Shugo Imahira kini memegang keunggulan satu stroke berkat permainan cemerlang yang memberinya skor 9-under 63.

Dua chip-in berbuah eagle terbukti krusial bagi Shugo Imahira untuk melejit ke puncak klasemen ANC Championship Golf Tournament. Meski memulai putaran kedua dengan terpaut enam stroke, ia sukses membukukan skor 9-under 63 untuk menjadi pimpinan klasemen sementara di Japan Course, di Sanko Golf Club dengan skor total 12-under 132.

Satu-satunya noda tercipta di hole 3 di mana ia terpaksa mencatatkan bogey. Akan tetapi, penampilannya masih cukup bagus untuk mengungguli Tomohiro Kondo, yang pada putaran kedua menorehkan skor 67.

Sebagai pimpinan klasemen, kini Imahira berpeluang untuk memenangkan turnamen, yang hingga tahun 2022 lalu bernama Asia-Pacific Open Golf Championship Diamond Cup ini. Kala itu ajang tersebut dimainkan di Oarai Golf Club.

”Setelah menang tahun lalu, tentulah saya berniat untuk meraih kemenangan berturut-turut,” tutur peraih hadiah uang terbanyak pada Japan Golf Tour Organization (JGTO) pada tahun 2018 dan 2019 ini.

Menorehkan dua eagle dalam 18 hole jelas merupakan pencapaian yang cukup langka, bahkan bagi pemain sekaliber Imahira. Ia menorehkan eagle di hole 5 dan 12 dan meyakini kalau prestasi ini merupakan yang pertama kalinya ia raih.

”Dua eagle itu menciptakan perbedaan yang besar. Rasanya permainan saya cukup standard, tapi dengan mengamankan empat stroke di dua hole menjadi terasa sangat memuaskan,” akunya. ”Saya yakin ini sesuatu yang baru kali ini saya raih dalam sebuah kompetisi.”

”Penempatan yang solid sangat krusial untuk melakukan pukulan yang bagus. Kalau bisa melakukan dengan benar, sisanya biasanya akan menyusul.” — Shugo Imahira.

Faktanya, ia sempat melakukan hal serupa ketika mengikuti ajang LeoPalace21 Myanmar Open tahun 2017 silam.

Kini ia mengincar kemenangan lagi setelah pada awal musim sempat menjuarai Token Homemate Cup sebagai gelar JGTO ke-8 dalam kariernya.

”Ada fase di mana penampilan saya di luar standard, tapi belakangan semuanya mulai mengalami peningkatan. Meskipun skor-skor saya masih belum merupakan skor terbaik, rasanya permainan saya mulai meningkat,” jelasnya lagi.

”Saya memang punya sejumlah strategi, meskipun cukup personal untuk dibagikan. Penempatan yang solid sangat krusial untuk melakukan pukulan yang bagus. Kalau bisa melakukan dengan benar, sisanya biasanya akan menyusul.”

Sementara itu, setelah sempat memimpin pada putaran pertama, pegolf Filipina Justin De Los Santos hanya bisa menorehkan skor 4-over 76 sehingga kini ia berada di posisi T21.

Pegolf Korea Ryu Hyunwoo kini menjadi pegolf non-Jepang dengan posisi terbaik setelah menorehkan skor 68. Bersama Takanori Konishi (66) ia kini menorehkan skor total 134. Adapun Ren Yonezawa (68) dan Yuki Inamori (67) terpaut satu stroke di belakang mereka.