Jonathan Wijono melampaui target sepuluh besar yang ia canangkan dengan finis di peringkat ke-4 pada ajang OB Golf Invitational presented by Jababeka & Co. 2022.

Jonathan Wijono berhasil mengakhiri OB Golf Invitational presented by Jababeka & Co. pekan ini dengan finis di jajaran lima besar setelah mencatatkan skor terbaiknya pada pekan ini. Pada putaran final turnamen yang menjadi bagian dari kalender Asian Development Tour ini, pegolf asal Jawa Timur tersebut menuai skor 4-under 66 di Jababeka Golf and Country Club, yang dimainkan sebagai lapangan 70 par.

Permainannya pada siang tadi memang menjadi penampilan terbaiknya selama empat putaran dari turnamen yang menyediakan total hadiah sebesar US$70.000 atau Rp1,039 milyar ini. Ia tak hanya meminimalisasi kesalahan, tapi juga berhasil mencatatkan 5-under hingga 15 hole putaran final tersebut.

Pegolf yang akrab disapa Jowi ini bermain 3-under di sembilan hole pertamanya, berkat birdie di hole 4 dan eagle di hole 7. Ia kemudian menorehkan dua birdie lagi di hole 12 dan 13, sebelum akhirnya mendapat satu-satunya bogey di hole 16.

Skor 66 itu praktis membantunya mengumpulkan skor total 11-under 269 dan menempatkannya sendirian di peringkat ke-4, delapan stroke dari Suteepat Prateeptienchai asal Thailand, yang berhasil mengangkat trofi untuk kedua kalinya selama mengikuti ajang Asian Development Tour di Indonesia.

”Hari ini permainan saya cukup memuaskan, terutama di sembilan hole pertama, saya bermain cukup rapi,” tutur Jonathan. ”Saya tidak menargetkan bermain 11-under, hanya berpikir untuk bisa masuk sepuluh besar. Sejauh ini, permainan saya selama empat hari ini cukup bagus, namun yang paling bagus adalah pada putaran final ini.”

Bagi Jonathan, prestasinya ini memberinya finis lima besar ketiga pada musim ini. Setelah berada di tempat kedua pada OB Golf Invitational bulan Juni 2022, ia juga menuntaskan ajang The 2nd Gunung Geulis Invitational supported by Nomura bulan Agustus 2022 di lima besar, persisnya di peringkat T3.

Delapan stroke di belakang Jonathan, wakil Indonesia lainnya, ada Naraajie Emerald Ramadhan Putra, yang menuntaskan turnamen Asian Development Tour kelima di Indonesia ini dengan mencatatkan skor total 3-under 277. Pegolf asal Jawa Barat ini menuliskan tiga birdie, satu bogey, dengan satu double bogey di kartu skornya sehingga harus menempati peringkat ke-20, bersama dua wakil Malaysia, Amir Nazrin dan Paul San.

 

Suteepat Prateeptienchai, Round 4 OB Golf Invitational presented by Jababeka & Co. 2022.
Suteepat Prateeptienchai menikmati kemenangan Asian Development Tour keduanya di Indonesia. Foto: Yulius Martinus/OB Golf.Asian Development Tour, OB Golf Invitational presented by Jababeka & Co., Jonathan Wijono, Suteepat Prateeptienchai, Golf, Golf Report, Reports, Inside the Rope, Golf,

 

Pegolf tuan rumah Benita Yuniarto Kasiadi menjadi wakil Indonesia ketiga yang berhasil mencatatkan skor total under. Meskipun pada putaran final tadi ia harus puas dengan skor 1-over 71 berkat empat birdie, tiga bogey dan satu double bogey, ia masih bisa finis di peringkat T23 dengan skor total 2-under 278.

Selain Jonathan, pegolf Indonesia lainnya yang berhasil bermain under pada putaran final ialah Danny Masrin yang menorehkan lima birdie dan dua bogey untuk skor 67, dan Fadhli Rahman Soetarso yang membukukan empat birdie dengan satu bogey dan satu double bogey untuk skor 69.

Bagi Danny, skor 67 itu menjadi satu-satunya skor under yang ia raih dalam empat putaran. Sementara, Fadhli tampak melanjutkan tren positif yang ia ciptakan dalam beberapa pekan terakhir. Pada putaran kedua, pegolf yang bersama Kevin Caesario Akbar (T37) dan Peter Gunawan (T47) mewakili Ciputra Golfpreneur Foundation hingga putaran final ini, sempat bermain dengan skor 66.

Pegolf Thailand Suteepat akhirnya kembali tersenyum lebar setelah memenangkan turnamen ini. Memainkan putaran final dengan unggul hanya satu stroke dari wakil Malaysia Ervin Chang, Suteepat bermain layaknya seorang juara. Ia menorehkan lima birdie dalam 15 hole, sebelum akhirnya meraih satu-satunya bogey di hole 16 dan menutup putaran final ini dengan skor 66.

Adapun Chang, pesaing terdekatnya, harus memulai putaran final dengan bogey di hole pertama, yang terbukti memengaruhi skor akhir yang ia torehkan. Ia masih bisa mencatatkan empat birdie dan satu eagle, akan tetapi bogey yang juga ia torehkan di hole 16 ikut mengubur langkahnya memenangkan gelar Asian Development Tour pertamanya. Skor 66 yang ia catatkan hanya membuatnya mengumpulkan total 18-under dan harus mengakui ketangguhan Suteepat.

Suteepat mengaku dua putaran pertama, ketika ia berturut-turut menorehkan skor 6-under 64 menjadi kunci keberhasilannya memenangkan turnamen Asian Development Tour kedua dalam kariernya.

Baginya, perjuangannya untuk menang pekan ini jauh lebih berat ketimbang kemenangan perdananya bulan Agustus 2022 lalu. ”Pengaturan lapangan di sini lebih menyulitkan,” tandasnya.