Duet Im Sungjae dan Keith Mitchell akhirnya harus puas menuntaskan Zurich Classic of New Orleans di peringkat 6.

Impian Im Sungjae untuk meraih kemenangan bersama Keith Mitchell harus kandas pada hari Minggu (23/4) kemarin. Pasangan gado-gado ini mengakhiri Zurich Classic of New Orleans dengan menempati peringkat ke-6, lima stroke di belakang Nick Hardy dan Davis Riley, yang akhirnya keluar sebagai pemenang.

Im yang berpasangan dengan Mitchell untuk pertama kalinya pada ajang beregu ini mengawali putaran final di TPC Louisiana hanya dengan terpaut satu stroke. Akan tetapi, perburuan gelar mereka harus berakhir lantaran hanya bisa menorehkan skor even par 72.

Duo Korea Kim Siwoo dan Tom Kim malah tampil sebagai tim Asia terbaik setelah finis di posisi T7 setelah keduanya mengemas skor 4-under 68 pada format foursome alternate shot hari Minggu itu. Adapun rekan senegara mereka, An Byeonghun dan Kim Seonghyeon hanya bisa bermain dengan skor 71 sehingga harus finis di posisi T13.

 

 

Duet Im (25 tahun) dan Mitchell (31 tahun) telah menciptakan sensasi sepanjang pekan itu. Meskipun bahasa Inggrisnya terbatas, Im menikmati kolaborasinya dengan Mitchell dan tampaknya bakal mewujudkan kemenangan. Mereka sempat mencatatkan 34 pukulan di sembilan hole pertama setelah mengemas birdie di hole 1 dan 8. Sayangnya, mereka justru harus mencatatkan bogey di hole 10, 12, dan 15 dengan hanya satu birdie di hole 13 sehingga harapan meraih gelar pun harus kandas.

Bagi Im, finis kali ini menjadi sepuluh besar keenam baginya pada musim ini, cukup membawanya bergerak dari peringkat 28 ke peringkat 20 pada klasemen FedExCup.

Sementara itu, duo Kim kembali menikmati permainan mereka setelah menciptakan kenangan berkesan pada Presidents Cup bulan September 2022 lalu. Lima birdie dan hanya satu bogey memberi akhir pekan yang meyakinkan untuk skor total 23-under 265. Tom Kim kini menempati peringkat 13, sedang Kim Siwoo duduk di posisi 17 pada klasemen FedExCup.

Putaran final akhirnya menjadi milik Hardy dan Riley, yang sukses mewujudkan gelar PGA TOUR pertama mereka. Skor tanpa cela 7-under 65, termasuk lima birdie di sembilan hole terakhir memberi mereka skor total 30-under 258.

”Rasanya kami benar-benar menangani permainan dengan sangat baik di hole-hole terakhir …. Jelas terasa istimewa punya rekan untuk meraih kemenangan pertama.” — Nick Hardy.

”Sejujurnya, sangat menegangkan. Kapan pun Anda berusaha menjuarai sebuah turnamen, apalagi untuk kemenangan pertama, pastilah susah,” tutur Riley. ”Anda mesti melangkah dan melakukan pukulan. Untungnya, kami cukup bisa mengeksekusi beberapa puklan yang bagus di hole-hole terakhir, dan ini sungguh menyenangkan!”

Hardy menimpali, ”Saya setuju. Rasanya kami benar-benar menangani permainan dengan sangat baik di hole-hole terakhir. Gelar pertama, tentunya. Jadi, bisa melakukan kemenangan bersama-sama seakan saling memberi rasa percaya diri. Jelas terasa istimewa punya rekan untuk meraih kemenangan pertama.”

Juara bertahan Xander Schauffele dan Patrick Cantlay akhirnya harus finis di posisi T4 setelah bermain dengan skor 66. Uniknya, skor total mereka di format foursome yang lebih sulit justru lebih bagus ketimbang pada format fourball mereka sepanjang pekan itu.