Meski tersandung pada putaran ketiga, peluang Brad Kennedy untuk mewujudkan gelar JGTO keempat masih terbuka.

Pimpinan klasemen putaran ketiga ajang Golf Partner Pro-Am Tournament, Brad Kennedy, harus menjalani putaran yang berat pada hari Sabtu (21/5) tadi di East Course Toride Kokusai Golf Club, di Ibaraki, Jepang. Pegolf berusia 47 tahun ini harus puas bermain 1-under 69 dan merelakan posisi teratasnya diambil alih oleh Tomoharu Otsuki, yang kini memegang keunggulan dua stroke atasnya.

Pegolf asal Australia ini harus berjjuang keras sejak awal putaran ketiga. Ia harus mendapat bogey di hole 5 dan baru bisa mencuri birdie di kedua hole par lima, yaitu hole 9 dan 10. Setelah sempat kembali mendapat bogey di hole 15, ia berhasil mencatatkan birdie ketiganya untuk kemudian mencatatkan skor total 17-under 193.

Pegolf Thailand Gunn Charoenkul dan runner-up tahun lalu asal Zimbabwe Scott Vincent, masing-masing menorehkan skor 65 dan 66 untuk menghuni posisi T5, empat stroke di belakang Otsuki. Keduanya ikut meramaikan persaingan untuk menjadi pegolf internasional pertama yang menjuarai ajang JGTO musim ini.

Meski demikian, dengan selisih hanya dua stroke, Kennedy masih menjadi wakil internasional yang paling berpeluang.

”Saya akan merenungkan hari ini dan melihat apa yang terjadi, namun dengan berada dua stroke di belakang pimpinan, saya kira hal itu bisa saya lakukan dalam beberapa hole Pertama, ” tutur Kennedy. ”Saya akan mengatur ulang rencana permainan untuk besok (putaran final) dan bermain dengan pola pikir yang benar-benar bagus. ”

Kennedy menyebutkan permainan wedge-nya mesti tetap tajam, seperti beberapa hari terakhir. ”Rasanya saya terlalu banyak memukul jauh dari pin. Akibatnya, saya merasa sedikit frustrasi, ” imbuhnya.

Demikian pun, ia merasa masih bisa memperbaiki permainannya besok. Bermain sabar juga akan menjadi kunci baginya untuk menambah gelar JGTO-nya.

Sementara itu, sang pimpinan klasemen sementara, Otsuki, justru merasa sedikit kecewa lantaran tidak bisa memperbesar keunggulannya. Pegolf berusia 32 tahun ini sempat menikmati enam birdie di sepuluh hole yang ia mainkan sebelum kemudian seperti kehabisan energi.

Ia mendapat bogey di hole 17 sehingga harus puas dengan skor 65, membuatnya hanya unggul dua stroke dari Kennedy, dan rekan senegaranya yang tengah dalam kondisi bagus, Shugo Imahira dan Kazuki Higa.

”Saya bermain dengan baik di sembilan hole Pertama, namun saya gagal memperkirakan jarak pukul dengan tepat di sembilan hole terakhir. Saya punya keunggulan dua stroke, tapi tekanan akan ada pada saya kalau keunggulan ini berkurang atau saya gagal memperbesarnya besok,” jelas Otsuki.

Adapun Imahira, yang baru sepekan lalu menjuarai ajang Asia Pacific Open Golf Championship Diamond Cup, mempertahankan peluang untuk meraih kemenangan keduanya secara berturut-turut setelah tadi membukukan skor 61, termasuk eagle di hole 10.

Adapun Higa, juara Kansai Open bulan lalu juga tidak ingin kalah. Ia bermain tanpa bogey dengan menuai skor 62 untuk menjamin persaingan seru.