Im Sungjae dan Hideki Matsuyama mengawali TOUR Championship dengan hasil yang jauh dari ideal setelah keduanya harus bermain di atas par.

Dua pegolf Asia yang kembali tampil pada ajang TOUR Championship di East Lake Golf Club, Im Sungjae dan Hideki Matsuyama harus mengalami putaran pertama yang mengecewakan. Keduanya mencatatkan skor di atas par, yang membuat langkah mereka menjadi terhambat untuk menciptakan sejarah.

Im, yang mengawali ajang pamungkas PGA TOUR musim 2020-2021 dari peringkat 12 pada klasemen FedExCup, sempat bermain 2-under setelah memperoleh birdie di hole 2 dan hole 6. Birdie pertamanya itu berhasil ia lakukan setelah pukulan approach-nya menyisakan jarak sekitar 1,5 meter, sedangkan birdie keduanya itu ia peroleh dari jarak kurang dari 4 meter.

Namun, di sembilan hole terakhirnya, ia harus mencatatkan lima bogey. Beruntung di ia sempat mencatatkan dua birdie di hole 16 dan 17, untuk memberinya skor 1-over 71. Skor ini sekaligus menjadi skor pembuka terburuk yang pernah ia bukukan sejak pertama kali bermain pada TOUR Championship pada tahun 2019.

Berkat sistem yang diterapkan pada ajang pamungkas ini, Im masih memiliki tabungan 2-under lantaran memulai pekan ini dengan skor 3-under. Meski demikian, ia kini berada di peringkat T23 dan berjarak 11 stroke dari Patrick Cantlay yang sukses menorehkan skor 67. Tahun 2020 menjadi pencapaian terbaik Im ketika ia finis di peringkat 11.

Permainan Im tersebut jelas masih jauh lebih baik ketimbang yang dialami oleh Matsuyama. Sang Juara Masters 2021 ini juga mencatatkan skor terburuknya sejak pertama kali bermain di East Lake Golf Club pada tahun 2014. Pada putaran pertama kemarin (2/9), pegolf berusia 29 tahun ini hanya bisa mencatatkan satu birdie.

Ia bahkan harus mencatatkan empat bogey di sembilan hole pertamanya, kemudian mendapat triple bogey di hole 10 setelah harus dua kali kehilangan bola dan terpaksa melakukan dua putt.

Satu-satunya birdie ia peroleh di hole 13 par 4 tatkala pukulan approach-nya mencapai jarak sekitar 2 meter dari lubang. Sayangnya, birdie ini tidak cukup memberikan momentum baginya. Ia malah harus kembali mendapatkan bogey di hole 15, sekaligus mencatatkan skor 7-over 77 dan membuatnya harus menempati peringkat terbawah.

Pada tahun 2017, Matsuyama sempat mengawali TOUR Championship dengan skor 75, namun ia berhasil memperbaiki permainannya pada putaran kedua. Dua tahun kemudian, ia sempat menorehkan skor 75 pada putaran kedua, namun kembali tampil gemilang pada putaran ketiga.

Sejauh ini performa Matsuyama pada ajang tutup musim ini memang terkesan pasang surut. Jika tidak tampil solid pada putaran pertama, ia memperbaiki permainan pada hari berikutnya. Sebaliknya, tatkala mengawali dengan memukau, permainannya justru berubah pada hari kedua, seperti pada tahun 2019 tatkala ia membukukan skor 75 setelah mengawali dengan skor 66.

Cantlay, yang kini memimpinan di puncak klasemen FedExCup saat ini, kian mengukuhkan statusnya sebagai calon kuat pemenang FedExCup, plus hadiah juara sebesar US$15 juta. Skor 3-under 67 membuatnya aman di posisi teratas dengan skor 13-under. Meski demikian, pegolf No.1 Dunia Jon Rahm justru tampil sebagai penantang terkuat baginya setelah mencatatkan skor terendah 5-under 65, dan membuatnya memiliki skor total 11-under.

Harris English dan Bryson DeChambeau untuk sementara berbagi tempat ketiga dengan 8-under, setelah masing-masing bermain dengan skor 66 dan 69.