Simon Forsström mempertahankan keunggulan dua stroke, sekaligus memperbesar peluangnya menjuarai Q-School DP World Tour Final Stage 2022.
Satu putaran 18 hole tersisa dari total enam putaran pada Qualifying School DP World Tour Final Stage, dan pegolf Swedia Simon Forsström kini berpeluang untuk tampil sebagai pemain terbaik. Enam birdie dan dua bogey yang ia torehkan kemarin (15/11) memberinya skor 66 dan skor total 26-under, yang sekaligus memberi keunggulan dua stroke atas pegolf Inggris Daniel Brown.
Posisinya saat ini jelas membuatnya hampir pasti meraih kartu DP World Tour untuk musim depan, mengingat 25 pegolf teratas dan ties berhak mendapat keanggotaan pada sirkuit Eropa tersebut. Akan tetapi, kemenangan tentu akan menjadi lebih istimewa lagi.
”Saya sangat puas dengan hari ini karena saya bermain solid dan memasukkan banyak putt (birdie),” ujarnya. ”Pukulan saya tidak sebagus putaran-putaran sebelumnya, tapi masih bisa memberi banyak peluang untuk membuat birdie.
”Mungkin saya merasa sedikit lega berada di puncak klasemen menuju putaran final pekan ini karena saya tahu saya hanya perlu finis di 25 besar, tapi saya hanya mesti bermain dengan baik besok (hari ini).”

Penampilan yang solid juga ditampilkan oleh pemegang empat gelar DP World Tour asal Thailand, Kiradech Aphibarnrat. Mantan pegolf No.1 Asian Tour ini mencatatkan skor 4-under 67 setelah kemarin menorehkan tiga birdie, satu eagle, dan satu bogey. Dengan demikian, ia memperbaiki peringkatnya ke posisi ketiga dengan skor total 22-under.
Kiradech tidak sendirian di posisi tersebut. Pegolf Portugal, Pedro Figueiredo, juga menorehkan skor total yang sama setelah kemarin bermain dengan skor 7-under 64.
Sejumlah pemain juga masih berpeluang untuk mengejar privilese berada di jajaran atas, termasuk wakil Asia lainnya, Ryo Hisatsune asal Jepang. Setelah bermain tanpa birdie dan menorehkan enam birdie pada putaran keempat, pegolf berusia 20 tahun ini mencatatkan empat birdie, satu eagle, dan hanya satu bogey yang memberinya skor 66. Kini ia mengoleksi 19-under dan berbagi peringkat ke-8 bersama pegolf Swedia lainnya Tobias Eden (66), Mike Lorenzo-Vera (65) dari Perancis, dan Marcel Siem (66) dari Jerman.
Sementara itu, rekan senegaranya, Takumi Kanaya membuka peluang untuk meraih kartu DP World Tour setelah memperbaiki posisinya. Lima birdie dengan satu eagle dan tanpa bogey yang ia torehkan kemarin tak hanya memberinya skor 64, tapi juga membawanya ke peringkat T36 dengan skor total 12-under. Saat ini ia hanya terpaut tiga stroke dari zona 25 besar.

Adapun pegolf Spanyol Alejandro Del Rey, yang nyaris mendapat kartu DP World Tour melalui Rolex Challenge Tour Grand Final supported by The R&A sepekan lalu juga berniat untuk menuntaskan Q-School kali ini di posisi yang lebih meyakinkan. Saat ini ia berada di posisi T20 dengan skor total 16-under.
”Menuju ke sini setelah Rolex Challenge Tour Grand Final sangatlah berat. Pekan itu sangat berat setelah melakoni tahun yang positif dan saya kecewa tidak menuntaskannya dengan baik. Sejujurnya, perasaan saya sangat kecewa, saya merasa terpukul dan tak punya cukup waktu untuk mencerna apa yang terjadi pekan lalu, jadi (kondisinya) lebih berat secara mental daripada fisik buat saya,” tutur Del Rey.
”Akan sangat berarti buat saya jika bisa mendapatkan kartu DP World Tour karena ini hal yang sudah saya bayangkan sepanjang tahun, terutama setelah menang pada Challenge Tour. Keberhasilan pekan ini bisa melunasi kegagalan pekan lalu. Saya pikir saya punya permainannya, tinggal membuktikannya saja di lapangan. Saya ingin bermain menghadapi para pemain terbaik di dunia!”
Putaran final akan dimulai pada pukul 09:00 waktu setempat atau pukul 15:00 WIB.


