Musim 2021-2022 lalu menempatkan Rory McIlroy sebagai pegolf pertama yang memenangkan FedExCup sebanyak tiga kali.

Benar-benar bukan awal yang ia bayangkan. Drive pembukanya pada hari Kamis dalam ajang TOUR Championship kala itu melampaui pagar pembatas dan keluar area permainan, yang berujung pada triple bogey. Yang juga memperburuk keadaan, ia mendapat bogey di hole kedua, dan mendadak Rory McIlroy tertinggal sepuluh stroke di belakang pimpinan FedExCup, Scottie Scheffler.

Pegolf Irlandia Utara ini jelas tipikal pemain yang berpikiran positif. Dan McIlroy tidak berniat membiarkan hole-hole pembuka yang buruk itu mendikte arah yang ia inginkan di ajang pamungkas Playoff yang bersejarah di East Lake Golf Club itu.

Jelas! Ia bangkit pada hari Kamis itu, membukukan skor 31 pada sembilan hole terakhir dan menuntaskan putaran pertama dengan skor 67 untuk mempertahankan peluang. Dan pada hari Minggu, McIlroy menerobos ke grup terakhir bersama Schefflers, meskipun terpaut enam stroke.

Pertarungan antara pegolf No.1 Dunia dan McIlroy yang merupakan No.3 Dunia untuk hadiah terbesar PGA TOUR dan sore yang cerah itu benar-benar tidak mengecewakan. McIlroylah yang kemudian menyebut duel itu sebagai tontonan yang menghibur.

Ketika McIlroy berjuang memberi tekanan pada hari Minggu itu, Scheffler, yang pada musim itu memenangkan empat gelar, mulai terdesak. McIlroy menyamakan kedudukan dengan memasukkan putt dari jarak 9,3 meter di hole 15 dan mengambil alih posisi teratas di hole berikutnya, tatkala lawannya yang asal Texas itu gagal melakukan up-and-down dari bunker samping green.

Setelah dua upaya menyelamatkan par, McIlroy pun menjadi pegolf pertama yang menjuarai tiga gelar FedExCup dan membawa pulang hadiah uang sebesar US$18 juta. Ia menuntaskan putaran final itu dengan skor 66 dan finis dengan skor total 21-under. Scheffler sendiri harus menorehkan skor 73 dan hanya membukukan satu birdie untuk berbagi tempat kedua dengan Im Sungjae.

Meski meraih kemenangan, McIlroy masih menunjukkan sikap yang mengagumkan. Ia memeluk ibu dan ayah Scheffler, serta istrinya, yang berdiri di dekat area pelaporan skor. Ia menyampaikan bahwa Scheffler layak menerima gelar ini juga. Dan hal serupa ia kemukakan ketika melakukan wawancara televisi dengan Mike Tirico dari NBC.

 

Rory McIlroy dan Jay Monahan, TOUR Championship 2022.
Rory McIlroy (kanan) menerima ucapan selamat dari Jay Monahan usai menjuarai TOUR Championship dan FedExCup 2022. Foto: Getty Images.

 

”Pekan yang luar biasa, hari yang luar biasa,” ujar McIlroy sembari menggenggam trofi perak Tiffany erat-erat. ”Saya merasa Scottie layak menerima separuh dari kemenangan ini hari ini. Ia memiliki musim yang sulit dipercaya. Saya merasa tidak enak hati menjungkirkan dia dari posisi teratas, tapi dia pesaing yang luar biasa tangguh. Bahkan kepribadiannya lebih baik lagi.

”Suatu kehormatan dan hak istimewa bisa bertarung dengannya hari ini, dan saya yakin kami akan sering bertanding lagi. Saya menyampaikan kepadanya bahwa posisi kami satu-sama di Georgia hari ini: dia memenangkan The Masters, saya memenangkan gelar ini.”

Dikotomi dari caranya memulai turnamen dan caranya mengakhirinya jelas tidak ia lupakan. Ia takkan melupakan kegigihan yang terlihat empat pekan sebelumnya, ketika Tom Kim memulai Wyndham Championship dengan quadruple bogey untuk tertinggal 13 angka sebelum akhirnya menang.

”Saya pikir hal ini menunjukkan bahwa segala sesuatunya bisa terjadi, bahkan ketika Anda tertinggal atau memimpin beberapa stroke dalam sebuah turnamen,” tutur McIlroy. ”Semuanya bisa terjadi. Saya akan mengingat pekan ini, sebagian besar karena hal tersebut. Pikiran Anda bisa mengarah ke satu atau dua cara ketika memulai permainan seperti itu, dan saya otomatis memikirkan Tom Kim di Greensboro.

”Saya bisa saja dengan mudah berpikir bahwa sekarang saya tidak punya peluang …. Namun, saya kira, saya membuktikan bahwa saya memiliki pola pikir yang sangat baik.” — Rory McIlroy.

”Saya bisa saja dengan mudah berpikir sebaliknya, berpikir bahwa sekarang saya tidak punya peluang, buat apa saya ada di sini? Namun, saya kira, saya membuktikan bahwa saya memiliki pola pikir yang sangat baik pekan ini dan tidak membiarkan skor buruk itu memengaruhi saya dan membuat saya hanya tetap fokus dan terus berjuang.”

Musim 2021-2022 ini jelas menjadi musim yang cemerlang bagi McIlroy. Tiga kemenangannya musim itu membuatnya mengumpulkan 22 gelar PGA TOUR. Ia masih mencari gelar Major kelimanya—dan pertama sejak 2014—namun konsistensinya berada di sepuluh besar pada keempat ajang Major, termasuk tempat kedua pada The Masters dan ketiga pada The Open Championship, jelas membesarkan hati.

McIlroy pun menyamakan musim ini dengan tahun 2019, ketika ia menjuarai THE PLAYERS Championship dan RBC Canadian Open sebelum mengalahkan Brooks Koepka—saat itu merupakan pegolf No.1 Dunia—di East Lake. Dan bahkan sahabat McIlroy, Tiger Woods, belum pernah memenangkan FedExCup hingga tiga kali.

”Saya memainkan golf dengan sangat baik. Ada beberapa kemenangan, tapi saya tidak meraih gelar Major, tapi rasanya, Harry (Diamond, kedinya) memberi tahu saya di green hole 18 hari ini. Dia bilang, dengan semua permainan golf solid yang kaumainkan tahun ini, kau layak memenangkan gelar ini,” jelas McIlroy.

 

Rory McIlroy, TOUR Championship 2022.
Rory McIlroy menjadi pegolf pertama dalam sejarah yang menjuarai FedExCup sebanyak tiga kali. Foto: Getty Images.

 

Entah bagaimana, dan tanpa mengurangi hormat kepada Scheffler, McIlroy merupakan juara yang sempurna di East Lake. Ia dan Woods menjadi pusat dari pertemuan khusus pemain pada ajang BMW Championship, yang menjadi katalis terhadap sejumlah perubahan drastic yang diumumkan Komisioner PGA TOUR Jay Monahan di Atlanta, sehari sebelum ajang pamungkas ini dimulai.

Perubahan-perubahan tersebut mencakup peningkatan status sejumlah turnamen untuk 2023 yang menyuguhkan setidaknya US$20 juta dan didesain untuk mempersatukan para pemain top hingga 20 kali dalam setahun. McIlroy sendiri merupakan anggota Dewan Kebijakan PGA TOUR dan telah tampil sebagai jurubicara paling vocal.

”Coba lihat, periode ini memang masa yang rusuh bagi golf profesional pria khususnya,” ujarnya. ”… Saya berada dalam situasi yang sulit. Saya pikir tiap perubahan yang saya dapatkan, saya berusaha mempertahankan apa yang saya rasa merupakan tempat terbaik untuk bermain golf secara elit profesional di dunia.

”Dalam tataran tertentu rasanya sesuai, bahwa saya berusaha menuntaskan ajang ini hari ini untuk mengakhiri musim yang benar-benar sangat menantang dan berbeda.”

Meskipun jumlah hadiah yang ditawarkan pada TOUR Championship sungguh menggiurkan, termasuk juga dengan beberapa peningkatan pada sejumlah turnamen pada masa mendatang, McIlroy menjadi pihak yang pertama menegaskan bahwa kompetisilah yang memberi dorongan baginya. Bukan uang.

”Ada banyak hal keren yang bisa didapatkan dengan memenangkan FedExCup,” ujar McIlroy lagi. ”Trofi, saya punya tiga replika perak Calamity Jane di rumah, yang sangat keren. Memikirkan bagaimana di East Lake sini dan Bobby Jones, pegolf amatir terbesar yang memainkan olahraga ini, sejarah dan tradisi olahraga golf. Ia mencontohkan semua hal besar itu.

”Uang adalah uang. Memang bagus, dan kami adalah pegolf profesional, kami bermain golf sebagai nafkah kami. Uang menjadi bagiannya. Namun, pada titik karier saya ini, kemenangan dan perjalanan dan emosi dan dengan siapa saya menjalankannya jelas lebih besar artinya daripada sehelai cek.”