Empat pegolf akan bertolak ke Vietnam, sementara dua belas nama lainnya akan bertanding di Inggris sembari menghadapi level kompetisi yang lebih menantang.

Sebanyak enam belas pegolf muda dipastikan mendapatkan hak mereka untuk melangkah ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi lagi, menyusul berakhirnya penyelenggaraan Faldo Series Indonesia presented by Birdie Bandits pada hari Minggu (8/2) kemarin.

Kompetisi yang sempat absen selama beberapa tahun ini kembali hadir dengan menyuguhkan dua kategori besar, yang turut mencerminkan visi Faldo Series dalam beberapa tahun terakhir. Kategori Faldo Junior Tour ditujukan bagi para pegolf dengan rentang usia U16-U21, di mana para peserta bertanding selama tiga putaran. Adapun Faldo Futures mewadahi para pegolf junior dari rentang usia 9-12 tahun yang berkompetisi dalam dua putaran.

Dari Faldo Junior Tour, atlet DKI Jakarta Sania Talita Wahyudi berhasil tampil sebagai pemenang kelas U21 setelah membukukan skor 72-70-76 dan skor total 5-over 218. Kemenangan ini sangat meyakinkan lantaran berjarak delapan stroke dari pegolf DKI Jakarta lainnya, Renoctoviana Ramadhiani Said.

Adapun pegolf Sumatra Utara Kifata Aftar sukses menorehkan skor 74-70-72 dan skor total 3-over 216 untuk memenangkan kelas U21 putra. Ia berhasil unggul satu stroke atas pegolf DKI Jakarta Kenneth Henson Sutianto (217).

 

Para Juara Faldo Futures 2026.
Sebanyak 12 anak mendapat hak untuk mengikuti kompetisi Faldo Futures Final, yang akan digelar di lapangan ternama The Belfry, Inggris, bulan Agustus 2026 mendatang. Foto: Faldo Series Indonesia.

 

Pegolf asal Jawa Timur William Justin juga memastikan kemenangan satu stroke setelah pada putaran final menorehkan skor 2-under 69 sehingga total mencatatkan skor even par 213 untuk kemenangan satu stroke atas Yujun Cha dari Sim’s Academy.

Sementara itu, pegolf Jawa Barat Elevania Nurfasha memastikan kemenangan meyakinkan atas pegolf Sumatra Utara Freya Julia Daviana Simarmata setelah menorehkan skor total 233.

Keberhasilan empat pegolf ini dalam memenangkan kelas masing-masing membuat mereka kini berhak bersaing dengan para pegolf Asia lainnya pada Faldo Junior Tour Asia Final yang akan digelar di Laguna Lang Co, Vietnam pada 22-24 April mendatang.

Jika pada Faldo Junior Tour hanya sang pemenang saja yang berhak mengikuti kompetisi regional, pada Faldo Futures pemenang dan peraih tempat kedua berhak melangkah ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Mereka berhak mengikuti Faldo Futures Final, yang akan digelar di lapangan legendaris The Belfry, Inggris, pada bulan Agustus mendatang.

”Kami sendiri sudah berkomitmen untuk menghadirkan seri ini selama tiga tahun ke depan. Tentulah kami harus lebih banyak belajar untuk meningkatkan penyelenggaraan turnamen ini.” — Agung Budiman, Ketua Birdie Bandits.

Pegolf tuan rumah Birdie Bandits Dyllan Michio Satriobudi (juara kelas 11-12 tahun), Bradley Tanady (juara kelas 9-10 tahun), Hiro Isaac Sung (juara kelas 7-8 tahun), dan Panji Wasendra Prasojo (tempat kedua kelas 7-8 tahun) dipastikan melangkah ke Inggris. Mereka akan ditemani oleh Muhammad Bintang Maulana (tempat kedua kelas 11-12 tahun) dan Harith Iman Hazrul (tempat kedua kelas 9-10 tahun).

Adapun dari kelompok putri, tiga pegolf Birdie Bandits juga akan bertolak ke Inggris. Mereka adalah Cheng Guo (juara kelas 11-12 tahun), Josephine Johanna Sugandhi (tempat kedua kelas 11-12 tahun), dan Amira Permadi (juara kelas 9-10 tahun). Mereka akan ditemani oleh Aliya Putri Silvinia (tempat kedua kelas 9-10 tahun), Rayna Rachmat (juara kelas 7-8 tahun) dan kembarannya, Riley Rachmat yang berada di tempat kedua.

”Turnamen ini sebenarnya ajang junior internasional yang memang sudah lama absen di Indonesia. Tahun lalu kami berinisiatif mengontak Faldo Series untuk mengembalikan ajang ini di Indonesia,” tutur Agung Budiman, Ketua Birdie Bandits, yang juga merupakan Presiden Direktur Gunung Geulis Country Club.

”Kami cukup senang dengan kehadiran 61 pegolf pada Faldo Series pertama ini. Kami sendiri sudah berkomitmen untuk menghadirkan seri ini selama tiga tahun ke depan. Tentulah kami harus lebih banyak belajar untuk meningkatkan penyelenggaraan turnamen ini.”