Kolaborasi Marc Leishman dengan Back Bay Brewing berbuah popularitas baru!

Tak semua orang bisa masuk ke restoran dan memesan bir dengan namanya tertera pada label bir tersebut—apalagi kalau Anda justru ikut membuatnya! Pemegang empat gelar PGA TOUR, Marc Leishman, menjadi pengecualiannya.

Tiga tahun lalu, pegolf Australia ini bermitra dengan Back Bay Brewing dan menciptakan Leishman Lager untuk disajikan pada acara Begin Again Foundation. Leishman dan Audrey, istrinya, adalah pihak yang memulai yayasan ini setelah sang istri pulih dari sindrom darah beracun dan sindrom pernapasan akut yang nyaris mengambil nyawanya.

Produk yang awalnya hanya dirilis secara terbatas selama sebulan ternyata malah laris keras dan menjadi produk sepanjang tahun bagi kilang yang berada di Virginia Beach itu. Di sana jugalah Audrey tumbuh dewasa dan kini pasangan ini menetap di sana dengan ketiga anak mereka yang masih kecil. Bir ini bahkan bisa dibeli di sejumlah toko grosir dan dipesan di sekitar 100 restoran lokal, bar, dan clubhouse di daerah tersebut. Sebagian dari penjualan bir ini bahkan disumbangkan ke yayasan.

”Kami bertemu dengan mereka dan tanpa memiliki kata-kata yang lebih baik, produk ini malah meledak,” ujar Leihman. ”Bir ini jauh lebih populer daripada yang mereka perkirakan. Dan sekarang malah menjadi salah satu bir terlaris. Jadi, ini sesuatu yang bagus. Saya menikmatinya. Senang juga bisa meminumnya.”

Meskipun Leishman, yang bakal menjadi salah satu pemain kunci bagi Tim Internasional saat berhadapan dengan Tim AS pada Presidents Cup bulan Desember nanti, mengaku terkadang memilih wine dengan steak yang tebal dan juicy, baginya bir merupakan minuman pilihannya sebagai seorang dewasa.

Tak sekadar memberikan namanya untuk menjadi merek, Marc Leishman juga ikut terlibat langsung dalam pengolahan Leishman Lager. Foto: Back Bay Brewing.

Ia juga tak sekadar konsumen bagi Leishman Lager. Ia bahkan secara langsung terlibat dalam pengembangan bir ini. ”Saya sangat menikmati keterlibatan ini,” ujarnya sambil tersenyum.

Leishman ingin bir yang diproduksi ini menjadi bir yang ringan, bukan seperti yang berasal dari Australia, yang disebut Furphy. Hop yang digunakan oleh pengolahnya bahkan didatangkan dari Australia, yang merupakan perpaduan dari Pride of Ringwood (biasa digunakan pada produk Foster, Victoria Bitters) dan Helga, yang menghadirkan aroma yang menyerupai sitrus dan floral.

”Saya tidak cukup cerdas untuk mengetahui apa yang ingin saya sertakan dalam bir dan apa yang bisa membuatnya memberikan cita rasa tertentu,” ujar Leishman. ”Jadi, saya mempercayakan hal itu kepada pengolahnya, tapi saya memasukkan hop untuk bahan pertamanya.

”Selain itu, saya mempercayakannya kepada mereka. Sedikit banyak kami melakukan percobaan. Kebanyakan sih prosesnya hamper sama dengan campuran pertamanya.”

Kepala pengolahan di Back Bay, Travis Powell, memberi tahu bahwa ia dan Leishman banyak mendiskusikan beragam bir komersial yang ada, yang suka ia minum sebelum kemudian mengolah bahan-bahan yang ada secara bersamaan.

”Jadi, dia ingin sedikit komponen floral dan sedikit sitrus. Sudah jelas dia tidak ingin memiliki kadar malt yang sangat berat atau hop yang sangat kuat,” ujar Powell.

Marc Leishman juga bakal menjadi salah satu kekuatan penting Tim Internasional menghadapi Tim AS pada ajang Presidents Cup bulan Desember 2019 mendatang. Foto: Getty Images.

Salah satu hal tersulitnya, Powell memberi tahu, ialah mendorong Leishman untuk memberikan kritik yang membangun. Leishman orang yang terlalu baik untuk memberi kritikan. Bir ini butuh waktu 4-5 pekan untuk diolah dan, seperti halnya permainan golfnya, bir ini pun selalu bisa diutak-atik.

”Saya lebih memilih orang yang memberi tahu hal-hal yang negatif tentang bir ini daripada hal-hal yang positif,” ujar Powell lagi. ”Saya berharap mereka bisa membuat produk ini menjadi lebih baik. Cukup sulit memintanya (Leishman) melakukan hal tersebut. Biasanya saya akan mengungkapkan sesuatu karena dia takkan memberi tahu saya.

”Kadang saya akan berkata, ’Sepertinya kali ini terlalu banyak hop. Bagaimana kalau kita menguranginya sekitar 10%?’ Dan dia bakal menjawab, ’Tidak, saya sebenarnya suka ini,’ atau dia bakal berkata, ’Oh, itu ide yang bagus, Kawan.’”

Leishman menjadi atlet profesional pertama yang bermitra dengan Back Bay, meskipun mereka telah melakukan olahan khusus sebelum ini. Pabrik pengolahannya menawarkan 16 bir dalam satu fasilitas dan 12 di bar lainnya. Mereka mengeluarkan bir dengan label VB Strong, dengan sebagian hasil penjualannya ditujukan bagi keluarga yang menjadi korban penembakan tragis di Virginia Beach pada bulan Agustus lalu.

”Kami senang bekerja sama dengan berbagai organisasi,” imbuh Powell. ”Kami juga senang bekerja sama dengan organisasi-organisasi amal. Para pemilik kami awalnya memulai Back Bay untuk sesuatu yang menyenangkan dan melakukan sesuatu bagi masyarakat.”

Bersama istri dan ketiga anaknya, Marc Leishman merayakan keberhasilannya menjuarai BMW Championship 2017 di Conway Farms Golf Club, Lake Forest, Illinois. Foto: Getty Images.

Ketika Begin Again Foundation mengajak kerja sama, kedua pihak sama-sama berpendapat bahwa bir yang dihasilkan harus berdiri sendiri. Menempatkan nama Leishman pada bir itu memang menjadi satu nilai tambah, tapi semua orang ingin bir yang bisa diminum dan memiliki nilai komersial.

Label yang didesain oleh seniman Back Bay itu sendiri sebenarnya merupakan bentuk penghormatan terhadap kampung halaman Leishman, bukan golf. Maka di dalam tempat pengolahan itu sendiri terdapat sebuah perisai dengan elemen-elemen bendera Australia yang diapit oleh seekor kanguru dan emu.

”Lucunya,” ujar Powell, ”banyak orang yang mengira akrab dengan namanya, tapi di logo tak ada yang menunjukkan bahwa nama itu mengacu pada seorang pegolf. Jadi, orang yang tidak mengenal golf mungkin tidak akan mengetahuinya.”

Bir ini telah beredar selama beberapa tahun sebagai draft beer. Tapi, baru-baru ini, bir ini dikemas dalam bentuk kaleng untuk pertama kalinya dan 7.200 kaleng pertama langsung terjual kurang dari sebulan. Rencana pun disusun agar bir ini tersedia di luar Virginia, begitu urusan pajak dan izin dagang dilengkapi dan mereka menemukan distributornya.

Siapa tahu, suatu hari kelak, sahabat-sahabat Leishman di Warrnambool bisa menikmati bir dari salah satu putra favorit mereka.

”Kami bahkan bergurau soal hal ini,” ujar Powell, yang juga memiliki keluarga di Sydney. ”Saya bilang kepadanya, ’Tahu nggak, saya pikir kita mesti memberi ruang bagi orang-orang untuk mencicipi Leishman Lager di Australia.’ Dan dia membalas, ’Wah, saya suka ide itu.’”

Leave a comment