Takumi Kanaya siap mengebarkan bendera Jepang mewakili Hideki Matsuyama yang absen pada ajang WGC-Dell Technologies Match Play pekan ini.

Bintang baru asal Jepang Takumi Kanaya bakal menempuh jalan terjal dalam debutnya pada ajang World Golf Championships-Dell Technologies Match Play pekan ini. Meski tidak bakal mudah, kehadirannya di Austin Country Club memberinya kesempatan untuk mempertegas kehadirannya di panggung global.

Mantan pegolf amatir No.1 Dunia berusia 23 tahun ini akan menjadi satu-satunya perwakilan Jepang pada ajang yang mempertemukan 64 pegolf elite dunia. Ia menjadi satu-satunya wakil Negeri Matahari Terbit itu lantaran Juara Masters Hideki Matsuyama memutuskan mundur untuk memulihkan cedera punggung dan bahunya supaya bisa benar-benar bugar saat mempertahankan Jaket Hijaunya di Augusta National bulan April mendatang.

Kanaya juga ditempatkan di grup yang berat. Ia akan menghadapi pegolf No.9 Dunia Xander Schauffele, No.23 Dunia Tony Finau, dan sesama pemain debutan Lucas Herbert. Agar bisa melangkah ke babak 32 besar, ia harus memastikan keluar sebagai pemenang.

”Ini grup pemain yang luar biasa dan saya harus bermain bagus supaya bisa melangkah pada pekan ini, dan saya berharap bisa melakukannya,” ujar Kanaya. ”Ini turnament match play pertama saya sebagai profesional dan saya dipasangkan dalam grup yang sangat kuat. Saya berharap bisa main bagus dan menikmati pekan yang bagus juga.

”Sebagai amatir, saya punya banyak kesempatan bermain dalam ajang match play, seperti U.S. Amateur, tapi yang satu ini berbeda. Saya menghadapi para pemain terbaik di dunia dan tiap partai akan memiliki tekanan tambahan. Target saya ialah bermain bagus dan melangkah sejauh mungkin.”

Sejak menjuarai Asia-Pacific Amateur Championship 2018 dan lolos cutu pada ajang Masters 2019, langkah Kanaya terus dipantau oleh media Jepang. Pegolf berperawakan kekar ini telah memenangkan tiga gelar Japan Golf Tour sejak beralih profesional tahun 2020 lalu. Ia bahkan menembus 50 besar dunia pada akhir musim lalu untuk memastikan penampilan keduanya pada ajang Masters.

”Bisa berlatih dengan Hideki (Matsuyama) dan melihat tekniknya, termasuk bisa bertukar pikiran dan menanyakan hal-hal seputar persaingan pada PGA TOUR dan belajar dari pengalamannya jelas luar biasa berharga.”

Ia finis T7 ketika ZOZO CHAMPIONSHIP dimainkan di Jepang pada bulan Oktober 2021. Itulah sepuluh besar pertamanya dalam ajang PGA TOUR. Kini ia mesti meningkatkan seluruh aspek permainanya untuk bergabung dengan teman baik dan idolanya, Matsuyama, sebagai juara PGA TOUR.

”(Ajang ZOZO CHAMPIONSHIP) itu merupakan sepuluh besar pertama saya dan sungguh meningkatkan rasa percaya diri dan membuat saya sadar kalau saya bisa bersaing pada PGA TOUR kalau bisa memainkan permainan golf yang bisa saya mainkan. Tiap mengikuti sebuah turnamen, saya berharap melakukan yang terbaik,” ujar Kanaya, yang akan menghadapi Schauffele pada hari Rabu waktu setempat ini.

”Level permainan PGA TOUR tidak ada tandingannya dan lapangan-lapangan golf yang kami mainkan merupakan beberapa lapangan tersulit di dunia. Saya berkesempatan mengikuti beberapa ajang PGA TOUR, tapi masih belum mendapatkan hasil yang sayah arapkan,” imbuhnya.

”Pekan ini menjadi kesempatan lain untuk memperoleh pengalaman lebih dan saya berharap bisa membuktikan bahwa saya layak berada di sini. Saya tak sabar untuk mengupayakan yang terbaik dan melihat bagaimana hasilnya pada pekan ini.”

Setelah gagal lolos cut pada ajang Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard tiga pekan lalu, Kanaya menghabiskan waktunya di Orlando dengan Matsuyama dan juga mengunjungi Augusta National untuk melakukan putaran latihan dengan kedinya. Ia menyebut bisa berada di sekitar Matsuyama, yang telah menjuarai delapan gelar PGA TOUR, sungguh membuka matanya.

”Bisa berlatih dengan Hideki dan melihat tekniknya, termasuk bisa bertukar pikiran dan menanyakan hal-hal seputar persaingan pada PGA TOUR dan belajar dari pengalamannya jelas luar biasa berharga. Semoga saya bisa mengambil semua yang ia ajarkan dan menerapkannya dalam permainan saya pekan ini,” tandas Kanaya.