Im Sungjae berada di posisi teratas klasemen sementara Masters Tournament dengan keunggulan satu stroke, sementara Tiger Woods kembali menjadi sorotan.
Untuk pertama kalinya dalam kariernya, Im Sungjae memegang posisi teratas dalam sebuah ajang Major. Skor 5-under 67 pada putaran pertama Masters Tournament memberinya keunggulan satu stroke atas pegolf Australia Cameron Smith. Namun, Tiger Woods jelas memikat perhatian publik menyusul kembalinya pemegang lima gelar Masters ini, 14 bulan setelah mengalami kecelakaan tunggal.
Meskipun berada di balik bayang-bayang kembalinya Woods, penampilan Im juga layak mendapatkan sorotan. Sebuah eagle dengan lima birdie dan dua bogey menempatkan pegolf berusia 24 tahun ini di puncak klasemen sementara.
Menariknya, Im dan Smith sama-sama telah menikmati finis di tempat kedua ketika Masters Tournament dimainkan pada bulan November 2020. Keduanya hanya berjarak satu spot dari Dustin Johnson yang keluar sebagai juara.
”Masih ada tiga hari lagi, dan saya pikir ketika hujan sudah berlalu, green-nya menjadi lebih keras, fairway-nya juga menjadi lebih keras, jadi saya harus bersiap melakukan hal yang sama, seperti yang saya lakukan hari ini,” tutur Im, yang kemarin memukul bolanya ke 12 fairway dan memenuhi 13 green in regulation. ”Pukulan saya di mayoritas hole bagus dan memberi kesempatan untuk melakukan pukulan kedua yang lebih baik. Sekarang saya senang melihat hasilnya.”
Im tiba di Augusta National awal pekan ini dengan menempati peringkat ke-8 klasemen FedExCup, menyusul satu kemenangan dan tiga kali masuk sepuluh besar. Namun, sejak bulan Februari lalu, performanya mengalami penurunan. Pencapaian terbaiknya bahkan hanya finis T20. Ia mengaku mendapat getaran-getaran positif ketika mengikuti Par-3 Contest pada hari Rabu lalu, ketika sang ayah, Im Jitaek, yang menjadi kedinya kala itu berhasil melakukan pukulan yang jitu mendekati pin di hole terakhir. Kegembiraan pun melanda, bahkan dirasakan oleh Scottie Scheffler, Sam Burns, dan Billy Horschel yang menanti di grup di belakang mereka di area tee box.
”Saya mendapatkan getaran-getaran positif dari ayah saya. Pukulannya itu merupakan pukulan paling indah yang pernah saya lihat. Persis seperti pukulan profesional. Ketika ia melakukan set-up, Scottie, Sam, dan Billy, sama-sama bergurau, dan saya pun ikut tertawa,” ujar Im.
Dalam beberapa tahun terakhir Im telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu bintang PGA TOUR dengan permainan presisi yang prima. Dengan Augusta National yang cocok dengan gaya bermainnya yang agresif, Im jelas ingin menjadi pegolf Asia kedua yang menjuarai Masters Tournament, setelah Hideki Matsuyama melakukannya 12 bulan silam.
”Sungguh menyenangkan bisa mencapai finis yang sangat bagus dalam debut Masters saya tahun 2020, dan karena pengalaman itu, saya merasa nyaman ketika datang ke Augusta. Rasanya saya bisa main bagus di sini kapan pun itu. Butuh pukulan yang bagus dari tee ke green dan melakukan pukulan ke posisi yang memberi peluang untuk menyerang green juga menjadi sangat pentinng, jadi saya pikir semua itu cocok dengan permainan saya,” sambungnya lagi.
”(Prestasi tahun 2020) itu menjadi kenangan yang luar biasa, yang akan selalu saya bawa … prestasi yang sangat saya banggakan. Namun, kami baru menuntaskan hari pertama. Saya masih punya tiga hari lagi dan saya ingin mempertahankan momentum ini. Saya menaruh hormat kepadanya (Matsuyama). Saya sudah menyaksikannya bermain sejak masih kecil dan berharap ada hal positif yang terjadi (pekan ini).”
Mantan Juara masters Danny Willett dan Dustin Johnson, serta pegolf No.1 Dunia yang baru, Scheffler, serta bintang asal Chile Joaquin Niemann sama-sama mencatatkan skor 69. Adapun Cameron Smith, yang baru saja menjuarai THE PLAYERS Championship, bermain dengan skor 68, satu stroke di belakang Im.
Sementara itu, Woods yang sejauh ini telah menjuarai 15 gelar Major dan mengemas 82 gelar PGA TOUR, jelas menjadi sorotan sejak awal. Kecelakaan tunggal bulan Februari 2021 silam membuat pegolf berusia 46 tahun ini nyaris kehilangan kakinya. Banyak yang meragukan ia bakal bisa kembali bertanding di level tertinggi, termasuk dirinya sendiri.
Namun, permainan yang efisien dengan skor 1-under 71 pada putaran pertama kemarin, yang menandakan 508 hari sejak ia mengalami kecelakaan, membawanya ke posisi T10, empat stroke di belakang Im. Optimisme pun mulai terpancar. ”Saya berada di tempat semestinya,” ujar Woods, yang menorehkan tiga birdie dengan dua bogey.
Legenda Amerika ini jelas sadar bahwa proses pemulihan dalam 24 jam ke depan menjadi sangat penting untuk mempertahankan upayanya menjadi penantang. Jika bisa kembali menjuarai The Masters pekan ini, Woods akan menyamai prestasi Jack Nicklaus tatkala ia menjuarai ajang ini tahun 1986, juga dalam usia 46 tahun.
”Saya merasakan nyeri yang sudah bisa saya perkirakan,” ujar Woods lagi. ”Seperti yang sudah saya sampaikan kepada tim saya sepanjang pekan ini, ketika waktunya bertanding tiba, suasananya akan menjadi berbeda. Saya memperkirakan begitu mulai merasakan adrenalin dan mulai bersemangat dan bisa masuk ke dalam dunia kecil saya, saya pasti bisa mengatasi pertandingan ini. (Namun,) ini baru satu putaran. Masih ada tiga putaran lagi. Perjalanan masih panjang dan banyak pukulan yang masih harus dimainkan.”


