Pegolf tuan rumah, Rikuya Hoshino memegang kendali pada ajang Panasonic Open Golf Championship setelah pada akhir putaran kedua kemarin (20/4) ia bermain 3-under 68 dan berada di puncak klasemen sementara.

”Hari ini (kemarin) saya tak mendapat banyak peluang. Rasanya saya hanya berusaha untuk mendapat par sepanjang hari. Tiga birdie pada empat hole terakhir akhirnya bisa membantu saya. Tentu saja saya ingin finis meyakinkan dan menang. Tapi saya juga tak boleh terlalu memikirkan hasil akhirnya. Saya mesti memainkan pukulan demi pukulan,” tutur Hoshino.

Ia melanjutkan, akan bermain agresif jika mendapatkan peluang tersebut, tapi akan main konservatif juga jika keadaan menuntutnya. Meski mendapat peningkatan jarak pukul dan akurasi setelah bermain pada Japan Golf Tour dalam dua tahun terakhir, Hoshino mengaku harus meningkatkan kualitas mentalnya.

”Saya tahu par 5 bisa dicapai di lapangan ini, jadi saya harus memastikan bisa mencatat angka bagus di sana,” ujarnya lagi.

Pegolf yang baru berusia 21 tahun ini pun memainkan putaran ketiga, yang tengah berlangsung hari ini (21/4), dengan keunggulan dua stroke setelah mencatatkan total 10-under 132. Posisi tersebut memang belum sepenuhnya aman lantaran ada banyak pemain yang berpeluang menyalipnya, termasuk pegolf India Rahil Gangjee dan pegolf Malaysia Ben Leong yang memberi kejutan di Ibaraki Country Club pekan ini.

Sepanjang tahun ini Gangjee belum pernah menjadi sorotan memasuki putaran akhir pekan. Kali ini ia memberi kejutan, bahkan bagi dirinya sendiri, setelah kemarin bermain dengan delapan birdie pada turnamen yang memperebutkan total hadiah senilai ¥150 juta (sekitar US$1,37 juta) ini. Skor 65 yang ia peroleh merupakan skor terendah kemarin sehingga memberinya peluang menorehkan prestasi.

”Hari ini (kemarin) merupakan putaran impian saya, terutama lantaran saya belum pernah main sebagus ini satu setengah tahun lalu. Saya memasukkan banyak putt dan melakukan pukulan yang bagus juga. Tak ada ekspektasi, soalnya waktu melakukan putaran latihan dengan Arjun, saya tak mendapat birdie sama sekali dalam sembilan hole, jadi kami tak berharap banyak dari lapangan ini,” ujar Gangjee yang berharap untuk mempertahankan temponya hari ini.

Adapun Leong mempertahankan permainan solidnya dengan memanfaatkan kondisi cuaca yang ramah sehingga membuka peluang meraih gelar Asian Tour pertamanya dalam sepuluh tahun. Yang menarik, Leong mengaku tidak merasa puas dengan swing-nya sebelum berlaga pada ajang Asian Tour dan Japan Golf Tour Organization (JGTO) ini.

”Butuh beberapa waktu pada awal pekan ini untuk berpikir dan melatihnya. Tapi pada akhirnya memberi hasil. Istri saya mengingatkan supaya saya melakukan apa yang terbaik yang bisa saya lakukan. Bagaimanapun permainan saya, saya merasa diberkati dengan kehadiran bayi laki-laki dalam hidup kami dan saya tak sabar bermain pada akhir pekan ini,” ujar Leong.

Danny Masrin menjadi satu-satunya pegolf Indonesia yang berhasil melaju ke putaran akhir pekan. Upayanya untuk beradaptasi di Ibaraki Country Club lebih awal ternyata membuahkan hasil setelah ia mencatatkan total 1-under 141.

Kemarin Danny mencatatkan skor even par 71. Ia sempat bermain 1-over setelah membukukan birdie di hole 3 dan dua bogey pada sembilan hole pertamanya. Namun, birdie di hole 12 dan 15, serta bogey di hole 17 sudah cukup membawanya melangkah ke putaran ketiga dan keempat. Untuk sementara ia berada di peringkat T48.