangan dari penampilan saya di Bali,” imbuhnya lagi.

“Lima pukulan memang jauh untuk dikejar, tapi tidak ada yang mustahil. Saya harus mencoba memberi tekanan kepada Elki di sembilan hole pertama.” – Danny Masrin

Meski memimpin lima stroke, perjuangan Elki masih jauh dari selesai. Dengan 18 hole yang tersisa, ia masih harus mengatasi tekanan yang bakal diberikan oleh Danny Masrin. Sejauh ini Danny telah menjadi pegolf tersukses dalam sejarah Indonesian Golf Tour, dengan menjuarai tujuh gelar sejak Tour profesional Indonesia ini dimulai pada 2014 lalu.

Danny sendiri, meski kembali membukukan enam birdie pada hari kedua ini, harus puas dengan catatan 2-under 70 lantaran mendapat empat bogey. Skor total 5-under 139 memang membuatnya tertinggal lima stroke dari Elki, namun ia menunjukkan percaya diri yang kuat untuk bisa menorehkan kemenangan ke-8 dalam karier profesionalnya.

“Sebenarnya, saya merasa permainan saya cukup baik, kecuali untuk putting,” tutur Danny. “Dalam dua hari ini saya sudah empat kali melakukan tiga putt. Dan juga ada banyak peluang birdie dari jarak pendek yang gagal masuk, belum lagi ada sejumlah putt untuk par yang gagal. Kalau saya bisa memperbaiki putting saya besok, saya tahu, saya bisa main 6-under atau lebih baik lagi.”

Selain telah mengganti putter untuk membantu meningkatkan performa putting-nya, Danny juga berencana untuk memberi tekanan kepada Elki untuk memangkas selisih lima stroke-nya.

“Lima pukulan memang jauh untuk dikejar, tapi tidak ada yang mustahil,” imbuhnya. “Saya harus mencoba memberi tekanan kepada Elki di sembilan hole pertama. Dengan begitu, dia harus membuat birdie untuk mengatasinya.”

Elki sendiri bukannya tidak sadar bahwa Danny akan memberi tekanan dan berusaha menunggu peluang di mana ia sendiri melakukan kesalahan. Namun, Elki sendiri menegaskan, “Saya akan main sesuai rencana permainan saya sendiri. Saya tidak akan memperhatikan permainan lawan, apa pun yang terjadi, yang penting saya fokus pada diri sendiri.”

“Sayang memang, tapi ada hal yang lebih penting daripada golf. Buat saya keluarga jauh lebih penting.” – George Gandranata

Selain Danny, George Gandranata seharusnya juga menjadi tantangan tersendiri bagi Elki untuk meraih gelar profesional ketiga dalam kariernya. George sendiri menunjukkan permainan istimewa ketika berhasil bermain 6-under hingga hole 14. Sayangnya, ia mendapat bogey di hole 15 dan 18.

Seperti halnya Danny, George juga berjarak lima stroke dari Elki. Namun, ia terpaksa harus mundur dari putaran final besok urusan keluarga.

“Sayang memang, tapi ada hal yang lebih penting daripada golf. Buat saya keluarga jauh lebih penting. Dan, seperti yang mereka katakan, jika Anda bisa berada dalam persaingan, Anda bisa kembali ke posisi tersebut dan kembali meraih kemenangan,” ujar George yang akan mengambil jeda dari golf hingga menjelang penyelenggaraan Bank BNI Indonesian Masters presented by Bank BTN, Lautan Luas, dan Bank Mandiri.

Pada akhir putaran kedua tadi, Rory Hie dan Syukrizal berbagi tempat di posisi keempat. Keduanya membukukan skor 73 dan 70 dan sama-sama menorehkan skor 4-under 140.

Sementara itu, pemain amatir yang sempat menjadi salah satu pimpinan klasemen pada putaran pertama, Naraajie Emerald Ramadhan Putra, harus terlempar dari jajaran tiga besar. Ia sepertinya berada dalam posisi yang sama seperti ketika berlaga pada Asia-Pacific Amateur Championship awal Oktober lalu di Singapura. Kala itu, ia berhasil masuk jajaran atas klasemen sebelum akhirnya terlempar lantaran bermain buruk pada hari kedua.

Kali ini hal tersebut terulang kembali. Setelah kemarin bermain lima birdie tanpa bogey, kali ini Naraajie justru hanya mencatatkan satu birdie harus mendapatkan tiga bogey dan sebuah double bogey. Beruntung ia mendapat eagle di hole 13, yang membuatnya hanya membukukan skor 74. Tapi dengan skor total 141, meski peluangnya untuk kembali menang belum sirna, ia harus berjuang keras pada hari terakhir besok (23/11).

Selain perburuan gelar juara, perburuan gelar Lowest Amateur juga akan menjadi salah satu suguhan seru pada putaran final besok. Meskipun saat ini Naraajie berada di peringkat T6 bersama Jordan Surya Irawan, Almay Rayhan Yagutah hanya berjarak dua stroke darinya.

Leave a comment