Pegolf China Taipei Huang Ting-Hsuan menjuarai Women’s Amateur Asia-Pacific 2022 lewat putaran final yang dramatis.
Huang Ting-Hsuan menunjukkan keberaniannya untunk bangkit dan menjuarai Women’s Amateur Asia-Pacific, yang menjadi kemenangan perdana bagi China Taipei. Istimewanya, ia harus menghadapi tantangan tuan rumah, sekaligus pemain favorit kejuaraan ini, Natthakritta Vongtaveelap. Dan dalam 11 hole terakhir, ia sukses menorehkan enam birdie untuk membukukan skor 3-under 69 dan skor total 11-under 277, yang akhirnya memberinya kemenangan dua stroke atas bintang muda Thailand tersebut. Dua bogey di hole 16 dan 17 memupus harapan Vongtaveelap untuk kedua kalinya dan ia harus mengakhiri ajang ini dengan torehan 1-under 71.
Lee Hyosong dari Korea turut mendapat sorotan setelah menorehkan skor terendah dengan catatan 6-under 66, yang membawanya berbagi tempat ketiga dengan pegolf Jepang Yuna Araki (69) dan pegolf Filipina Rianne Mikhaela Malixi (72) dengan skor total 7-under 281.
Huang, yang telah meraih sembilan kemenangan dan 23 kali finis di sepuluh besar dalam dua tahun terakhir akan segera berkuliah pada UCLA mulai tahun depan. Dan kemenangannya ini turut memberinya hak istimewa untuk bertanding pada dua kejuaraan Major, yaitu AIG Women’s Open dan Amundi Evian Championship. Selain itu, ia juga mendapat undangan untuk bersaing pada ajang KLPGA Hana Financial Group Championship dan Augusta National Women’s Amateur (ANWA).
”Bisa bermain dalam ajang Major merupakan mimpi yang menjadi kenyataan buat saya. Saya ingin berterima kasih kepada The R&A dan APGC yang memberi kesempatan seperti ini kepada kami,” tutur Huang. ”Saya tidak berharap apa-apa ketika bermain pada pekana ini. Saya hanya ingin main dengan baik dan menikmati diri sendiri di lapangan. Bisa melakukan (kemenangan) ini jelas mengagumkan.”
Huang, yang berperingkat 83 pada World Amateur Golf Ranking, memulai putaran finalnya dengan 8-under dan berbagi posisi teratas, harus tersandung oleh bogey di hole 1 dan 4. Sebaliknya, Vongtaveelap justru menuai birdie di hole 2 dan secara sensasional memasukkan bola lewat pukulan keduanya dari jarak 103 meter di hole 3 par 4 sehingga memiliki keunggulan empat stroke.
Meskipun kemudian mendapat birdie di hole 8 dan 9, Huang masih tertinggal dari rekan-rekan satu grupnya ketika grup mereka tiba di hole 12 par 3. Menghadapi salah satu hole tersulit, dimainkan 0,34 di atas par, Huang menampilkan salah satu pukulan paling krusial pada kejuaraan ini ketika ia mencatatkan birdie dari bunker. Vongtaveelap meraih bogey, sedangkan rekan satu grup mereka yang lain, Suvichaya Vinijchaitham harus mendapat double bogey.
Kekuatan Vongtaveelap dalam memukul jauh, malah menjadi celah dari permainannya di sembilan hole terakhir itu. Ia sempat bermain konservatif di hole-hole par 5, namun ketika mulai berupaya mencapai green di hole 15 par 4, di mana tee dimajukan sehingga hole ini dimainkan 256 meter, pukulan tee-nya justru meleset ke kanan dan akhirnya hanya bisa mendapat par di hole tersebut. Kemudian di hole 18 par 5, ketika berusaha memukul jauh, ia justru kehilangan keseimbangan sehingga bolanya hanya melambung tinggi. Alhasil ia kembali harus mendapat par di hole terakhir itu.

Pegolf Thailand yang berperingkat 38 pada WAGR itu sebenarnya berpeluang menyamai skor di posisi teratas ketika memainkan hole 17. Akan tetapi, putting dari jarak 1,2 meter yang ia hadapi gagal membuahkan par. Adapun Huang, hanya mendapat bogey setelah pukulan tee-nya berakhir di posisi yang menyulitkan di bunker fairway, dan memaksanya melakukan lay-up.
Huang, yang mengidolakan legenda China Taipei peraih lima gelar Major Yani Tseng, kemudian melakukan pukulan ketiga yang cemerlang di tengah guyuran hujan dan mengantarkan bola kurang dari semeter untuk birdie di hole terakhir. Sekali lagi Vongtaveelap gagal memasukkan birdie dari jarak 1,2 meter dan gagal memberi tekanan bagi Huang.
”Saya merasa sangat gugup karena ia (Vongtaveelap) memberi tekanan di hole-hole terakhir. Permainan saya tidak cukup bagus di sembilan hole pertama, tapi saya justru berpikir sangat positif di sembilan hole terakhir,” tutur Huang, yang justru baru tampil untuk pertama kalinya pada ajang Women’s Amateur Asia-Pacific ini. ”Pukulan di hole 12 itu menjadi titik balik karena saya justru beruntung di sana. Bola saya ada di bekas pijakan di sana. Namun, di hole 18 (pada pukulan ketiga) saya justru tidak banyak berpikir. Saya hanya merasa sangat yakin pada pukulan tersebut!”
Vongtaveelap jelas harus kembali kecewa. Pegolf berusia 19 tahun yang juga meraih tempat kedua pada ajang ini ketika digelar di Abu Dhubai tahun 2021, mengakui perasaannya tersebut. ”Saya berusaha sebaik mungkin hari ini dan permainan saya sebenarnya bagus. Saya pikir saya kalah karena diri sendiri dan tidak bisa main bagus di bawah tekanan. Saya merasa swing saya menjadi sangat cepat dan agresif.
”Huang merupakan pesaing yang tangguh, dan ia sangat bagus dan saya pikir saya akan belajar banyak dari turnamen ini,” sambung Vongtaveelap, yang segera menuju Florida untuk mengikuti LPGA Qualifier Stage 2.
Meva Schmit Menembus 25 Besar
Sementara itu, satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil melaju ke putaran final, Meva Schmit juga menampilkan permainan mengagumkan pada hari terakhir. Pegolf asal Bali, yang juga merupakan mahasiswi pada Kennesey State University di AS ini sempat bermain 3-under berkat tiga birdie yang ia ciptakan di hole 11, 15, dan 16.
Setelah sempat bermain even par di lima hole berikutnya, langkah Meva terpaksa terhenti oleh bogey di hole 4 dan 6, namun ia berhasil bangkit dan menuai birdie keempat, yang sekaligus menjadi birdie ke-12 yang ia torehkan dalam debutnya pada Women’s Amateur Asia-Pacific ini.
Catatan permainan 2-under 70 ini menyamai skor yang ia raih pada putaran ketiga, juga dengan kombinasi empat birdie dan dua bogey. Dengan skor total 1-under 287, Meva memastikan finis di posisi T21.

Ia mengawali kejuaraan ini dengan menorehkan skor terendah di antara enam wakil Indonesia, yang sebagian besar merupakan pemain debutan pada kejuaraan paling prestisius bagi pegolf amatir wanita se-Asia Pasifik ini. Setelah bermain dengan skor even par 72, ia memastikan lolos ke dua putaran terakhir dengan skor 3-over 75, satu stroke lebih baik dari batas cut-off 4-over yang ditetapkan.
Sejak lolos cut, ia menampilkan salah satu permainan terbaik yang pernah dibukukan oleh wakil Indonesia sepanjang kejuaraan ini. Sejauh ini, hanya ada enam pemain Indonesia yang sanggup bermain under pada Women’s Amateur Asia-Pacific. Selain Meva pada tahun ini, catatan tersebut dibukukan oleh Patricia Sinolungan, Ribka Vania, Ida Ayu Indira Melati Putri, Inez Wanamarta, dan Viera Permata Rosada.
Patricia menorehkan skor 1-under 70 pada putaran pertama edisi kedua ajang ini, yang digelar di The Royal Golf Club, Jepang. Pada edisi yang sama tahun 2019 itu juga Ribka menorehkan skor 1-under 71 pada putaran pertama. Sementara itu, Viera menorehkan skor 4-under 68 pada putaran pertama edisi ketiga di Abu Dhabi Golf Course, dengan Inez Wanamarta membukukan skor 69 pada putaran pertama dan ketiga, juga pada edisi 2021. Sementara itu Ida Ayu membukukan skor terendah bagi Indonesia ketika menorehkan skor 67 pada putaran ketiga di Abu Dhabi, setelah pada putaran kedua membukukan skor 69.
Penampilan Indonesia di Abu Dhabi sekaligus menjadi penampilan terbaik. Ida Ayu finis T11 dengan menorehkan skor 7-under 281, sementara Inez hanya terpaut satu stroke dengan 6-under 282 dan finis di peringkat T13. Dengan demikian T21 yang dibukukan Meva pada penyelenggaraan tahun 2022 menjadi pencapaian terbaik ketiga bagi Indonesia.
Catatan Penampilan Indonesia dari pada Women’s Amateur Asia-Pacific
WAAP 2022 di Siam Country Club (72 par), Thailand
T21 Meva Schmit 72-75-70-70 (1-under 287)
MC Elaine Widjaja 73-76
MC Kristina Nathalia Yoko 76-75
MC Rayi Geulis Zullandari 79-73
MC Sania Talita Wahyudi 77-81
MC Patricia Sinolungan 79-79
WAAP 2021 di Abu Dhabi Golf Club (72 par), Uni Emirat Arab
T11 Ida Ayu indira Melati Putri 75-69-67-70 (7-under 281)
T13 Inez Wanamarta 69-72-69-72 (6-under 282)
50 Viera Permata Rosada 68-74-81-78 (13-over 301)
MC Patricia Sinolungan 73-74
MC Lydia Sitorus 75-73
MC Michela Tjan 74-76
WAAP 2019 di The Royal Golf Club (72 par), Jepang
T42 Patricia Sinolungan 70-80-77-79 (18-over 306)
T48 Ribka Vania 71-80-82-78 (23-over 311)
MC Gianti Mahardhika 77-86
MC Viera Permata Rosada 79-86
MC Michela Tjan 87-84
WAAP 2018 di Sentosa Golf Club (71 par), Singapura
T42 Rivani Adelia Sihotang 73-75-76-75 (15-over 299)
53 Patricia Sinolungan 77-73-78-79 (23-over 307)
MC Ribka Vania 76-75
MC Nathania Damarisa Rim 76-76
MC Michela Tjan 81-75
MC Kristina Nathalia Yoko 81-80


