Kevin Caesario Akbar mencatatkan skor terbaiknya selama mengikuti Ciputra Golfpreneur Tournament di Damai Indah Golf BSD Course. Untuk sementara ia berbagi posisi teratas bersama juara bertahan, Matt Killen asal Inggris.
Pegolf tuan rumah Kevin Caesario Akbar menikmati putaran terbaiknya selama mengikuti Ciputra Golfpreneur Tournament dengan mengemas delapan birdie dan tanpa bogey untuk skor 8-under 64. Catatan skornya ini sempat membuatnya menguasai puncak klasemen sendirian, meski akhirnya juara bertahan Matt Killen asal Inggris menyamai raihan skornya ini.
Bermain dari hole 1, pegolf berusia 28 tahun ini menciptakan momentumnya dengan menorehkan birdie di hole 4, sebelum kemudian menambah dua birdie lagi dari hole 6 dan 8.
Statusnya sebagai salah satu atlet Ciputra Golfpreneur Foundation membuatnya bisa lebih banyak menghabiskan waktunya untuk lebih memahami lapangan karya Jack Nicklaus pertama di Indonesia ini. Setelah bermain even par di hole 10 dan 11, ia memainkan delapan hole berikutnya dengan birdie dari hole 12, 13, 15, 16, dan 18.
”Hampir semua aspek permainan saya berjalan dengan baik sih. Ketika tee off meleset, pukulan keduanya membantu; ketika pukulan keduanya meleset, up-and-down membantu. Jadi, bersyukur semua berjalan dengan baik, terutama putting saya juga bagus hari ini,” jelas Kevin.

Skor 64 ini praktis memperbaiki catatan skor terendah yang ia ciptakan selama mengikuti Ciputra Golfpreneur Tournament ini. Sebelumnya, ia sempat membukukan skor 6-under 66 pada putaran kedua edisi 2025 dan putaran pertama 2022 sebagai skor terbaiknya pada ajang ini.
”Birdir di hole 15 rasanya paling memuaskan. Pukulan tee off saya meleset ke rough di sisi kanan. Posisi berdirinya bola bisa dibilang cukup bagus, tidak ada rumputnya, dan saya tahu ketika bola bertemu rumput liat pasti bisa memberi spin, dan posisi spin yang di pojok di sana juga membutuhkan spin. Kalau posisi berdiri bola ada rumput pukulan malah bisa melewati green, jadi sama Agi (Argiansyah, kedinya) kami mengambil keputusan untuk sedikit agresif dan akhirnya bola menempel (di green) dan putting-nya berhasil masuk untuk birdie,” jelas Kevin.
Memasuki putaran kedua besok, ia berniat untuk memainkan mantra klasik, ”Main seperti biasa saja, berusaha menikmati permainan, menikmati hari dan berharap bisa terus bermain dengan bagus,” tandasnya.
Sebelumnya, pegolf Kanada Henry Lee sempat mematok skor terendah pada sesi pagi. Pegolf berdarah Korea ini mengemas tujuh birdie dan tanpa bogey, untuk menjadi salah satu dari hanya tujuh peserta yang bermain tanpa bogey pada putaran pertama.

Bermain di lapangan desainer favoritnya, Jack Nicklaus, Lee mengemas empat birdie di sembilan hole pertamanya, lalu membukukan tiga birdie lagi di sembilan hole terakhirnya.
”Seluruh rencana permainan saya pekan ini ialah menciptakan putt sebanyak dan semudah mungkin. Untuk itu, saya harus sering memukul ke fairway dan itulah yang berhasil saya lakukan. Dengan menempatkan bola di fairway, saya bisa sedikit lebih agresif, bahkan ketika saya masih mencari posisi yang lebih baik, saya masih bisa menciptakan sejumlah putt yang lebih mudah,” tutur Lee.
Catatan skornya kemudian disamai oleh Finlay Mason, yang juga menciptakan kombinasi yang sama, meskipun pegolf Inggris itu memulai putaran pertamanya dari hole 10.
Meski berada di jajaran atas, Lee bakal menghadapi putaran kedua sebagai putaran baru tanpa terpengaruh oleh skor yang ia raih hari ini.
”Skor hari ini tidak begitu penting. Pada akhirnya, saya masih harus mencatatkan skor yang bagus dalam tiga putaran berikutnya karena ada banyak pemain berkualitas pekan ini,” ujarnya.

Pegolf India Khalin Joshi sempat memprediksi kondisi lapangan dengan green yang tidak terlalu licin dan rough yang tidak tebal pada dasarnya membuka peluang bagi banyak peserta untuk bermain di bawah par.
”Tahun ini lapangannya sedikit lebih mudah karena green-nya tidak terlalu keras, dan rough-nya juga tidak tebal, jadi bakal banyak pemain yang bisa bermain dengan skor yang rendah sepanjang pekan ini,” ujar Joshi.
Ia sendiri menciptakan empat birdie berturut-turut untuk menutup putaran pertamanya dengan catatan 6-under 66 sehingga membuatnya berada di peringkat 5 bersama pegolf Thailand Tanapat Pichaikool.
”Bermain pada pagi hari tidak selalu membuat sebuah putaran lebih mudah atau lebih sulit. Saya kira tergantung kondisi lapangan, kecuali angin mulai berembus, … jadi, saya hanya perlu mengikuti rencana permainan, tetap agresif, mengantarkan bola ke banyak fairway dan green, dan semoga putting saya tetap tajam,” tandas pemegang satu gelar Asian Tour ini.
20 besar putaran pertama Ciputra Golfpreneur Tournament 2026
64 – Kevin Caesario Akbar (INA), Matt Killen (ENG)
65 – Finlay Mason (ENG), Henry Lee (CAN)
66 – Khalin Joshi (IND), Tanapat Pichaikool (THA)
67 – Roberto Lebrija (MEX), Berry Henson (USA), Natipong Sritong (THA), Aman Raj (IND)
68 – Itthipat Buranatanyarat (THA), Kosuke Hamamoto (THA), Hoho Yue (HKG), Marcus Lim (MAS), Keanu Jahns (PHI), Su Ching Hung (TPE), Ryoto Furuya (USA), Tim Nielsen (USA)
69 – Sven Maurits (NED), Matthew Cheung (HKG), Shaurya Bhattacharya (IND), Julius Kretzer (GER), Ahmad Baig (PAK), Gabriele De Barba (ITA), Deyen Lawson (AUS), Waris Monthorn (THA), Aidric Chan (PHI), Fillip Lundell (SWE), Ervin Chang (MAS)

