Kevin Yu Chun-an mengakhiri Butterfield Bermuda Championship dengan berada di peringkat T3, yang sekaligus menjadi finis terbaiknya dalam ajang PGA TOUR.

Pegolf China Taipei Kevin Yu Chun-an mencatatkan finis terbaiknya dalam ajang PGA TOUR ketika finis T3 pada ajang Butterfield Bermuda Championship hari Minggu (30/10) kemarin. Ia menuntaskan turnamen di Port Royal Golf Course itu dengan terpaut hanya dua stroke dari sang juara, pegolf Irlandia Seamus Power.

Yu mengatasi dua bogey yang ia raih di hole-hole awalnya untuk menuntaskan putaran final dengan skor 1-under 70 sehingga mengumpulkan total 16-under 267 dalam ajang PGA TOUR ke-14 dalam kariernya.

Power sendiri menjadi pegolf berperingkat dunia tertinggi di Port Royal, dan menunjukkan alasan kuat mengapa ia layak menang. Skor 70 yang ia torehkan memberinya kemenangan satu stroke atas pegolf Belgia Thomas Detry (67) sebagai kemenangan PGA TOUR keduanya. Kemenangan tersebut tak lepas dari kegagalan pendatang baru lainnya, Ben Griffin (72), yang performanya justru tumbang di hole-hole terakhir. Ia akhirnya berbagi tempat ketiga bersama Yu dan Patrick Rodgers (65).

Bagi Yu, musim ini merupakan musim perdananya berlaga pada PGA TOUR setelah lulus dari Korn Ferry Tour. Prestasinya kali ini memberinya 145 poin FedExCup dan membuatnya kini menempati peringkat 22. Artinya, ia menjadi pegolf Asia teratas ketiga setelah Tom Kim dan Lee Kyounghoon, yang masing-masing ada di peringkat 2 dan 3.

Marty Dou Zecheng dari China dan An Byeonghun dari Korea juga menikmati pekan yang solid. Keduanya sama-sama finis dengan skor 67 dan berada di peringkat T17. Adapun veteran asal India Arjun Atwal akhirnya menuntaskan ajang ini dengan berada di posisi T49 setelah bermain dengan skor 73.

Mengawali putaran final dengan terpaut dua stroke, Yu menunjukkan kegigihannya dengan mengatasi bogey di hole 4 dan 7 dengan birdie di hole 9, 11, dan 17.

”Sudah jelas ini pekan yang solid, bisa melakukan sejumlah pukulan yang sangat bagus di lapangan. Angin benar-benar menjadi faktor yang besar di sini dan dua hari terakhir ini embusannya benar-benar kencang,” tutur Yu yang meraih finis terbaiknya pada ajang Puerto Rico Open 2021 dengan berada di posisi T7.

 

 

”Hanya dengan melakukan banyak pukulan solid, memukul banyak ke fairway dan memasukkan putt, rasanya sungguh menyenangkan.”

Berkat prestasinya kali ini, Yu berhak tampil ke Meksiko untuk mengikuti ajang World Wide Technology Championship at Mayakoba. Spot tersebut diberikan bagi mereka yang berhasil finis di sepuluh besar pada pekan ini. Dan kini ia berharap bisa memaksimalkan bonus tersebut dan melanjutkan permainan solidnya.

”Sangat besar artinya buat saya karena sebelum pekan ini saya tahu saya tidak akan bisa mengikuti ajang di Mayakoba itu. Saya perlu masuk sepuluh besar atau menang atau mendapat undangan sponsor untuk bisa ikut ajang tersebut pada pekan depan,” tutur mantan pegolf No.1 Dunia ini.

”Ketika bermain pekan ini tentu saya membayangkannya, tapi saya hanya ingin main bagus karena kalau bisa main bagus, saya berpeluang masuk sepuluh besar dan mengikuti turnamen pekan depan.

”Sangat bagus buat saya karena saya pikir peringkat saya untuk kategori saya ialah 44, dan peluangnya sangat jauh. Untuk musim gugur saya mungkin tidak mengikuti pekan ini dan mungkin Houston, jadi saya hanya perlu main bagus dan berusaha mengikuti turnamen sebanyak mungkin.”

Power kembali menjadi sorotan setelah merengkuh gelar PGA TOUR keduanya. Pegolf berusia 35 tahun yang bermain dalam musim keduanya ini melanjutkan kemenangan yang ia raih dari Barbasol Championship 2021.

”Rasanya jelas berbeda, tapi sama istimewanya. (Meraih kemenangan) sungguh berat,” tutur Power, yang segera berada di peringkat 32 di dunia, setelah mengawali pekan ini sebagai pemain No.48 Dunia. ”Sungguh mengagumkan. Istimewa sekali. Butuh beberapa waktu untuk bisa mencernanya, tapi saya benar-benar senang.”