Wakil Asia bermain solid, namun tak cukup untuk menempatkan mereka bersaing menuju putaran final The Genesis Invitational.

Tingginya level persaingan pada ajang PGA TOUR membuat para pemain Asia tak lagi cukup hanya bermain solid. Itulah yang bisa kita lihat pada putaran ketiga The Genesis Invitational kemarin (19/2). Dua wakil Asia, Lee Kyounghoon dan C.T. Pan masing-masing membukukan skor 67 dan 69, namun keduanya harus puas menempati posisi T18 dengan 18 hole tersisa.

Pan, yang sempat menghuni jajaran atas seusai mencatatkan skor 67 pada hari pertama, bukannya tidak bermain dengan baik. Ia bahkan mencatatkan birdie di hole pertamanya. Namun, double bogey di hole 6 jelas menjadi kunci yang menghambat upayanya untuk kembali bersaing. Di hole par 3 tersebut, Pan harus kehilangan bola dan mendapatkan penalti, serta mesti melakukan dua putt. Empat birdie dengan ekstra bogey tambahan juga tak cukup untuk mengimbangi para pemain bintang lainnya. Alhasil dengan skor total 7-under 206, peraih medali perunggu Olimpiade ini membutuhkan satu permainan luar biasa untuk kembali melambungkan posisinya.

Hal serupa juga terjadi pada Lee. Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, Lee bermain jauh lebih solid lagi. Pasalnya sejak putaran kedua, Juara AT&T Byron Nelson 2021 ini tak mencatatkan satu bogey pun di kartu skornya. Dan kemarin ia kembali mencatatkan empat birdie untuk mengumpulkan skor total yang sama dengan Pan.

Sementara itu, Juara Masters 2021 Hideki Matsuyama juga bermain solid dengan skor 68, namun skor 72 dan 70 pada dua putaran pertama membuatnya terdampar di posisi T50, dua stroke lebih baik daripada duo Korea lainnya, Kim Siwoo dan Im Sungjae.

 

 

Dengan permainan mereka dalam tiga hari terakhir, jelas hampir mustahil untuk mengejar Joaquin Niemann yang kian kukuh di puncak klasemen. Pegolf asal Chile ini memegang keunggulan tiga stroke atas Cameron Young setelah mencatatkan skor 3-under 68. Dan setelah sebelumnya hanya mencatatkan satu bogey dalam tiap putaran, kali ini Niemann harus mencatatkan tiga bogey, namun menorehkan empat birdie dengan eagle di hole 10.

Dengan bekal tiga stroke, Niemann kini berpeluang meraih gelar PGA TOUR keduanya, terutama setelah sebelumnya ia nyaris menang pada ajang Rocket Mortgage.

”Saya main dengan bagus di sana. Bahkan tidak mendapat bogey sama sekali. Terkadang segalanya berjalan sesuai dengan rencana, tapi terkadang juga tidak. Saat itu saya pikir saya berpeluang untuk memenangkan turnamen dan sayangnya hal itu tidak terwujud. Saya belajar dari sana untuk memiliki sikap yang lebih baik ketika kembali berada di posisi serupa,” ujarnya.

”(Berada di posisi teratas) jelas terasa sangat berbeda. Tidak setiap waktu Anda bisa memimpin dalam sebuah turnamen, apalagi ada begitu banyak pemain bagus. Namun, saya pikir ketika pekan itu adalah pekan Anda, Anda hanya tinggal melakukan yang terbaik; tidak berpikir terlalu jauh dan melakukan yang terbaik.”

Dan jika akhirnya Niemann bisa menuntaskan pekan ini dengan mengangkat trofi, bisa dipastikan ia bakal menjadi salah satu kekuatan yang dibutuhkan oleh Kapten Trevor Immelman untuk timnya ketika Tim Internasional menghadapi Tim Amerika Serikat pada ajang Presidents Cup tahun ini.