An Byeonghun memegang kendali pada Genesis Scottish Open menyusul keberhasilannya menciptakan rekor skor terendah dalam kariernya.

Pegolf Korea An Byeonghun menorehkan skor terendah sepanjang kariernya pada ajang Genesis Scottish Open. Skor 61 ini juga membuatnya menyamai rekor skor terendah di Renaissance Golf Club di North Berwick.

Keputusan untuk mengganti putter ternyata menjadi salah satu kunci permainannya yang cemerlang itu. Tidak tanggung-tanggung, ia menorehkan sembilan birdie tanpa satu birdie pun untuk bisa memimpin klasemen sementara dalam sebuah ajang PGA TOUR. Davis Riley menjadi pesaing terdekatnya dengan terpaut dua stroke, sementara Juara FedExCup 2022 Rory McIlroy dan Thomas Detry menuntaskan putaran pertama dengan menempati peringkat T3 dengan skor 64.

Pegolf Korea lainnya, Lee Kyounghoon, juga bermain tanpa bogey dan mencatatkan skor 65 untuk menjadi salah satu pemain yang berada di peringkat lima. Sedangkan rekan senegaranya Tom Kim, yang tahun lalu finis di tempat ketiga, memperbarui kecintaannya pada lapangan golf ini dengan mencatatkan skor 68. Skor yang sama juga menjadi miliki pegolf China Wu Ashun dan pegolf India Shubhankar Sharma juga menorehkan skor serupa sehingga Asia benar-benar terwakili di jajaran atas.

”Kartu skor saya bersih. Secara keseluurhan saya merasa sangat rileks di lapangan dan cuacanya sejuk,” tutur An. yang masih mengincar gelar PGA TOUR pertamanya.

Sukses ini memang tidak bisa dielakkan dari keputusan untuk mengganti putter. Memanfaatkan sara dari Adam Scott dan rekan senegaranya, Kim Siwoo, yang menggunakan long putter. Pukulan approach-nya juga membantunya mengantarkan bola untuk meraih birdie. Total ia hanya membutuhkan 23 putt pada putaran pertama.

 

 

An’s glorious start has coincided with a recent switch to the broomstick putter. He sought the advice from the likes of Adam Scott and compatriot Si Woo Kim on the benefits of using the unconventional flatstick and found his range on the greens, taking 23 putts.

”Rasanya sangat nyaman menggunakannya. Saya bicara dengan pegolf lain yang memakai long putter, dan bicar juga dengan pelatih saya. Menurut kami hasilnya bagus dan mencobanya dan long putter itu terbukti membantu. Dua pekan terakhir ini saya sudah melakukan putting dengan sangat baik, hanya perlu waktu,” ujar An, yang kini berada di peringkat 24 Strokes Gained: Putting pada ajang John Deere Classic pekan lalu. Untuk pertama kalinya pula ia berada di 25 besar dalam kategori statistik itu sejak Februari.

”Birdie itu memang bagus, tapi saya juga beberapa kali menyelamatkan par dan melakukan dua putt yang bagus dari jarak 13,2 meter dan 16,5 meter. Sangat membantu dan karena itulah saya bisa bermain bersih tanpa bogey.

Mantan juara U.S. Amateur ini menunjukkan permainan terbaiknya setelah kembali ke PGA TOUR melalui Korn Ferry Tour tahun lalu. Musim ini ia telah dua kali menembus sepuluh besar dan tujuh kali berada di 25 besar dan menempati peringkat 58 pada klasemen FedExCup. Kini ia berpeluang untuk mengikuti FedExCup Playoff, yang ditujukan hanya bagi 70 pegolf teratas.

Kembali ke negara asal golf dalam ajang kolaborasi PGA TOUR dan DP World Tour yang memperebutkan total US$9 juta ini terasa sangat berarti bagi An. Justru di ranah Eropalah ia semula bersinar. Setelah bermain pada Challenge Tour, ia akhirnya menembus DP World Tour untuk kemudian menjuarai BMW PGA Challenge tahun 2015.

”Rasanya saya pulang ke rumah. Sangat menyukai situasi ini,” ujar An lagi. ”Saya memulai dari Challenge Tour, bermain di lapangan links, dan bermain beberapa kali pada The Open. Lapangannya berbeda ketimbang yang di AS. Anda hanya mesti menempatkannya di beragam posisi. Saya malah merasa nyaman,” tuturnya.

 

Rory McIlroy, Round 1 Genesis Scottish Open 2023.
Pegolf No.3 Dunia Rory McIlroy langsung membukukan lima birdie di tujuh hole pertamanya di Renaissance Golf Club. Foto: Getty Images.

 

Sementara itu, Lee, yang sempat gagal lolos cut dalam empat ajang PGA TOUR, merasa puas bisa mencatatkan lima birdie setelah menguasai embusan angin pada putaran pagi yang ia mainkan. ”Kondisinya cukup berangin dan tidak ada bogey. Saya merasa sangat senang,” tutur Lee, yang sejauh ini telah dua kali menjuarai ajang PGA TOUR.

”Saya tidak menyerang pin, hanya bersabar. Saya kira saya belajar banyak dari tahun lalu bermain dalam kondisi yang sulit in. Lapangannya cukup menantang karena gayanya berbeda ketimbang di Korea atau Amerika. Saya sendiri memang mengalami kesulitan dengan permainan saya, ada beberapa momentum yang hilang karena melakukan beberapa pukulan yang buruk, tapi saya berusaha sabar dan tetap kuat secara mental. Pekan ini saya berfokus pada irama swing, yang menurut saya sangat penting.”

Adapun pegolf No.3 Dunia Rory Mcilroy menjadi salah satu nama besar yang tampil di jajaran atas klasemen. Ia lekas panas dan mengemas lima birdie dalam tujuh hole pertamanya. Pemegang 23 gelar PGA TOUR ini juga menciptakan eagle di hole 3 par 5 ketika ia memasukkan bola dari jarak 10,5 meter.

”Permainan saya cepat panas, benar-benar cepat, dan bisa memasukkan sejumlah putt dengan baik. Mungkin ini hari ketika saya tidak merasa khawatir sama sekali. Meski begitu saya juga sempat ragu, rasanya saya tidak punya cukup waktu untuk menyesuaikan permainan untuk lapangan links, dan putting saya juga sama sekali tidak bagus saat pro-am kemarin. Namun, saya bisa lekas menciptakan peluang yang sangat bagus bisa saya lihat,” tutur pegolf Irlandia Utarab berusia 34 tahun ini.

Sementara itu, pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler mengawali pekan ini dengan skor 68, sedangkan juara bertahan Xander Schauffele membukukan skor 70.