Jennifer Quinn Effendi mencuri perhatian dengan tampil sebagai pemuncak klasemen keseluruhan kelompok putri pada Pondok Indah International Junior Golf Championship edisi ke-12.

Pegolf asal Kediri, Jawa Timur, Jennifer Quinn Effendi menghadirkan kejutan pada edisi ke-12 Pondok Indah International Junior Golf Championship (PIIJGC). Pada akhir putaran pertama tadi, remaja putri berusia 13 tahun ini sukses mengemas tiga birdie dengan empat bogey sehingga memuncaki klasemen keseluruhan kelompok putri. Skor 1-over 73 miliknya membuatnya unggul dua stroke atas pegolf Korea Kim Gyubeen dan pegolf Malaysia Zaira Binti Zamri.

Jennifer mengawali putaran pertamanya dalam kondisi yang berat. Angin kencang yang berembus sejak pagi dan bertambah kencang pada siang hari ketika memulai permainannya pada pukul 12:35, ia terpaksa mengalami start yang jauh dari ideal. Setelah bogey di hole pertamanya, ia harus bermain 3-over hingga hole keempatnya lantaran mendapat bogey di hole 12 dan 13.

Akan tetapi, permainannya kemudian menjadi stabil, bahkan mencatatkan hasil yang lebih baik lagi. Setelah bermain even par di lima hole berikutnya, ia mengemas tiga birdie dengan satu bogey di sembilan hole pertama untuk menutup putaran pertama dengan skor 73.

”Sejujurnya, saya tidak mengira kalau skor saya hari ini bisa menempatkan saya di posisi teratas pada klasemen keseluruhan. Sepanjang hari ini saya hanya fokus pada permainan sendiri, tidak melihat bagaimana pemain lain,” tutur pegolf yang tampil untuk ketiga kalinya dalam ajang ini.

 

Kim Gyubeen, Round 1 Pondok Indah International Junior Golf Championship 2025.
Tampil untuk pertama kalinya di Pondok Indah Golf Course dan dalam kondisi cuaca yang berat, Kim Gyubeen asal Korea hanya bisa mengemas satu birdie dari hole 3. Foto: Yongki Hermawan.

 

”Hari ini ada beberapa putt dari jarak jauh yang bisa langsung masuk makanya saya bisa mendapat birdie dan mengatasi bogey yang sebelumnya sempat saya dapatkan.”

Angin kencang dan hujan yang kemudian turun turut memaksanya harus melakukan perhitungan yang matang. ”Memang perkiraannya ada yang bagus, ada juga yang meleset,” imbuh pegolf yang juga bermain di Divisi B ini. ”Tapi saya juga merasa terbantu oleh kedi ketika menghadapi kondisi tertentu.

”Besok (hari ini) saya akan melihat situasi. Kalau memang saya rasa bisa main agresif, saya akan menyerang pin, tergantung bagaimana posisi pin besok.”

Meskipun tampil untuk pertama kalinya di Pondok Indah Golf Course, kedua pesaing terdekat Jennifer, Kim dan Amberly yang juga bermain di Divisi A, bisa dibilang memulai permainan mereka dengan cukup baik.

Amberly, sempat bermain lebih baik dan mengemas 1-under di empat hole pertamanya. Sayangnya, birdie di hole 12 itu harus terkubur oleh double bogey di hole 13, dan dua bogey dari hole 15 dan 18. Ia kemudian mengemas dua birdie dengan dua bogey di sembilan hole terakhirnya.

 

Amberly Zaira Binti Zamri, Round 1 Pondok Indah International Junior Golf Championship 2025.
Pemain debutan lainnya, Amberly Zaira Binti Zamri dari Malaysia, turut mengemas skor 75 dan berbagi tempat kedua dengan Kim Gyubeen. Foto: Yongki Hermawan.

 

”Menurut saya putting menjadi aspek yang paling membantu pada hari ini. Ada banyak putt yang bisa saya masukkan, meskipun ada juga yang meleset. Permainan putter ini sangat membantu mengingat kondisi angin membuat permainan iron saya hari ini sebenarnya sangat mengecewakan. Short game saya hari ini juga cukup bagus sehingga ikut membantu menjaga skor,” jelasnya.

”Besok (hari ini) saya akan berusaha untuk tetap mengikuti rencana permainan, seperti hari ini (kemarin) ketika saya bisa memukul ke fairway dan memenuhi green in regulation.”

Adapun Kim menyebut kondisi lapangan yang tidak mudah membuatnya kesulitan untuk mendapatkan birdie. Sepanjang 18 hole pertamanya di Pondok Indah Golf Course ini, ia hanya bisa meraih satu birdie dari hole 3, yang merupakan hole ke-13 baginya.

”Sampai di hole ke-11 (hole 2) saya sama sekali belum mendapatkan birdie. Lalu ketika memasuki hole ke-12 saya (hole 3) saya merasa perlu melakukan sesuatu yang berbeda untuk mengubah arah permainan dan bersyukur saya akhirnya bisa mendapatkan birdie di hole tersebut (hole 3). Di situ rasanya permainan saya bisa menyatu, jadi rasanya wajar menyebut itu hole terbaik saya hari ini,” tuturnya.

”Hari ini (kemarin) saya bermain over, jadi besok (hari ini) saya harus mengubah situasi dan bermain under. Kecuali angin kembali berembus seperti sekarang, saya akan berusaha mengatasinya dan bermain lebih agresif dan main sebaik mungkin.”