Shugo Imahira sukses memenangkan Mitsui Sumitomo Visa Taiheiyo Masters dan mulai mengincar gelar peraih hadiah uang terbanyak untuk ketiga kalinya.

Shugo Imahira sukses menaklukkan Taiki Yoshida untuk memenangkan gelar Japan Golf Tour Organization (JGTO) kedua pada musim ini dengan kemenangan satu stroke pada ajang Mitsui Sumitomo Visa Taiheiyo Masters.

Pegolf berusia 31 tahun, yang memegang keunggulan dua stroke pada awal putaran final tadi, menorehkan skor even par 70 sehingga mengumpulkan total 12-under 268 di Gotemba Course, di Taiheiyo Club. Meski bermain even par, catatan tersebut terbukti sudah cukup memberinya keunggulan tipis atas Yosida, yang menuntaskan putaran finalnya dengan skor 69.

Imahira sebenarnya mengawali permainan dengan meyakinkan. Ia sukses mencatatkan dua birdie di hole 3 dan 7 sehingga unggul empat stroke atas Yoshida. Namun, siapa yang mengira kedua birdie itu tak bisa ia tambah. Malahan ia harus mendapat bogey di hole 9 dan 17. Beruntung ia kemudian berhasil mengamankan par di hole pamungkas sehingga akhirnya berhasil memenangkan gelar JGTO kesembilan dalam kariernya.

”Setelah mengalami kekecewaan pada ajang ACN itu, rasanya saya bisa mengatasinya (dengan kemenangan ini), jadi ada semacam rasa puas.” — Shugo Imahira.

Yoshida, yang sepanjang hari menjadi pesaing terdekat, berusaha untuk membalikkan keadaan. Dan ketika ia mengemas birdie di hole 17, jarak di antara keduanya menjadi hanya satu stroke. Sayangnya, ia juga tak dapat mencuri birdie di hole terakhir.

Bagi Imahira, kemenangan ini membuatnya puas, terutama setelah gagal memenangkan ACN Championship bulan Agustus 2023 lalu. Kala itu ia juga berhasil unggul hingga putaran ketiga, namun gagal menyelesaikan turnamen dengan kemenangan dan finis sendirian di tempat keempat.

”Setelah mengalami kekecewaan pada ajang ACN itu, rasanya saya bisa mengatasinya (dengan kemenangan ini), jadi ada semacam rasa puas,” ujar Imahira. ”Bahkan dengan keunggulan yang ada, birdie dan bogey bisa lekas berganti dan mengubah situasi hanya dalam dua pukulan. Jadi, saya kira selisih skor itu bukanlah keuntungan besar. Saya berusaha untuk memperbesar jarak, tapi pada akhirnya hanya unggul tipis.

”Kalau melihat kembali, pada saat di hole 13 itu, tebersit dalam benak saya kalau saja saya memainkan hole-hole tertentu secara berbeda, mungkin hasilnya pun akan berbeda (dan lebih baik). Meski demikian, saya ingin menerima apa yang terjadi pekan ini, dan hasilnya saya berhasil menghindari kesalahan-kesalahan besar.”

”Kalah dalam sebuah kompetisi selalu mengecewakan. Namun, mengingat ini finis terbaik saya tahun ini, saya yakin kalau ini menjadi hasil positif buat saya.” — Taiki Yoshida.

Kemenangan ini turut mendorong semangatnya untuk bisa kembali menjadi raja peraih hadiah uang di Jepang. Sebelumnya, ia berhasil meraih predikat tersebut pada tahun 2018 dan 2019.

”Hadiah uang kali ini (¥40 juta, sekitar Rp4,14 milyar) sangat substansial dan memenangkan turnamen ini membuat saya berpikir lagi soal menjadi raja peraih hadiah uang,” tuturnya.

Sementara itu, meskipun harus menerima kekalahan dari Imahira, Yoshida mengaku puas dengan pencapaiannya pekan ini. Finis di tempat kedua menjadi prestasi terbaiknya setelah tahun lalu berada di tempat ketiga pada ajang Japan PGA Championship.

”Kalah dalam sebuah kompetisi selalu mengecewakan. Namun, mengingat ini finis terbaik saya tahun ini, saya yakin kalau ini menjadi hasil positif buat saya,” tuturnya. ”Saya mendapatkan rasa percaya diri yang berlimpah pekan ini dengan bertanding menghadapi pemain luar biasa dalam latar yang sangat menantang!”