Jack Buchanan memastikan kemenangan yang meyakinkan pada ajang Africa Amateur Championship.
Pegolf Afrika Selatan Jack Buchanan menikmati kemenangan yang meyakinkan pada ajang Africa Amateur Championship. Pegolf berusia 21 tahun ini memastikan kemenangan enam stroke setelah menaklukkan East Course di Royal Johannesburg dengan skor total 21-under 267.
Pegolf kelahiran Cape Town, Afrika Selatan ini melanjutkan permainan solidnya pada putaran final kemarin (7/2). Ia hanya membutuhkan 33 pukulan di sembilan hole pertamanya berkat birdie di hole 3 dan 8, dan di antaranya ia menciptakan eagle di hole 6 par 5. Ia kemudian menambah dua birdie lagi di sembilan hole terakhir untuk mencatatkan skor 5-under 67 dan meraih haknya untuk mengangkat trofi kejuaraan amatir paling prestisius dalam kariernya.
”Rasanya luar biasa bisa menuntaskan perjuangan pekan ini. Kapan pun Anda mendapat kemenangan, pasti terasa menyenangkan, tapi bisa menang pada kejuaraan sekaliber ini jelas sangat berarti buat saya,” tutur Buchanan usai memastikan kemenangannya. ”Saya masih belum bisa mencernanya karena masih sulit dipercaya bisa mengikuti ajang ini dan kemudian memenangkannya.”
Kini ia berhak untuk mengikuti ajang The 154th Open at Royal Birkdale, The Amateur Championship, the Alfred Dunhill Championship, The Investec South African Open, dan Waterfall City Tournament of Champions powered by Attacq.
”Saya kira The Open pertama yang saya saksikan langsung adalah di Royale Birkdale tahun 2017, jadi bisa kembali ke tempat semula saya menonton ketika masih kecil tentu membuatnya terasa istimewa. (Waktu itu) Kevin Na memberikan bola golf yang ia mainkan ketika mendapat hole-in-one waktu putaran latihan. Rickie Fowler memberi sarung tangan yang ia tanda tangani,” tutur Buchanan.

Ivan Verster, yang sempat memimpin klasemen pada hari pertama dan menjadi pesaing terdekat bagi Buchanan, berusaha memberi tekanan pada awal putaran final itu dengan menciptakan birdie di hole pertamanya. Meski demikian, momentumnya terhenti setelah menciptakan double bogey di hole berikutnya.
Memasuki sembilan hole terakhir, ia sempat menciptakan lima birdie, namun justru harus mencatatkan double bogey di hole 17. Birdie di hole terakhir membuatnya harus kembali puas berada di tempat kedua, setelah dua tahun lalu ia juga menempati posisi serupa ketika ajang ini dimainkan di Leopard Creek.
Ketika Verster terlempar dari persaingan, Charl Barnard dan J.L. de Bruin tampil ke jajaran atas klasemen. Bahkan de Bruin berhasil menciptakan skor terendah pada pekan itu ketika ia sukses membukukan skor 12-under 60, yang sekaligus menjadi putaran terendah ajang ini. Skor tersebut ia raih berkat sepuluh birdie, dan nyaris menciptakan hole-in-one di hole 12 par 3. Eagle di hole terakhir sekaligus menutup perjuangannya dengan berbagi tempat kedua bersama Verster.
”Saya mesti bilang kalau pengalaman ini meningkatkan percaya diri. Pengalaman yang sungguh sulit dipercaya, dan saya tahu kalau permainan saya memadai dan sadar akan apa yanga bisa saya lakukan, juga tahu kalau saya bisa bersaing. Padahal beberapa bulan terakhir saya kesulitan bermain dengan skor rendah, jadi skor ini (60) membuat saya senang,” tutur de Bruin.
Barnard sendiri bermain luar biasa dan membukukan sembilan birdie tanpa bogey untuk skor 63.


