Randy Arbenata Mohamad Bintang menjadi pegolf Indonesia pertama yang memimpin klasemen sementara pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship.

Bagi seorang pegolf, mengawali sebuah pertandingan dengan bogey, apalagi dalam kejuaraan yang sangat prestisius jelas bukan sebuah awal yang ideal. Meski begitu, Randy Arbenata Mohamad Bintang tidak membiarkan bogey itu menentukan kartu skornya pada putaran pertama ajang Asia-Pacific Amateur Championship.

Meski baru pertama kali bermain di Taiheiyo Club Gotemba, di Jepang, Randy berhasil mengemas enam birdie dalam 17 hole tersisa. Skor 5-under 65 tersebut membuatnya menjadi pemimpin klasemen sementara. Ia bermain satu stroke lebih baik daripada pegolf asal Hong Kong Wang Ngai Shen, dan dua pegolf tuan rumah Taishi Moto dan Rintaro Nakano. Ia juga unggul dua stroke dari tujuh pegolf lain yang kini menghuni posisi T5.

Wakil Indonesia lainnya, debutan William Justin Wijaya (74) untuk sementara duduk di posisi T45, sementara Rayhan Abdul Latief (75) berada di posisi T56, Kenneth Henson Sutianto (78) berada di peringkat T76, dengan debutan lainnya Amadeus Christian Susanto (79) menempati peringkat T84.

”Ini turnamen amatir terbesar yang pernah saya ikuti. Saya merasa senang dengan permainan dan peluang untuk bermain dengan para pegolf terbaik di dunia.”

Permainan Randy ini praktis menjadikannya sebagai pegolf Indonesia pertama yang bisa memimpin klasemen pada Asia-Pacific Amateur Championship dalam 18 hole.

”Rasanya bangga (dengan permainan hari ini) karena putting saya benar-benar bagus hari ini,” ujar pegolf berusia 20 tahun ini. ”Tadi saya mulai bermain dari hole 10 dan di hole pertama itu langsung mendapat bogey. Setelah itu saya berusaha untuk memainkan fairway dan green, fairway dan green dan cukup berhasil menjalaninya.”

Ia meraih birdie pertamanya di hole 13 dan langsung mengulangi hal serupa di hole berikutnya. Ia kemudian memasuki hole 18 dengan catatan 2-under setelah kembali menuai birdie di hole 17. Setelah berhasil mengantarkan bolanya ke fairway di hole par 5 tersebut, ia mengantarkan bolanya dengan menyisakan sekitar 15 meter dari lubang dan nyaris melakukan chip-in untuk eagle. Meski begitu, ia masih berhasil meninggalkan hole 18 dengan menorehkan birdie keempatnya di sembilan hole pertamanya.

Ia berhasil mempertahankan permainan dan mencegah menambah catatan bogey. Dua birdie dari hole 3 dan 7 memastikannya memuncaki klasemen sementara.

 

Randy Arbenata Mohamad Bintang 2, Round 1 Asia-Pacific Golf Championship 2024.
Randy Arbenata Mohamad Bintang menjadi pegolf Indonesia pertama yang memimpin klasemen sementara ajang Asia-Pacific Golf Championship. Foto: 2024 AAC/Graham Uden.

 

Permainannya kali ini jelas jauh berbeda daripada dua edisi terdahulu yang ia ikuti. Pada tahun 2022, ia melakoni debutnya dengan mencatatkan skor 79, dan mencatatkan skor 72. Ia juga bertolak ke Jepang setelah melakoni kompetisi tujuh hari nonstop di Medan pada PON XXI Aceh-Sumut. Tak seperti Rayhan, yang melanjutkan kompetisi seusai pesta olahraga empat tahunan tersebut, Randy memilik waktu yang cukup untuk menyiapkan fisik dan permainannya.

Toh ia menilai permainannya kali ini bisa lebih baik daripada dua penampilan sebelumnya karena ”Saya mulai menampilkan permainan terbaik saya,” tuturnya.

”Ini turnamen amatir terbesar yang pernah saya ikuti. Saya merasa senang dengan permainan dan peluang untuk bermain dengan para pegolf terbaik di dunia.”

Asia-Pacific Amateur Championship akan kembali ditayangkan melalui mitra-mitra penyiar mereka, dengan para penggemar, khususnya di Indonesia, dapat menyaksikannya langsung melalui situs resmi berikut: www.aacgolf.com.