Im Sungjae kembali menciptakan rekor jumlah birdie pada ajang The Sentry 2024, yang akhirnya dimenangkan oleh Chris Kirk.

Hari Minggu (7/1) lalu, pegolf asal Korea I’m Sungjae menegaskan reputasinya sebagai seorang mesin birdie. Pada putaran final ajang The Sentry, di Plantatiom Course, di Kapalua, Maui itu, I’m menciptakan rekor birdie terbanyak dalam 72 hole dan kembali finis di sepuluh besar untuk ketiga kalinya dalam turnamen tersebut.

Ketika Chris Kirk meraih kemenangan yang harus dilalui secara menegangkan untuk kemenangan satu stroke atas Sahith Theegala, dan ketika rekan senegaranya An Byeonghun finis sendirian di tempat keempat dalam debutnya, Im menciptakan momen berkesan bagi dirinya dengan membukukan total 34 birdie dalam empat putaran.

Rekor sebelumnya ialah 32 birdie dan telah tercipta hingga tiga kali. Pegolf terakhir yang membukukan birdie sebanyak itu ialah Jon Rahm pada ajang The Sentry 2023. Paul How (B.C. Open 2001) dan Mark Calcavecchia (WM Phoenix Open 2001) juga berbagi rekor tersebut hingga Im memecahkannya pada Minggu yang baru lalu.

”Saya menciptakan banyak birdie, tapi terus memikirkan sejumlah kesalahan yang saya lakukan kemarin (pada putaran ketiga).” — Im Sungjae.

Meskipun puas dengan rekor tersebut, Im masih merasa kecewa lantaran pada putaran ketiga hanya bisa bermain dengan skor 73. Akibatnya, ia terlempar dari persaingan dalam upayanya meraih gelar PGA TOUR ketiganya pada ajang yang berhadiah total US$20 juta itu.

”Saya menciptakan banyak birdie, tapi terus memikirkan sejumlah kesalahan yang saya lakukan kemarin (pada putaran ketiga). Jadi, saya terus bermain habis-habisan hari ini dan bisa finis dengan 11 birdie,” ujar I’m, yang finis T5 pada 2001 dan T8 pada 2022.

Rekor birdie ini menjadi rekor kedua yang ia ciptakan pada PGA TOUR. Tahun 2021 lalu, ia menorehkan 498 birdie dan menciptakan rekor baru untuk jumlah birdie terbanyak dalam semusim. Rekor sebelumnya diciptakan oleh Steve Flesch yang membuat 493 birdie pada musim 2000.

Pegolf yang telah dua kali menjadi anggota Tim Internasional President’s Cup ini pun berniat mempertahankan penampilan memukaunya ini untuk lekas mengakhiri puasa gelar.

”Saya beruntung karena bisa main bagus dalam turnamen pertama saya dan saya pikir ini karena saya menghabiskan waktu di Korea pada musim dingin untuk melatih tubuh saya dan hasilnya terlihat dan memberi start yang bagus buat saya,” tutur pegolf berusia 25 tahun ini.

Ia juga meninggalkan Maui dengan sejumlah pelajaran berharga soal kesabaran setelah skor mengecewakan pada hari ketiga, yang menyebabkan ia terpental dari peta persaingan. ”Kemarin angin berembus cukup kencang dan saya membuat enam birdie. Namun, saya juga membikin enam bogey, yang seharusnya tidak penting. Pada hari berangin begitu, seharusnya saya bermain lebih tenang, tapi saya main agresif dan kontrol jarak pukul saya tidak bagus. Saya melakukan beberapa kesalahan dan tidak main bagus,” aku Im.

 

Chris Kirk, Juara The Sentry 2024.
Chris Kirk menuntaskan ajang awal musim, The Sentry 2024, dengan kemenangan satu stroke atas Sahith Theegala dan skor total 29-under. Foto: Getty Images.

Sementara itu, An, yang tampil untuk pertama kalinya pada ajang The Sentry setelah finis di jajaran 50 besar klasemen FedExCup musim lalu, sempat memulai putaran final dengan hanya terpaut dua stroke dari Kirk. Sayangnya, ia hanya bisa melakukan 34 pukulan dalam sembilan hole pertamanya. Ia sempat bangkit dalam rangkaian empat hole menjelang hole-hole terakhirnya. Ia menciptakan tiga bogey dan satu eagle di hole 15, namun bogey di hole 17 mengakhiri harapannya mengamankan gelar PGA TOUR perdananya.

”Sungguh menyenangkan. Start yang bagus untuk tahun ini,” ujar An, yang didampingi oleh keluarganya sepanjang hari itu. ”Hari ini saya memasukkan banyak putt. Pukulan saya tidak setajam yang saya mau, tapi saya membuat beberapa birdie yang bagus untuk bisa finis di tempat keempat. Andaikan saja hasilnya bisa lebih baik, tapi saya sudah berjuang sebaik mungkin. Beginilah hasilnya.”

Ia mengakhiri pekan di Maui itu dengan berada di peringkat 18 pada kategori Strokes Gained: Putting dan yakin ia mengambil keputusan yang tepat musim panas lalu ketika beralih menggunakan long putter. Kini ia melanjutkan perburuan gelarnya pada ajang Sony Open in Hawaii, yang dimulai Kamis (11/1) pekan ini. ”Putting-nya mujarab. Rasanya saya melakukan putt dengan bagus pekan ini,” ujarnya lagi. ”Saya pikir permainan saya berada dalam kondisi yang bagus dan semoga, saya bisa sedikit lebih yakin lagi pekan berikutnya.”

Kirk, yang berjuang mengatasi kecanduan alkohol dan depresi selama beberapa tahun lalu sebelum akhirnya mengatasi tantangan-tantangan pribadinya itu, sukses memenangkan gelar PGA TOUR keenam dalam kariernya. Skor 65 pada putaran final itu membuatnya berhasil menahan laju Theegala, yang menutup hari terakhirnya dengan skor 63 dan finis sendirian di tempat kedua. Jordan Spieth, yang juga bermain dengan skor 65, finis sendirian di tempat ketiga. Dengan skor total 29-under 263, Kirk membawa pulang hadiah sebesar US$3,6 juta plus 700 poin FedExCup.

”Sulit dipercaya. Sungguh tidak terduga. Saya mengawali musim dengan luar biasa dan bisa menuntaskan banyak pukulan dan merasa positif untuk tahun ini, tapi Anda tidak pernah benar-benar mengira bisa main 29-under. Sulit dipercaya. Saya masih berusaha mencernanya,” ujar Kirk, yang menghabiskan dua bulan dalam jeda kompetisinya dengan bermain golf menggunakan tangan kiri dan melatih kebugarannya.