Feng Shanshan membuka peluangnya untuk kembali meraih medali Olimpiade berkat permainan solid putaran kedua kompetisi golf wanita Olimpiade Tokyo 2020.

Peraih medali perunggu Olimpiade Rio 2016 Feng Shanshan merayakan ulang tahunnya dengan membukukan skor 7-under 64 pada putaran kedua Olimpiade Tokyo 2020. Permainan luar biasa itu sekaligus membuka peluangnya untuk kembali bersaing memperebutkan medali.

Setelah mengalami kekecewaan usai membukukan skor 74 pada putaran pertama, ia bemain tanpa bogey dan menorehkan tujuh birdie. Cuaca panas seakan tidak mengganggunya untuk memperbaiki posisinya. Kini ia akan memainkan putaran ketiga dari peringkat T11 dengan torehan 4-under 138. Pegolf No.1 Dunia Nelly Korda kini memegang keunggulan empat stroke untuk berada di puncak klasemen dengan 13-under 129.

Feng sadar bahwa ia masih harus berjuang keras jika ingin kembali naik podium. Pasalnya masih ada tiga pemain yang berbagi tempat di peringkat kedua. Nanna Koerstz Madsen dan Emily Pedersen dari Denmark, serta Aditi Ashok dari India sama-sama mengoleksi 9-under 133.

Adapun rekan senegara Feng, Lin Xiyu, juga bermain solid dengan skor 66. Ia meraih sebuah eagle, enam birdie, dan tiga bogey untuk berada di posisi T9 dengan 5-under.

Kemungkinan bakal hadirnya badai yang akan menghadirkan hujan dan angin di wilayah Saitama pada hari Sabtu memungkinkan kompetisi golf wanita ini harus dimainkan hanya menjadi 54 hole. Panitia pun akan memantau perkembagan cuaca sebelum mengambil keputusan.

”Cukup bagus. Saya tahu, saya tidak main bagus kemarin, plus panitia menyebutkan kemungkinan menjadikan turnamen ini menjadi turnamen 54 hole. Saya tahu harus melakukan sesuatu. Itulah yang menjadi fokus saya. Pukulan saya kali ini jauh lebih baik, jadi saya bisa menciptakan banyak peluang birdie dan memaksimalkan sebagian besarnya. Jadi, bisa main 7-under, meskipun saya masih tertinggal, setidaknya saya sudah separuh jalan,” jelas Feng.

Pemegang 10 gelar LPGA ini menyebut permainan putter-nyalah yang membantunya menghemat sepuluh stroke pada hari ini (5/8). ”Menurut saya putting saya kemarin tidaklah jelek, cuma salah melakukan penilaian—saya keliru menilai kecepatan green. Green ini sebenarnya agak lebih lambat daripada yang kami pikirkan. Saya tak bisa mengantarkan bola ke lubang, plus pukulan saya (yang kurang bagus), jadi kemarin saya tidak menciptakan cukup banyak peluang.

”Saya pikir saya bermain dengan baik. Pukulan saya sangat, sangat bagus. Putter saya sedikit lebih tajam ketimbang kemarin, tapi masih belum cukup bagus.” — Lin Xiyu.

Demikian pun ia meyakini masih memiliki kesempatan meraih medali, sekecil apapun itu. Itu sebabnya ia berniat untuk meraih birdie sebanyak mungkin, terutama karena para pemain lainnya juga akan melakukan hal yang sama. ”Di luar tiga besar tidak ada artinya. Jadi, saya pikir semua orang berniat mengincar tiga besar. Saya akan berjuang seratus persen!”

Dengan absennya para penggemar, para relawan yang membantu penyelenggaraan pekan ini berperan memastikan Feng bisa merayakan ulang tahunnya sebelum ia memulai putaran kedua tadi. ”Mayoritas relawan mengetahui kalau hari ini saya berulang tahun. Kalau tak salah salah satu dari mereka menulis ucapan buat saya dan ia mengangkat kartonnya dan menunjukkannya kepada saya di lapangan,” ujar Feng. ”Saya sangat berterima kasih. Mungkin turnamen ini memberi tahu mereka. Saya senang tidak semua orang datang dan memberi ucapan selamat ulang tahun kepada saya karena saya tidak yakin bisa berkonsentrasi.”

Bagi Feng, sebuah medali pada pekan ini akan menjadi sangat berarti. Olimpiade Tokyo 2020 ini akan menjadi partisipasi terakhirnya pada ajang empat tahunan ini. ”Melihat semua pengaturannya, seperti tee box, pemarkahnya merupakan lima cincin (logo Olimpiade) dan cara mereka menyebut nama kami di tee box juga berbeda. Jadi, Olimpiade kali ini cukup spesial. Kami tak mengincar hadiah uang. Kali ini kami mewakili negara masing-masing dan bermain untuk meraih kehormatan. Itu sebabnya, semua pemain berjuang keras.”

Rekan senegaranya, Lin, juga sedang menikmati momentumnya sendiri. Pegolf berusia 25 tahun ini menciptakan tiga birdie berturut-turut plus eagle di hole 8 untuk ikut meramaikan persaingan meraih medali.

”Saya pikir saya bermain dengan baik. Pukulan saya sangat, sangat bagus. Putter saya sedikit lebih tajam ketimbang kemarin, tapi masih belum cukup bagus. Mungkin pukulan dari tee ke green saya yang terbaik, tapi di sekitar green saya masih melakukan beberapa kesalahan sederhana sehingga membuat terlalu banyak bogey. Tapi menurut saya permainan saya berada pada arah yang tepat dan saya tak sabar untuk melanjutkan permainan ke dua atau satu putaran lagi,” ujarnya.

”Hari ini saya mulai mendapatkan banyak peluang birdie yang bagus, tapi tidak memaksimalkannya. Lalu par putt saya meleset di par 3 (hole 4), jadi saya agak kesal pada diri sendiri, sampai kemudian, seperti halnya kemarin, saya membuata tiga birdie berturut-turut (dari hole 5). Lau saya melakukan pukulan tee dan pukulan kedua yang solid dan bisa bangkit untuk membuat eagle di hole 8. Saya pikir eagle itu sangat bagus.”