Kevin Caesario Akbar membawa Indonesia bersaing di jajaran atas BNI Ciputra Golfpreneur Tournament dengan torehan 6-under 66.
Melakoni pertandingan tanpa beban terbukti menjadi salah satu kunci penting untuk menorehkan skor yang bagus dalam sebuah turnamen dan itulah yang Kevin Caesario Akbar lakukan. Pada putaran pertama BNI Ciputra Golfpreneur Tournament hari ini (24/8), pegolf berusia 24 tahun ini bermain tanpa merasakan tekanan dan menikmati permainannya untuk menorehkan skor 6-under 66.
Enam birdie tanpa bogey yang ia torehkan pada hari ini memberinya skor terendah sepanjang keikutsertaan Kevin pada ajang Asian Development Tour ini. Permainannya itu sekaligus menempatkannya hanya terpaut dua stroke dari pegolf Filipina, Clyde Mondilla, yang mencatatkan skor 8-under 64.
”Sebenarnya, hari ini saya tidak sadar kalau bermain tanpa bogey. Lebih mengejutkan lagi ketika mengetahui semua yang bermain satu grup dengan saya tidak ada yang mendapat bogey hari ini,” tutur Kevin, yang tadi bermain bersama Kevin Yuan, pegolf Australia yang sempat bermain pada ajang LIV Golf, dan pegolf Amerika Serikat Sam Gillis. Yuan dan Gillis sama-sama menorehkan skor 67.
Kevin menegaskan kondisi mentalnya pada putaran pertama ini menjadi salah satu aspek yang sangat penting untuk membukukan skor rendah. Ia mengaku bisa bermain lebih tenang di Damai Indah Golf BSD Course kali ini. Hal itulah yang membantunya untuk mengeksekusi berbagai pukulan dengan maksimal.
”Hari ini pukulan iron dan putting saya bagus. Saya lebih banyak memakai 3-wood untuk melakukan tee off daripada menggunakan driver,” jelas pegolf yang juga merupakan salah satu atlet profesional Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) ini. ”Besok saya ingin bermain seperti hari ini lagi, tidak ada beban dan tanpa memikirkan soal ranking dan lainnya. Jadi, cuma sekadar bermain golf saja.”
Selain Kevin, sepuluh pegolf Indonesia lainnya juga berhasil bermain under dan menempati posisi yang cukup bagus untuk menuju putaran kedua. Pegolf asal Aceh, Syukrizal, yang baru saja menikmati kampanye membanggakan pada ajang Indonesia Open tiga pekan lalu, membawa mentalitas serupa ke BSD Course.
”Saya tidak sadar kalau bermain tanpa bogey. Lebih mengejutkan lagi ketika mengetahui semua yang bermain satu grup dengan saya tidak ada yang mendapat bogey hari ini.” — Kevin Caesario Akbar.
”Hari ini saya main bagus karena short game saya sangat membantu. Saya pikir, saya masih membawa mentalitas yang saya tunjukkan saat mengikuti Indonesia Open,” jelas Syukrizal yang hari ini menorehkan empat birdie dengan satu bogey. ”Besok saya akan kembali berusaha main sebagus mungkin.”
Skor 3-under 69 milik Syukrizal itu kemudian disamai oleh Rizchy Subakti, Asugann, George Gandranata, dan pegolf amatir Matthew Lumbantoruan.
Sementara itu, tiga pegolf tuan rumah lainnya menorehkan skor 2-under 70. Catatan ini diraih oleh Ramadhan Alwie, Naraajie Emerald Ramadhan Putra, dan Fadhli Rahman Soetarso.
Bagi Fadhli, skor 70 ini merupakan skor terbaik yang ia bukukan setelah melakoni debut profesionalnya di Indonesia lewat ajang Indonesia Open. Pegolf yang juga menjadi salah satu atlet profesional CGF ini tampaknya sudah mulai menemukan ritme permainan yang ia cari dalam dua turnamen sebelumnya. Enam birdie dan empat bogey jelas menjadi catatan awal yang solid untuk melangkah. ”Insya Allah perjalanan saya besok dan seterusnya bisa dilancarkan,” ujarnya.
Satu atlet profesional CGF lainnya, Peter Gunawan, juga menorehkan hasil yang cukup baik pada putaran pertama ini. Peter bahkan menunjukkan kegigihannya untuk bisa menuntaskan 18 hole pertama ini dengan skor under. Hingga hole 12, ia hanya bisa menorehkan satu birdie dan mendapat empat bogey. Akan tetapi, di enam hole berikutnya, ia berhasil menorehkan empat birdie sehingga menuntaskan putaran pertama dengan skor 1-under 71.
Fahmi Reza melengkapi sebelas pegolf tuan rumah yang bermain under pada putaran pertama ini. Fahmi menorehkan tiga birdie dengan dua bogey pada kartu skornya.


